
Cuaca yang mulai terlihat tidak mendukung hari ini, semua butiran tetesan air hujan yang mulai membasahi seluruh permukaan bumi dengan sangat sempurna. Semua anak-anak SMA SWASTA NUSA BAKTI pun tidak ada yang berani untuk menerobos hujan yang terlihat sangat deras menurunkan Rahmat Tuhan.
Berbeda dengan seorang lelaki yang mulai turun dari mobil berwarna merah, dengan helaan nafas yang panjang, dirinya mulai mengambil sebuah sebuket berbagai macam jenis bunga di dalam genggaman tangannya, sebuah senyuman pun mulai terukir di wajah datarnya, disaat dirinya melihat seorang gadis yang kini bersama dengan kelima sahabat lelakinya.
Dengan guyuran hujan yang sangat deras. Dirinya sama sekali tidak mempedulikan tentang fisiknya saat ini, yang telah menerobos hujan dengan sangat deras membasahi seluruh sekujur tubuhnya.
Semua siswa-siswi SMA SWASTA NUSA BAKTI yang melihat kejadian tersebut. Mereka mulai pada berbisik satu sama lain, dengan sebuah sebuket bunga di tangannya, mampu membuat perasaan para siswi-siswi merasa sangat iri.
“Siapa, yah? Gue penasaran banget, untuk siapa sebuket bunga yang sebesar itu?”
“Yah, gue-lah!”
“Dih, ge-er lu! Gue penasaran siapa sih, lelaki itu?” Tanya seorang gadis yang sangat penasaran siapa lelaki yang berdiri di tengah hujan.
Asa yang mendengar setiap lontaran perkataan semua siswi, dirinya mulai mengikuti arahan tatapan dari semua orang yang disana. Seorang lelaki yang memiliki wajah datar, dingin, dan seorang lelaki yang sangat dirinya rindukan.
Asa mulai tersenyum lebar, dan mulai berlari dengan sangat sempurna untuk memeluk lelaki itu dengan sangat lama. Bahkan, dirinya tidak akan pernah untuk melepaskan sedetik pun lelaki di dalam pelukannya, untuk meninggalkan dirinya kembali seorang diri.
Kelima lelaki yang sedari tadi sedang mengobrol, mereka semua mulai melihat ke arah Asa yang berlarian menghampiri seorang laki-laki saat ini.
Dengan sangat cepat, Asa mulai memeluk erat pinggang Alga dan mulai menangis tersedu-sedu di dalam pelukannya. Sebutiran air hujan yang bersatu dengan butiran air mata seorang gadis kecil saat ini.
Asa pun mulai mendongakkan kepalanya, dan menatap wajah lelaki itu yang sedang tersenyum kecil ke arahnya.
“Hmm, bagaimana kabarnya?” Tanya laki-laki itu dengan sangat berat.
Asa yang mendengar suara merdu yang sangat dirinya rindukan, dirinya mulai menangis dengan sangat kencang, layaknya seorang anak kecil.
“Kak Alga jahat! Kalau Kak Alga mau ngilang mending ajak Asa juga!” Ujarnya dengan sangat kekanak-kanakan dan lirih.
__ADS_1
Alga yang mendengar perkataan dari Asa. Dirinya hanya menganggukkan kepalanya dengan sangat sempurna, dan mulai menghapus setiap deretan air mata yang membasahi kedua pipinya Asa.
“Selama gue nggak ada, kenapa badan lu kecil banget sih, Sa?” Tanya Alga sekali lagi yang mulai memutari tubuh Asa dengan tatapan seksama.
“Biarin, ini semua karena Kak Alga! Kalau Kak Alga kasih kabar ke Asa, mungkin Asa nggak akan selalu memikirkan Kak Alga! Lagipula, Kak Alga emangnya selama menghilang nggak pernah sedikit pun memikirkan Asa?” Ujar Asa dengan lirih.
Alga hanya menganggukkan kepalanya. “Yah, buat apa gue mikirin lu? Mending gue mikirin masa depan kita berdua, dan mungkin gue harus sabar untuk menghadapi semua sifat calon istri gue ini.” Jelasnya dengan tertawa kecil.
Asa yang mendengar perkataan dari Alga. Dirinya mulai menahan senyuman, dan menahan untuk berteriak di hadapan Alga. Karena, dirinya sangat-sangat marah terhadap Alga yang meninggalkan dirinya seorang diri disini.
“Terus, Kak Alga kemana saja selama ini? Kenapa setiap Asa telepon nggak pernah di angkat?” Tanya Asa dengan lirih.
Alga yang mendengar perkataan dari Asa, dirinya merasa heran. “Lu telepon gue?” Tanyanya.
“Ya-iyalah, mana ada orang yang rindu sama seseorang, nggak akan menelpon seseorang tersebut?” Jawab Asa dengan mendengus.
“Yaudah, lu masuk ke dalam mobil dulu. Gue takut nanti lu sakit.” Jelas Alga yang mulai membuka pintu mobilnya dengan sangat sempurna bagaikan seorang pangeran.
Asa pun mengingat semua hal kejadian, yang dimana Alga tidak ingin membukakan pintu mobil untuknya, dan dengan alasan Asa mempunyai seluruh bagian tubuh yang sangat sempurna. Walaupun itu sederhana, tapi perubahan Alga terkadang suka berubah. Mungkin hanya Tuhan, dan dirinya yang tahu kenapa suasana hatinya suka berubah.
Alga yang melihat para sahabatnya. Dirinya mulai tersenyum kecil ke arah sahabatnya, dan mulai memasuki ke dalam mobilnya. Terdapat seorang gadis yang mulai mengusap-usap kedua tangannya untuk memberikan kehangatan untuk tubuhnya.
Alga yang melihat tersebut, dirinya mulai mematikan seluruh AC di dalam mobilnya, dan mulai memberikan jaket kulitnya untuk memberikan kehangatan kepada Asa. Seketika, bola mata Asa melihat sebuah gelang cewek di dalam mobil Alga. Asa yang melihat gelang tersebut, ntah kenapa tiba-tiba sesak sekali di dalam perasaan-nya.
Asa pun menoleh ke arah Alga, yang mulai memakaikan jaket kulitnya di tubuh Asa, dan ntah kenapa tatapan Asa mulai terhenti di gelang yang melingkar pada pergelangan tangan Alga.
Gelang yang sama, dan ukiran yang sama. Itulah yang memenuhi pikiran Asa sekarang.
Apakah, Alga menghilang karena dirinya sudah mulai mendapatkan orang yang dirinya cintai lagi? Atau, Alga sudah bosan kepadanya? Setiap lintasan selalu saja menghantui pikiran Asa sekarang.
__ADS_1
“Bagaimana sekarang? Apa sudah nggak kedinginan?” Tanya Alga dengan khawatir.
Dengan helaan nafas yang berat, Asa mulai menggelengkan kepalanya.
“Nggak,” Jawabnya dengan singkat.
Alga yang mendengar perkataan dari Asa, dirinya mulai tersenyum kecil ke arahnya, dan mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan standar. Yah, Alga tidak mementingkan kesehatan dirinya, karena kalau dia mementingkan kesehatan-nya, bagaimana dengan keadaan gadis yang sangat dirinya cintai.
...***...
Alga yang merasa heran atas sikap Asa selama diperjalanan, akhirnya mereka berdua mulai berhenti di sebuah rumah yang terlihat sangat sederhana. Alga yang ingin membuka pintu mobil seorang gadis, tapi niatnya mulai dicegah oleh kehadiran seorang gadis yang membuka pintunya sendiri.
Alga yang merasa itu adalah hal yang biasa, dirinya hanya tersenyum kecil, dan mulai menghela nafasnya dengan berat.
“Makasih, yah, Kak. Makasih, karena sudah anterin Asa sampai ke rumah.” Jelas Asa yang mulai melangkahkan kakinya dengan sangat berat.
Jujur, Asa masih kangen dengan kehadiran seorang Alga. Tapi, dirinya juga sangat sakit melihat sebuah kenyataan sekaligus bukti di dalam mobil Alga barusan. Yah, Asa mendapatkan beberapa barang bukti kalau Alga sedang selingkuh di belakangnya.
Alga yang melihat tingkah Asa berubah secara drastis kepadanya, dirinya mulai tersenyum kecil, dan menghela nafasnya dengan berat.
“Apa gue melakukan kesalahan?” Gumam Alga yang melihat Asa mulai menutupi pintu rumahnya.
Dengan sangat berat, Alga mulai meninggalkan kalangan rumah sederhana itu dengan kecepatan tinggi. Ntahlah, Alga merasa kalau Asa tidak seperti biasanya, atau mungkin selama dirinya meninggalkan Asa, dirinya merasa seperti hubungannya dengan Asa seperti menjauh.
Di satu sisi, Asa yang melihat kepergian Alga dirinya hanya bisa menghela nafasnya dengan berat. Sesekali gadis itu mulai menatap semua barang yang dirinya temukan di dalam mobil Alga, dengan sangat sempurna Asa mulai menangis dengan sangat kencang.
Terdapat sebuah gelang, beberapa rambut panjang wanita yang dirinya temukan disisir Alga, tissue yang bekas lipstik wanita, dan bahkan satu pasang anting yang tertinggal. Semua barang bukti tersebut mampu membuat Asa berpikir, kalau Alga sama sekali tidak mencintai dirinya.
Mungkin, di saat Alga menghilang beberapa minggu yang lalu. Lelaki itu mulai bermain-main dengan seorang wanita di belakangnya. Walaupun Asa selalu berpikiran positif tentang Alga, dirinya juga nggak bisa menutupi kedua matanya dengan semua barang bukti yang jelas dirinya temukan di dalam mobil Alga.
__ADS_1
Dengan helaan nafas yang sangat panjang, Asa mulai menghapus setiap deretan air mata di wajahnya, dan tersenyum kecil.
“Mungkin, memang waktunya Asa menyerah saat ini. Jika kenyataannya, Kak Alga sama sekali nggak pernah menganggap kehadiran Asa sedikit pun.”