
"Apakah benar, bahwa masalalu sekaligus cinta pertama tidak akan pernah tergantikan oleh siapa pun itu? Apakah, aku yang seharusnya terluka sampai detik ini?"
...~Asalina Hyena~...
...••••••...
Asa yang mulai memasuki gerbang sekolah bersama dengan sahabatnya Nanda, dirinya mulai melihat seorang laki-laki yang sangat dia kenal.
Laki-laki itu adalah Alga, dirinya pun mulai menghampiri Alga dengan sangat cepat. Tapi! Langkahnya dihentikan oleh seorang gadis yang di bukakan pintu penumpang oleh Alga.
Alga tersenyum manis ke arahnya, dan memegang tangan gadis itu dengan sangat lembut.
"Ga! Makasih yah, selama ini selalu menjaga Dasa. Padahal, Dasa nggak ingin Alga tahu semua penyakit yang akan nanti membuat Dasa jelek." Ucapnya dengan lembut dan tersenyum.
Alga yang mendengar perkataan dari Dasa, dirinya berusaha untuk menyimpan kesedihannya dan tersenyum kecil.
"Walaupun lu nanti akan terlihat berbeda di hadapan gue. Bagi gue, lu akan selalu menjadi seorang gadis yang sangat sempurna di hadapan gue."
"Gue nggak akan pernah meninggalkan lu disaat seperti ini. Biarkan, gue selalu menemani lu dan menjadi kekuatan untuk lu? Kita akan berjuang bersama untuk mengalahkan semua penyakit yang lu rasakan selama ini." Jelas Alga dengan lembut.
Alga pun mulai menggendong Dasa, menaruhnya di kursi roda dengan pelan, dan mendorongnya ke arah kelas.
Seketika, Alga melihat seorang gadis yang memperhatikan dirinya sedari tadi dari jauh. Tapi! Dirinya hanya mengabaikan gadis itu, dan melewatinya begitu saja tanpa harus menyapa.
__ADS_1
Asa yang diperlakukan seperti itu, dirinya mulai menghela nafasnya dengan sangat berat. Sungguh, perlakuan orang yang sangat dirinya cintai sangatlah bikin sakit perasaannya.
Berbeda dengan seorang laki-laki yang kini memperhatikan kedua kejadian tersebut dengan senyuman kemenangan.
'Gue tahu, lu masih menyayangi dirinya, Ga! Tapi, sebelum itu terjadi. Gue akan mengambil dirinya dari lu, supaya Dasa tahu siapa yang ada di dalam perasaan lu itu sebenarnya.' Batin seorang laki-laki itu dengan sangat datar.
Dirinya mulai membuka helm full facenya, dan menghampiri gadis manis yang masih berdiri disana dengan perasaan yang sedang gundah.
"Semakin lu melihatnya, semakin itu pula lu akan merasa sakit." Ucap seorang laki-laki yang kini sedang berdiri di sampingnya.
Asa yang mendengar perkataan seseorang, dirinya mulai mendongakkan kepalanya dan tersenyum kepadanya.
"Asa sudah biasa kok, Kak. Lagi pula, Asa itu sangat kuat kok." Jelas Asa dengan berbohong.
Asa yang merasa pertanyaan Dilan adalah sebuah hantaman untuk perasaannya sekarang, dirinya hanya menghela nafasnya dengan berat.
Dilan yang melihat wajah Asa dengan seksama, dirinya mulai tersenyum dengan sangat tulus dari perasaannya.
"Gue sayang lu, Sa! Tapi, sepertinya lu tidak bisa membuka perasaan lu itu untuk seseorang yang selalu menyayangi lu dengan tulus."
"Karena, perasaan lu itu hanya untuk satu orang saja. Yaitu, Alga. Tapi! Gue akan selalu menunggu lu sampai bisa membuka perasaamu itu untukku seorang saja." Ujarnya dengan datar, setelah itu meninggalkan Asa sendirian.
Asa yang mendengar perkataan dari Dilan, dirinya hanya bisa menatap kepergian Dilan dihadapannya.
__ADS_1
'Asa bukannya nggak bisa memberikan perasaan Asa ini ke seseorang. Tapi, yang Kak Dilan bilang itu benar semua. Asa hanya mencintai seseorang yang sangat penting di dalam kehidupan ku sekarang.'
'Walaupun, cara dia sekarang sudah mulai terlihat berubah memperlakukan Asa. Tapi! Asa akan selalu menunggu dirinya disini kok, walaupun perasaan Asa yang sakit disini.' Batinnya dengan helaan nafas yang sangat berat.
Kedua lelaki kini telah menatap seorang gadis yang mulai berjalan ke arah kelasnya. Siapa lagi kalau bukan Alga dan Dilan.
'Gue pastikan ke lu, Ga! Kalau lu tidak ingin melepaskan Dasa untuk gue, maka gue akan mengambil seorang gadis yang pernah ada di kehidupan lu. Biar lu tahu, gue bisa membuat dia akan menjadi milik gue seutuhnya.'
'Karena, gue nggak mau melihat lu bahagia begitu saja dengan kedua gadis yang selalu mencintai lu begitu saja.' Batin Dilan dengan senyuman kecil yang menghias di wajahnya.
Berbeda dengan seorang laki-laki yang kini sedang mengepal kedua tangannya, dan mulai melepaskan semua perasaannya memukul tembok di dekat dirinya.
Bagh!
Dengan pukulan yang sangat keras, mampu membuat tangannya terluka dengan sangat deras darah yang mengalirnya.
"Gue nggak nyangka, Sa! Lu akan secepat itu memalingkan perasaan lu untuk gue. Bukan lu saja yang merasa berat dan terluka, Sa! Tapi gue juga."
"Gue bingung harus bagaimana, Sa. Disatu sisi, gue nggak bisa melepaskan lu ataupun Dasa. Tapi, sepertinya sahabat gue ingin mengambil lu dari gue. Karena, hanya dia saja yang benar-benar sayang dengan lu, Sa!" Ucap Alga dengan pelan, dirinya pun mulai meninggalkan tempatnya, dan kembali ke kelasnya.
Terkadang, cinta dan takdir mempermainkan perasaan kita. Sama halnya dengan waktu yang selalu menunjukkan dimana waktu itu akan menunjukkan kehidupan kesedihan atau kebahagiaan untuk kita.
Aku penulis ALGASA ingin undur diri, semoga saja episode kali ini bisa membuat kalian bahagia. Jangan, lupa dukungan kalian semua.
__ADS_1