
"Asa tidak pernah menyangka. Kalau sebuah balok es, bisa berubah menjadi seorang pangeran matahari yang hangat."
...🌻ALGASA🌻...
Di sebuah kamar yang serba berwarna merah muda, terdapat seorang gadis manis yang kini sedang tersenyum manis atas apa yang terjadi kepada dirinya saat ini.
Semua kejadian dan semua perbuatan dari seorang lelaki yang sangat dirinya sayangi, akhirnya seorang lelaki yang memiliki sifat layaknya seperti balok es dan bagaikan seorang iblis pun bisa berperilaku hangat kepada seorang gadis untuk hari ini.
Karena, hari ini adalah hari yang sangat langka untuk seorang gadis bernama Asalina Hyena.
Mungkin, hari ini bisa dijadikan sebuah moment yang harus di ingat oleh seluruh orang. Karena Alga yang kita kenal bisa berperilaku hangat seperti layaknya seorang pangeran matahari yang bersembunyi di balik sebuah es balok yang sangat besar.
"Asa nggak pernah menyangka, kalau Kak Alga bisa bersikap seromantis seperti itu." Gumamnya dengan senyum manis, sambil mengingat semua perlakuan yang di buat oleh Alga kepadanya.
Asa pun mulai membuka sebuah galeri yang terdapat sebuah foto seorang lelaki yang sedang tertidur di perpustakaan. Asa pun melihat foto lelaki itu dengan senyuman yang mulai terukir dengan sangat sempurna dan indah.
"Kak Alga tahu, kenapa Asa sangat ingin memperjuangkan Kak Alga?" Tanyanya, kepada sebuah galeri di layar handphone-nya.
"Mungkin mereka semua menganggap Kak Alga kasar dan tidak baik untuk Asa. Ternyata mereka tidak tahu apa-apa tentang Kak Alga."
"Asa pun baru mengetahui kalau di balik sifat kasar Kak Alga, terdapat sebuah hati yang hangat. Sebenarnya, Kak Alga sedang menyembunyikan hal apa?" Ujarnya dengan senyuman lirih.
Terkadang, kita tidak bisa melupakan semua kenangan yang tidak ingin kita ingat. Tapi! Bukan caranya kita menyiksa diri kita sendiri dan menyiksa sebuah perasaan seseorang yang tulus kepada kita.
"Asa akan berjuang sampai Kak Alga akan menyukai Asa juga dan Asa tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan perasaan Kak Alga."
"Mungkin, Asa akan menyerah bila Tuhan merenggut nyawa Asa, dan di saat itu terjadi! Asa tidak akan pernah bisa memperjuangkan Kak Alga lagi."
"Asa hanya ingin, jika suatu hari salah satu nama ALGASA akan pergi. Asa hanya ingin Kak Alga merasakan apa yang selama ini selalu dirasakan oleh perasaan Asa."
"Tapi sekarang Asa masih bernyawa dan saatnya untuk Asa memperjuangkan seseorang lelaki yang sangat Asa sayangi." Gumamnya, sambil memandang foto lelaki di layar handphone-nya.
Asa pun mulai memejamkan kedua matanya dan mulai tertidur pulas. Sambil memeluk benda pipihnya di bidang dadanya, dengan senyuman yang terukir di wajahnya dengan sempurna.
...✧ALGASA✧...
Di sebuah rumah yang sangat besar, dengan sebuah bentuk interior yang sederhana. Alga mulai memberhentikan motornya di sebuah halaman pakiran rumahnya. Dirinya mulai turun dari motornya dan berjalan memasuki rumahnya.
Kleck!
Pintu rumah mulai terbuka dengan sangat lebar. Alga mulai melihat terdapat beberapa seorang lelaki yang dirinya sangat kenal dan di temanin oleh seorang wanita paruh baya yang sudah beranjak umur 31 tahun.
__ADS_1
"Lu semua ngapain ke rumah gue?" Tanya Alga yang sudah mulai duduk di sofa panjang berwarna hitam kulit.
"Makan gratislah, sama gameplayer gratis." Jawab Putra dengan cengiran'nya.
Alga yang mendengar perkataan Putra, dirinya menggelengkan kepalanya. "Lah? Bukannya lu kaya, Put? Bahkan, kedua orang tua lu mempunyai cabang dimana-mana." Jelasnya.
"Yah, gue emang kaya. Tapi! Percuma kalau gue kaya? Gue hanya mendapatkan kebahagiaan yang bukan dari kedua ortu gue, melainkan uang yang mereka dapat."
Alga yang mendengar perkataan Putra, kini dirinya mulai menghela nafasnya dengan berat.
"Btw, lu habis main basah-basahan sama dia?" Ujar Putra yang kembali tersenyum.
"Yah, nggaklah! Pikiran lu kotor benar, Put."
"Eleh, buktinya aja baju lu basah kuyup." Jelasnya, dengan memperhatikan kondisi Alga.
Alga yang mendengar perkataan Putra, dirinya mulai meninggalkan tempat yang penuh dengan maksiat, dan mulai menuju ke kamarnya.
Setelah dirinya sudah membersihkan seluruh tubuhnya. Kini, dirinya mulai merebahkan tubuhnya di atas kasur.
Tersenyum?
"Kalau di lihat-lihat dari dekat, ternyata dia manis juga." Gumamnya dengan pelan.
'Bodoh! Kenapa gue bilang dia manis, sih? Dia itu seorang gadis yang sangat murah, untuk seorang wanita. Gue heran, kenapa dia nggak capek-capeknya mengejar gue?' Batin lelaki itu dengan merutuki dirinya sendiri dengan heran.
Alga pun mulai menatap jaketnya dengan tatapan yang tidak biasanya, sebuah jaket yang telah dipakai oleh seorang gadis murahan bagi kehidupan-nya.
"Alga dan Asa adalah nama yang sempurna untuk menjadi sebuah nama 'ALGASA'? Why?" Ujarnya dengan senyuman kecil.
Sungguh bodohnya Alga sekarang, seperti bukan sifatnya yang kasar seperti biasanya.
Apakah, Alga sudah mulai ada perasaan untuk Asa?
"Walaupun begitu, gue nggak akan pernah menyukai dia. Karena di balik sebuah nama 'ALGASA' masih ada nama orang lain di sana." Ujarnya dengan dingin, sambil menatap sebuah foto dirinya bersama dengan seseorang.
"Andai, lu selalu bersama gue. Mungkin sekarang gue akan memperlakukan lu sebagai seorang wanita yang sangat bahagia di dunia ini."
"Lu tahu? Sekarang gue dan yang dulu sudah beda jauh, mungkin gue yang sekarang sudah layaknya seorang monster, dan itu semua gara-gara lu yang sudah mengubah gue jadi seperti ini."
"Kalau lu pergi karena gue terlalu lemah untuk lu, sekarang gue sudah menjadi seorang 'ALGASA' yang sangat sempurna untuk lu, dan bisa membuat lu bahagia."
__ADS_1
"Mungkin, dulu lu ninggalin gue karena dia yang lebih sempurna untuk lu. Apakah, lu bahagia bersamanya? Atau, lu menyesal?"
"Jika lu membutuhkan gue disini, gue akan selalu menunggu sebuah nama Dasalina Wulandari disini." Ujarnya dengan senyuman lirih.
Masalalu adalah yang paling kita sulit untuk dilupakan dan itu mampu membuat kita berubah menjadi bukan diri kita. Apakah, di saat masalalu itu tiba ....
Mampu membuat perjuangan seseorang malah semakin berat untuk mendapatkan perasaan seseorang lelaki kepadanya.
Alga mulai menaruh bingkai foto tersebut ke dalam laci dan menguncinya.
"Gue tahu kok, lu bukan milik gue lagi! Mungkin, memang seharusnya gue melupakan lu saat ini." Gumamnya sambil tersenyum kecil.
...🌻ALGASA🌻...
Seorang lelaki yang sangat lemah, dengan kacamata bulatnya yang selalu melingkar di kedua matanya. Lelaki itu dengan setia menunggu seorang gadis yang sangat dirinya cintai dan sayangi.
"Da, lu nggak salah pacaran sama dia? Sudah lemah, gampang dibodohin, dan seorang lelaki yang sangat culun." Ujar seorang gadis yang berdiri di samping gadis bernama Dasalina Wulandari.
Dasa yang mendengar perkataan sahabatnya, dirinya mulai tersenyum lebar.
"Lu nggak akan paham, gue sayang sama dia bukan karena hal itu." Ujarnya dengan senyuman.
"Iya, udah, gue samperin cowok gue dulu, yah? Bye!" Pamitnya dengan senyuman.
"Ga! Sudah nungguin lama, yah?" Tanya seorang gadis cantik dan manis bagi seorang lelaki bernama Algasa Adistia Renanda.
Alga yang di panggil pun mulai menatap wajah seorang gadis di hadapannya dan tersenyum bahagia.
"Nggak kok! Bagi Alga menunggu seorang gadis cantik seperti Dasa, tidak akan pernah membuat seorang Alga capek untuk menunggunya." Ujar Alga dengan senyuman manisnya.
Dasa yang mendengar perkataan Alga, dirinya tersenyum lebar.
"Berarti, Alga harus janji sama Dasa. Bahwa tidak akan ada satu seorang gadis pun yang boleh menempatkan posisi Dasa dari hati Alga."
"Karena Alga akan selalu bersama dengan Dasa, bukan untuk yang lain!" Jelasnya dengan senyuman manis dari seorang gadis seperti Dasa.
Alga pun menganggukkan kepalanya, "Alga janji kepada Dasa, hanya Dasa saja seorang yang pertama dan yang selalu di cintai oleh seorang lelaki seperti Alga." Janjinya dengan tegas, sambil mengulurkan jari kelingkingnya.
Dasa tersenyum dan memberikan uluran jari kelingkingnya untuk menyentuhnya. "Janji? Jari kelingking Alga dan Dasa." Ucapnya dengan lembut.
Mungkin hanya seorang gadis seperti Dasa yang bisa membuat hati seorang Alga jatuh cinta kepadanya, dan hanyalah dia yang bisa membuat seorang lelaki seperti Alga melakukan berbagai apa pun cara untuk kebahagiaan seseorang yang paling penting di dalam kehidupan-nya.
__ADS_1