ALGASA

ALGASA
Chapter 15


__ADS_3

"Gue nggak pernah menyangka, seorang gadis yang selalu gue anggap horor di dalam kehidupan gue."


"Kini, dirinya malah berubah menjadi sebuah ketakutan yang tidak ingin gue rasakan sama sekali di dalam kehidupan gue, yaitu takut kehilangan."


...~Algasa Adistia Renanda~...


...•••••••...


Malam adalah sebuah kejadian yang sangat indah, dan sempurna untuk kita menatap langit-langit yang gelap gulita, yang dibantu oleh sinarnya sebuah cahaya dari bintang dan rembulan.


Berbeda dengan seorang gadis yang kini sedang memandangi sebuah karya Tuhan di hadapannya dengan sangat sempurna dan indah. Dirinya tersenyum kecil, sambil mengingat semua kehangatan yang diberikan oleh sang pangeran matahari yang berada disampingnya.


Alga yang merasa diperhatikan dari tadi. Kini, dirinya mulai menghela nafasnya dengan berat, dan menatap sekilas ke arah Asa dengan heran.


"Gue berdoa, supaya lu jangan sampai tambah nggak waras saja kalau menatap gue kayak gitu!" Ujarnya dengan berat.


Asa yang mendengar perkataan dari laki-laki di sampingnya, dirinya tersenyum manis, sambil dengan setia menatap setiap inci yang diberikan oleh Tuhan kepadanya.


"Kak Alga? Boleh Asa tanya?" Tanya Asa dengan lembut.


"Apa?"


"Kok wajah Kak Alga bisa ganteng banget, yah?"


Alga yang mendengar perkataan dari gadis disampingnya, dirinya mulai heran dengan perkataannya.


"Karena, wajah gue diberikan oleh Tuhan." Jawabnya datar.


Asa menganggukkan kepalanya mengerti, "Terus, kenapa Asa bisa sangat sayang sama Kak Alga, yah?" Tanya Asa sekali lagi.


Alga mulai menatap kearah gadis disampingnya, "Karena, itu perasaan lu!" Jawabnya dengan datar.


"Sekarang giliran gue yang tanya sama lu, dan lu yang jawab pertanyaan gue!" Jelasnya dengan tegas.


Asa menganggukkan kepalanya, "Kak Alga mau tanya apa?" Tanya Asa yang penasaran.


"Kenapa lu sayang sama gue?" Tanya Alga yang ingin sekali mengetahui perasaan gadis di sampingnya, sambil fokus ke arah depan.


"Sayang!"


Alga yang mendengar perkataan dari Asa, dirinya mulai memberhentikan mobilnya di depan sebuah rumah.


"Maksud gue, lu sayang sama gue karena apa?"


"Sayang!"


Alga yang mendengar perkataan dari gadis di depan tatapannya, dirinya mulai menghela nafasnya dengan kasar, sambil mengusap-usap wajahnya dengan kasar.


"Lu paham nggak sih maksud gue? Gue tanya lu, bukannya lu tanya balik ke gue!" Murkanya dengan kesal.


Asa yang mendengar perkataan dari laki-laki di hadapannya, dirinya mulai menghela nafasnya dengan berat.


"Maksudnya Asa, karena Asa sayang sama Kak Alga!" Ujarnya yang mulai emosi atas semua perkataan dari lelaki disampingnya.


Alga menganggukkan kepalanya, "Udah? Itu saja?" Tanyanya lagi.


Asa menganggukkan kepalanya dengan cepat, "Yah, emang Kak Alga mau Asa bilang apa?" Ucap Asa dengan heran.

__ADS_1


"Nggak! Silahkan turun, kita sudah sampai di rumah lu!" Jelasnya datar.


Asa yang ingin membuka pintu mobilnya, dirinya mulai melihat sebuah boneka yang sangat seram di matanya, Asa pun mulai berpelukan erat kepada Alga.


Alga yang melihat kejadian itu, dirinya mulai mendorong Asa dengan cepat.


"Lu jangan melecehkan gue! Gue masih ingin perawan!" Murkanya dengan kesal.


Asa yang mendengar perkataan dari laki-laki di hadapannya, dirinya mulai menghela nafasnya dengan berat.


"Siapa yang mau kayak gituan sama Kak Alga? Asa cuma takut sama boneka yang di belakang!" Ujarnya dengan kesal.


Alga mulai menoleh ke arah bangku penumpang belakang, dirinya mulai mengambil boneka itu di tangannya.


"Ini Annabelle!" Jelasnya, yang memperkenalkan bonekanya.


"Asa tahu kok, Asa sering nonton filmnya. Maksud Asa, itu boneka siapa? Seram banget!"


"Ini boneka gue, dan dia nggak seram!" Jelasnya dengan datar, sambil menyisir rambut boneka ANNABELLE dengan lembut.


Asa yang mendengar, dan melihat tingkah hangat Alga kepada boneka seram itu, dirinya mulai mengambil boneka itu dari Alga.


"Kak Alga nggak boleh perhatian sama dia!" Ujarnya dengan kesal.


Alga yang mendengar perkataan dari gadis di hadapannya, dirinya mulai menatap Asa dengan heran.


"Kenapa?" Tanya Alga heran.


Asa mulai memcemberut'kan bibirnya, "Kak Alga peka dikit napa!" Ujarnya yang kesal atas kebodohan yang dimiliki dari laki-laki di hadapannya.


"Nggak mau!"


"Asa! Gue bilang balikin boneka gue sekarang!" Pinta Alga dengan kesal atas tingkah gadis di hadapannya.


Asa menggelengkan kepalanya, "Nggak mau, Asa cemburu kalau Kak Alga menunjukkan keromantisan ke dia!" Jelasnya dengan lirih.


Alga yang mendengar perkataan dari gadis disampingnya, dirinya mulai tersenyum kecil, sambil mengambil paksa kembali bonekanya dengan cepat.


"Ini boneka, Sa!" Jelasnya dengan datar.


"Walaupun itu boneka, Asa tetap cemburu! Masa, Kak Alga suka sama yang seram dan jelek kayak gini? Ketimbang Asa yang sangat manis dan cantik ini di hadapan Kak Alga!"


"Tapi! Kak Alga nggak ada romantisnya sama Asa, giliran sama boneka seram itu malah bersikap lembut, nggak adil!" Ujarnya dengan kesal, dan cemburu atas perlakuan khusus Alga kepada boneka yang sangat seram dan jelek.


Alga hanya menghela nafasnya dengan berat, "Sa! Lu ngapain cemburu sama boneka? Ini benda mati, Sa!" Jelas Alga.


"Walaupun itu benda mati, dan boneka. Tapi! Itukan boneka cewek, kalau Annabelle malah suka sama Kak Alga? Dan merebut Kak Alga dari Asa bagaimana?" Ujar Asa dengan kesal sambil merebut kembali boneka itu dari tangan Alga.


Alga yang mendengar perkataan dari gadis disampingnya, dirinya mulai menatap Asa dengan tajam.


"Sa! Dengerin gue, lu jangan kayak anak kecil!"


"Asa nggak kayak anak kecil kok! Asa hanya mau ambil boneka itu dari–"


"Lu mau tahu, kenapa gue beli boneka ini?"


"Dengerin gue dulu!"

__ADS_1


Asa yang ingin mengeluarkan suaranya, kini dirinya mulai terdiam dengan patuh mendengarkan semua perkataan dari Alga.


Alga yang melihat gadis disampingnya mulai terdiam, dan patuh seperti seorang anak kecil. Kini, dirinya mulai menatap kedua mata gadis disampingnya dengan tajam.


"Gue beli boneka ini, karena dia adalah lu!"


"Kok Asa–"


"Gue bilang dengerin dulu, bukannya potong perkataan gue mulu kerjaannya!"


"Yaudah, Asa dengerin!" Gumamnya dengan pasrah.


"Karena, boneka ini sangat langka dan horor di kehidupan seseorang. Sama halnya seperti lu! Yang selalu horor di kehidupan gue, dan sangat langka sebagai gadis yang selalu sabar menerima perlakuan kasar dari gue!"


Alga mulai menghentikan perkataannya, sambil mulai menatap kearah depan, dan menghela nafasnya dengan berat.


"Bahkan, lu adalah sebuah ketakutan yang mulai datang di dalam kehidupan gue sekarang. Gue takut, jika lu akan meninggalkan gue seperti yang lain." Jelasnya lagi, sambil menatap kearah gadis disampingnya.


"Jadi! Lu nggak perlu khawatir, karena hati gue sudah buat lu. Walaupun, itu hanya 1%" Ucapnya yang ingin menyakinkan kepada gadis di sampingnya.


Asa yang mendengar perkataan dari laki-laki di hadapannya, dirinya mulai tersenyum manis, sebagian dirinya juga tidak menerima kalau dirinya sangat jelek dipandangan laki-laki di hadapannya.


"Tapi! Asa kok malah jel–"


"Kalau lu cantik, dan mempunya badan seksi. Gue akan menerima lu gitu? Nggak akan, Sa!"


"Karena ... gue akan selalu menerima lu apa adanya, Sa! Walaupun lu sudah jelek, tua, bahkan bodoh! Gue akan selalu menyukai lu, dan selalu bersama lu, Sa!" Jelasnya dengan tegas.


Asa yang mendengar perkataan dari laki-laki di hadapannya, dirinya mulai tersenyum bahagia.


"Kak Alga, makasih untuk perkataan manisnya. Asa nggak akan pernah meninggalkan Kak Alga kok, walaupun itu sampai akhir nyawa Asa." Ucapnya dengan senyuman.


Alga yang mendengar perkataan dari gadis di sampingnya, dirinya mulai tersenyum kecil.


"Yaudah turun dari mobil gue!" Usirnya, yang mulai membuka pintu mobil Asa dari dalam.


"Kak Alga usir Asa?" Tanya Asa heran.


Sungguh, sifat laki-laki ini sangat sering berubah-ubah. Kadang romantis sampai membuat perasaan seseorang terbunga-bunga, giliran sudah dikasih kata manis langsung dijatuhkan ke tanah. Sungguh sakitnya!


"Sudah malam, Sa! Gue mau pulang, cepatan turun!" Usirnya sekali lagi.


Asa yang mendengar perkataan Alga, dirinya mulai menghela nafasnya dengan berat, dan turun dari mobilnya.


Alga yang melihat Asa sudah turun, dirinya mulai menutup pintu mobilnya lagi.


"Kak Alga, terima–"


Alga mulai menyalakan mesin mobilnya, dan mulai meninggalkan Asa sendirian tanpa mendengar sedikit pun perkataan dari Asa.


Asa yang diperlakukan seperti itu, dirinya mulai menghentakkan kakinya ke tanah dengan kasar.


"Dasar! Untung sayang, kalau nggak sudah Asa buang!" Ujarnya dengan kesal, sambil tersenyum atas semua perkataan dari laki-laki barusan.


...••••••...


Bagaimana? Horor nggak? Hororlah, masa nggak😂😂 ayo ... Tinggalkan komentar kalian

__ADS_1


__ADS_2