Always Him

Always Him
10


__ADS_3

Setelah mengetahui fakta bahwa Raga sudah memiliki kekasih, aku sengaja tidak terlalu berinteraksi dengannya seperti yang sudah-sudah.


Aku sadar diri, aku hanyalah orang egois yang mementingkan diri sendiri. Aku yang serakah ingin memiliki Raga seorang diri.


Aku harus move on!


Tidak masalah dengan cinta pertama yang tidak berbalas bukan?


Pasti ada kesempatan untuk cinta selanjutnya. Dan semoga saja cintaku yang selanjutnya berakhir dengan baik untuk diriku.


Hari berganti hari, kedekatanku dengan Raga juga biasa saja layaknya seorang teman. Dia juga masih terus mengirimi pesan singkat kepadaku. Tentu saja untuk menanyakan tugas.


Ya, hanya tugas dan pertemanan yang ada diantara kita. Tidak ada yang lain.


Hari ini ujian akhir sekolah diadakan. Aku sangat siap untuk ujian kali ini. Aku harus mendapatkan nilai yang memuaskan agar ayah memberiku hadiah liburan ke jogja.


Aku sangat membutuhkan liburan setelah apa yang kulalui di tahun kedua ini.


Aku hanya ingin menyembukan diriku sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih baik kedepannya.


Saat ini mungkin aku belum bisa melupakan rasa suka ku kepadanya, tapi di masa depan aku pasti bisa bukan?


Dengan perasaan sendiri saja aku tidak yakin?!

__ADS_1


Kenapa Raga tidak mau meninggalkan hatiku, atau aku yang tidak mau menghilangkan Raga dalam hatiku?


Kalau boleh memilih, ku rasa aku lebih suka tidak merasakan jatuh cinta secepat ini.


Aku tidak ingin patah hati secepat ini.


Aku juga tidak tau harus membagi perasaan ini dengan siapa?!


Ajeng? Okta? Tentu itu bukan pilihan yang tepat. Memangnya apa yang akan ku katakan? Aku jatuh cinta dan patah hati dengan orang yang sama? Atau aku bersedih karna cintaku tak berbalas?


Ku rasa kita semua belum sedewasa itu untuk membicarakan itu dan akan menemukan solusi terbaik nantinya.


Sekali lagi, kata orang cara ampuh move on adalah menemukan yang baru.


Aku harus mencari yang baru itu dimana?


Bahkan sesi move on ku sangat lama untuk sekedar melupakan cinta monyetku ini.


Meskipun sebagian banyak teman-temanku sudah mengenal pacaran, tapi aku yakin itu hanya sekedar cinta sesaat saja. Melihat banyak dari mereka dengan mudahnya bergonta ganti pasangan seakan tidak ada rasa kecewa, sedih, penyesalan saat menghadapi perpisahan.


Mengapa mereka dengan mudah berpindah dari satu hati ke hati yang lain sedangkan aku melupakan satu orang saja susah? Aku juga ingin seperti mereka yang dengan mudah menemukan yang baru untuk melupakan yang lama.


Hi there!

__ADS_1


Sudah memasuki bagian ke sepuluh! Bagaimana dengan cerita ini?


Apakah kalian juga merasakan keresahan yang Gadis rasakan?


Bagaimana dengan cinta pertama kalian?


Apa kalian merasakan apa yang Gadis rasakan juga?


Atau kalian tidak mengingat bahkan melupakan cinta pertama kalian?


Atau mungkin kalian baru mengingatnya kembali saat membaca cerita Gadis?


Aku harap kalian tidak merasakan apa yang Gadis rasakan ya ☺️


Bagaimana kelanjutan kisah Gadis?


Apakah Raga akan menengok ke arahnya nanti?


Atau ada cerita yang lebih menarik dari mereka berdua?


Terima kasih teman-teman yang sudah menyempatkan waktu luang kalian hanya untuk membaca cerita ini ☺️❤️


Aku harap cerita ini bisa menghibur waktu kalian semua ya!

__ADS_1


Sincerely,


Didi


__ADS_2