Always Him

Always Him
2


__ADS_3

Bel istirahatpun berbunyi.


Semua yang ada di kelas berhamburan menuju kantin untuk memberi amunisi naga mereka yang hidup sehat di dalam perut.


Setelah sampai di kantin, aku dan Ajeng memesan bakso dan es jeruk yang menghiurkan itu.


Setelah memesan, kami duduk di ujung kantin.


Tak lama setelah itu datanglah laki-laki yang sudah berhasil mencuri perhatianku beberapa jam lalu. Sial dihari pertama bukannya memikirkan pelajaran malah memikirkan laki-laki itu.


Raga dan teman-temannya masuk ke kantin dan duduk anteng di meja itu.


Ternyata dia anak yang cukup memiliki banyak teman mengingat di kelas dia termasuk orang yang pendiam.


Ya Tuhan, bisakah aku berhenti memperhatikannya sebentar saja?


"Apa yang sedang kau pikirkan?" Seru Ajeng.


Tiba-tiba suara itu mengembalikanku ke dunia nyata.


"Tidak" Jawabku sekenanya.


"Kau menyukainya?" Tanya Ajeng


"Kenapa?"


"Apa kau mendadak menjadi tuli Dis?"


"Sial! Aku masih sangat sehat kalau itu yang kau tanyakan"


"Jadi bagaimana?"


"Apa?"


"Ck apakah aku harus mengulang beberapa kali pertanyaan ku itu wahai sahabatku?"


Ah sahabat ya! Aku sangat senang mendengarnya. Mengingat aku bukanlah orang yang pintar bersosialisasi dengan baik.

__ADS_1


"Hei sekarang kau malah melamun dan tidak menjawabku? Teman macam apa kau ini dasar!" Seru Ajeng


"Diamlah!" Seruku


"Kau ini, apa kamu tidak tau kalau aku sedang kepo Gadis?"


"Diamlah dan makan baksomu nona"


"Hm menarik juga. Baiklah aku simpulkan kau menyukainya"


"Demi Tuhan aku tidak menyukainya"


"Lihat lihat lihat! Kau menyukainya benar?"


"Tentu saja tidak Jeng. Astaga makanlah makananmu dan berhenti berbicara!"


"Kau saja tidak tau siapa yang ku bicarakan dan kau sudah bilang tidak menyukainya. Hilangkan sikap ketidak pedulianmu terhadap sekitar Dis"


"Memang kamu membicarakan siapa? Kenapa kamu jadi uring-uringan begini?"


"Siapa lagi kalau bukan Raga"


"Iya Raga. Berapa banyak Raga yang kamu kenal dalam hidupmu astaga!"


"Hanya dia"


"Jadi kita benar membicarakan Raga yang sama bukan?!"


"Hm."


"Sial. Jadi kamu menyukainya? Aku lihat kalian sangatlah cocok. Sama sama cuek dengan sekitar."


"Tentu saja tidak. Kenapa kamu membicarakan dia terus? Cepat habiskan makananmu dan kembali ke kelas"


"Dasar kau ini. Sungguh tidak menyenangkan sekali. Aku kan hanya bertanya dan mengutarakan pendapatku tentang kalian berdua. Itu saja!"


"Aku tidak butuh pendapatmu dan menjawab pertanyaan konyolmu itu"

__ADS_1


"Sungguh kau menyebalkan Gadis. Lihat saja kalau kalian jadian nanti kamu akan sangat berterima kasih kepadaku"


Akupun mendiamkan Ajeng yang cerewet itu. Sungguh akupun tidak tau dengan pertanyaan Ajeng tadi. Apa benar aku menyukainya? Benarkah begitu? Rasa menyukai itu seperti apa? Bukankah aku hanya tertarik dan mengaguminya saja?!


Setelah itu akupun melihat ke arah Raga duduk bersama teman-temannya. Sungguh aku sangat menyukai senyumannya itu.


Lihatlah aku merasa seperti penguntit yang selalu memperhatikan gerak geriknya dari jauh.


Apakah benar yang dikatakan Ajeng? Apa aku sudah menyukainya? Secepat itu? Bahkan kita belum pernah ngobrol dan bertegur sapa. Kita? Sejak kapan dia dan aku menjadi kita?


Sial. Memikirkannya saja sungguh menyenangkan.


Aku tidak tau kalau mengagumi seseorang semenyenangkan ini.


"Senyum-senyum sendiri heh? Nanti kesambet setan baru tau rasa" Sambar Ajeng.


Sial aku ketahuan. Akupun tidak menghiraukan Ajeng.


"Sudah selesai kan? Ayo kita kembali?"


"Kamu sungguh menyebalkan Dis demi Tuhan"


Akupun berdiri dan meninggalkan kantin.


"Heh tunggu aku Gadis!"


Disaat aku meninggalkan kantin, aku dan Ajeng pun melewati tempat Raga dan teman-temannya berada.


Sial dia tersenyum kearahku!


"Dia tersenyum melihatmu heh? Yakin kalian tidak ada apa-apa?" Seru ajeng


"Diamlah!"


"Ck kau sungguh gadis yang menyebalkan! Untung aku sangat menyayangimu. Bilang terima kasih kepadaku"


Akupun tidak menghiraukan ocehan Ajeng yang tidak bermutu itu. Aku masih memikirkan senyuman itu.

__ADS_1


Ah memikirkannya saja sungguh menyenangkan.


__ADS_2