
Tahun kedua di masa putih biru tua ku dimulai.
Banyak sekali hal-hal yang terjadi satu tahun lalu.
Kabar baiknya, di tahun kedua ini aku masih satu kelas dengan Ajeng, Eka, Yura dan tentu saja Raga.
Kabar baik lainnya adalah Raga belum memiliki kekasih. Tentang ka Nisa, dia tidak menerimanya. Tau darimana? Tentu saja ta dari sumber terpercaya bacotan Ajeng yang punya jangkauan luas di sekolah ini.
Waktu Ajeng menceritakan itu kepadaku, aku sungguh lega. Terima kasih pada Ajeng sudah menjadi manusia yang peka sebelum aku menanyakan itu.
Bel masuk berbunyi.
Hari pertama di jam pertama sudah disuguhi matematika yang merumitkan sebagian banyak murid yang ada di dunia ini.
Sungguh membosankan bukan?
Oh ya, aku tidak lagi duduk sebangku dengan Ajeng. Sekarang aku juga mempunyai teman lain yang sekarang menjadi teman sebangku ku. Dia adalah Okta.
Gadis periang dan cantik. Dia juga tinggi atau mungkin aku yang tidak tumbuh dengan baik. Aku akan menanyakan Okta rahasia tinggi padanya nanti. Kalau ingat 😁
Aku juga senang Ajeng memiliki teman-teman baru yang dekat dengannya.
Meskipun tidak sebangku lagi, kita masih duduk berdekatan.
Lalu gurupun datang
__ADS_1
"Selamat pagi semuanya! Perkenalkan nama saya Abi, saya yang akan menjadi wali kelas kalian satu tahun kedepan.
Ada yang ditanyakan?"
"Tidak pak!" Jawab sebagian penghuni kelas
"Baiklah kalau tidak ada. Saya ingin merubah posisi kalian saat ini biar lebih berbaur satu sama lain."
Akhirnya pak Abi mengatur posisi duduk kita semua.
Dan namaku dan Okta dipanggil terakhir.
Dan pak Abi menempatkan kita tepat di depan tempat duduk Raga dan Zaki.
Tuhan, jantungku mulai tidak bisa dikendalikan lagi. Apakah ini awal keberuntunganku? Atau sebaliknya?
Akhirnya aku dan Okta menuju tempat duduk kita yang baru.
Aku berusaha keras menormalkan perasaanku. Tapi ketika aku melihat Raga tersenyum, semua yang ku lakukan tadi terasa sia-sia.
Raga dan senyumnya.
Semakin hari Raga semakin menawan. Dengan kumis tipis yang mulai tumbuh menandakan dia akan segera menjadi pria dewasa dan jangan lupakan senyum yang selalu menghiasinya setiap saat menambah sedikit kegantengannya.
Ku harap hanya sedikit, karna kalau banyak nanti aku harus bagaimana menyikapi diriku sendiri ☺️
__ADS_1
"Semoga kita bisa menjadi tetangga yang baik untuk satu tahun kedepan ya" Seru Raga dengan senyum terbaiknya
Bisakah dia tidak terlalu mengumbar senyuman itu? Tidak bisakah dia berhemat sedikit saja? Apakah dia tidak takut senyum itu dicuri nantinya?
"Tentu saja. Kita akan menjadi geng terkompak di kelas ini. Kamu tenang saja" Jawab Okta
Setelah duduk di tempat baru, akhirnya kita melanjutkan kegiatan belajar kita.
Seperti yang sudah-sudah, aku selalu bosan di setiap pelajaran yang ada. Keterangan yang disampaikan oleh guru tidak begitu ku dengarkan.
Aku asik menulis apa yang ada di imajinasiku ke dalam buku tulis yang selalu ku bawa. Bukan diary ya, hanya buku biasa saja.
Setelah itu bel istirahat pun berbunyi.
"Ayo cepat kita harus ke kantin sebelum tidak kebagian tempat" Seru Okta
"Ayo kita ke kantin sama-sama" Seru Raga kemudian
akhirnya Okta, Raga, Zaki dan aku menuju ke kantin bersama. Tentu seperti yang Okta bilang, kita geng sekarang. Jadi kita ke kantin bersama.
Setiba di kantin dan memesan pesanan masing-masing, kita berempat duduk anteng di pojok kantin.
"Hi, sayang!"
Suara perempuan itu membuat kita berempat menatapnya.
__ADS_1
Siapa dia? Kekasih Zaki? Mengingat Zaki juga cowok yang cukup dikagumi.
Tapi apa kekasih Raga?