
"Samperin jangan?" Tanya Caca
"Ngapain?" Tanya ku
"Ga kangen gitu sama Gaga?" Goda Caca
"Apaan sih, Ca? Ga penting deh"
"Salting nih" Goda Caca lagi
"Ngga ya"
"Kalo ga salting, cemburu nih?!" Seru Caca
"Dih ga ya" Kesal ku
"Halah, lain di bacot lain di hati lo, Dis. Kalo cewek itu cewek kak Arga gimana?"
"Ya ga gimana dong. Itu kan hak kak Arga"
"Yakin gue pas lo bilang gitu, hati lo berantakan"
"Wah songong bener ini anak setan. Kayak hati lo ga berantakan aja" Seru ku
"Sesama berantakan harus saling mendukung"
"Apaan dah"
"Yauda yuk kesana, sekalian ke Raga"
"Bilang aja lo mau ketemu Raga, pake acara ngambing hitamin gue!"
"Tau aja bu Bambang yang satu ini"
Akhirnya kita berdua jalan ke arah kak Arga dan Raga berada.
Sial, jantung gue kenapa gini?
Tenang, Gadis!
"Gadis!" Seru seseorang
__ADS_1
"Kak Mia!" Seru ku sambil jalan ke arahnya
"Ya ampun Dis! Udah lama banget kita ga ketemu. Makin cantik aja lo ya! Gimana kabar?" Tanya kak Mia
"Bisa aja kamu kak. Aku baik, kakak apa kabar?"
"Gue baik banget, Dis. Lo masih aja ya aku kamu sama gue. Santai aja kali Dis! Pantes aja Arga susah move on nya. Kamunya sekarang makin mengagumkan sekarang"
"Apaan sih kak"
"Aduh merona hehe. Liat tuh, Ga! Ga mau nyapa Gadis nih? Apa kasih selamat gitu?" Tanya kak Mia ke kak Arga
Aku langsung menatap kak Arga. Dia masih setia dengan wajah datarnya itu. Ternyata dia ga berubah.
Entah aku harus bersyukur atau gimana?!
Apa aku harus menyapa kak Arga? Tapi aku harus bicara apa?
"Mau lanjut di mana, Dis?" Tanya kak Mia lagi
"Surabaya kak" Jawab ku
"Masih mau ambil kedokteran?"
"Wah, sefakultas sama Arga dong"
Aku hanya menatap kak Arga yang juga menatapku tajam.
Apa ada yang salah denganku hari ini?
Apa kak Arga masih marah karna perkataanku dulu?
Sial! Situasi macam apa ini?
"Nanti di Surabaya, jangan kaget ya sama kelakuan Arga" Seru kak Mia
"Memangnya kenapa kak?" Heran ku
"Yakin mau tau?" Tanya kak Mia
"Berisik!" Seru kak Arga
__ADS_1
Seruan kak Arga langsung menciptakan suasana hening di sini.
"Biarin aja dia, dia emang gitu orangnya" Seru kak Mia
Aku hanya mengangguk saja.
"Eh ya, siapa dia, Dis?" Tanya kak Mia lagi
"Kenalin kak, ini Caca. Ca, ini kak Mia sahabatnya kak Bebe"
"Salam kenal kak!" Jawab Caca
"Salam kenal juga. Sudah lama sahabatan sama Gadis?" Tanya kak Mia
"Bisa di bilang begitu kak"
"Mau lanjut ke Surabaya juga?"
"Ngga kak, aku lanjut ke German"
"Wah jauh ya, sukses ya"
"Makasih kak" Jawab Caca
"Aku permisi ke toilet dulu ya" Pamitku
Akupun berjalan ke arah toilet. Saat tiba di toilet dan membuka pintu, aku di kejutkan dengan pemandangan di depanku.
Sial, kenapa mata ku jadi berair?
"Aaappp Apa yang kalian lakukan?" Teriak ku
Dua orang yang ada di depan ku pun kaget karena teriakanku.
Dengan santai mereka memperbaiki penampilan mereka tanpa menganggapku.
Benar-benar sialan!
Aku hanya menatap mereka benci.
Saat akan beranjak dari sana, seruan seseorang menghentikanku.
__ADS_1
"Setelah merusak kesenangan gue, lo pikir bisa pergi gitu aja?" Seru seseorang