
ARGA POV
Perkenalkan, gue Arga Pramudya.
Seorang murid SMA tingkat akhir yang biasa saja.
Gue bersahabat dari kecil dengan Gama dan Dias.
Menurut orang di sekeliling gue, gue adalah manusia yang sempurna. Hanya saja mereka gatau aja gue memendam penyesalan terhadap seorang gadis sejak dulu.
Kalau kalian berfikir bahwa gadis itu adalah Gadis, itu sangatlah salah besar!
Penyesalan itu bukan dengan seorang Gadis Pradipta.
Gue hanya menuntut maaf dari gadisku. Bolehkah gue memanggil Gadis dengan sebutan itu?
Waktu itu gue baru aja menginjak bangku SMP dan berteman baik dengan seorang perempuan. Dia bernama Bella.
Dia secantik namanya, tapi gue ga melihatnya sebagai perempuan yang gue cintai. Gue sudah menganggapnya sebagai teman saja, tidak lebih.
Tebakan kalian tepat sekali!
Seperti cerita-cerita di novel romance, Bella menuntut lebih dari itu tetapi gue gabisa.
Hati ini sudah terisi dengan satu nama dari dulu sekali.
Dan gadis itu adalah adik Bella, Gadis.
Gue dan Bella ga hanya berteman, kita juga tetangga sejak kecil. Maka dari itu, gue akrab sama dia dan keluarganya.
Semuanya berjalan dengan wajar saja sampe di hari Bella ngungkapin perasaannya ke gue.
Jujur aja gue udah tau hari ini akan tiba. Tapi yang ga gue tau adalah hari itu tiba di saat yang tidak tepat.
Hari itu adalah hari ulang tahun Gadis ke 10.
Gue sangat senang melihatnya yang terlihat lucu dengan gaun merah jambunya, dengan rambut lurus sebahu. Jangan lupakan juga poninya yang seperti Dora itu.
Mengingatnya saja membuat jantung ini berdebar ga karuan.
__ADS_1
Kalian mungkin hanya menganggap cinta gue bualan aja, tapi kenyataannya emang gue udah cinta sama Gadis, bahkan setelah gue melihatnya pertama kali saat gue dateng ke rumah sakit untuk menyapa dia yang baru di lahirkan ke dunia.
Cinta memang sekonyol itu.
Mulai dari situ, gue selalu memperhatikannya dari kejauhan. Dia tipe gadis yang menyendiri dan suka bermain boneka di taman komplek. Jangan lupakan juga kuncir kudanya dan senyumannya.
"Aku menyukaimu!" Seru Bella
Aku hanya menatapnya tajam dan memperhatikan orang sekitar.
Sial gue jadi pusat perhatian. Gue melirik ke arah Gadis yang hanya menatap heran pada Bella dan gue.
"Jangan bercanda!" Kesalku
"Aku serius, Ga!" Jawab Bella
"Gue gasuka sama lo" Jawab gue dengan malas
"Kenapa?" Bella mulai menangis
"Gue sudah bilang tadi"
"Jangan bawa-bawa dia!" Geramku
"Tapi memang kenyataannya begitu kan? Kenapa kamu gabisa nengok sedikit saja ke aku Ga? Aku yang cinta sama kamu, aku yang kenal duluan sama kamu. Kenapa kamu sukanya sama anak kecil itu?" Lirih Bella
"Gue gabisa maksa perasaan gue, Bel. Gue emang suka sama anak kecil yang lo sebut tadi." Jawabku
"Baiklah kalau begitu. Ucapkan selamat tinggal padaku dan Gadis!" Jawabnya sambil melangkah ke arah Gadis
"Apa maksudmu?" Teriakku
"Bella! Berhenti!" Teriakku kembali
Bella terus melaju ke arah Gadis. Sampai di depan Gadis dia langsung menjambak rambutnya dan menariknya ke arah kolam renang.
"Ka Bebe lepaskan Gadis! Sakit ka!" Kata Gadis kecil sambil menangis.
Sialan.
__ADS_1
Gue mencoba mendekatkan jarak pada Bella tapi dia terlanjur melempar Gadis ke kolam renang.
"Ka Bebe!" Teriak Gadis
"Apa yang lo lakukan?" Marahku
"Lo masih harepin gadis lemah kayak dia?"
"Bukan urusan lo!" Sarkasku
"Baiklah kalau begitu!"
Gue hanya melirik ke arahnya dan melaju ke arah Gadis yang sudah kembali ke permukaan.
"Kamu tidak apa-apa?" Tanyaku menatap sendu
"Aku tidak apa-apa kak Ga. Kenapa ka Bebe jahat padaku?" Tanya Gadis
"Tidak, dia hanya bermain denganmu. Ayo masuk nanti kamu kedinginan!"
Saat hendak masuk ke dalam, gue denger sesuatu yang keras jatuh dari atas ke taman dekat kolam renang.
"Ka Bebe!" Teriak Gadis sambil menangis
Gue berdiri kaku di tempatku melihat sesuatu yang jatuh tadi adalah Bella.
"Gadis" Sapaku menenangkannya
"Pergi!" Teriak Gadis
"Tidak mau!" Jawabku
"Menjauh! Ka Bebe begini karna kakak kan? Ka Beb tadi tidak hanya ingin bermain denganku kan? Ini semua karna ka Gaga! Aku benci ka Gaga!" Teriak Gadis
Cintaku telah membenciku sebelum gue melakukan apapun untuk memperjuangkannya.
Kenapa takdir sesialan ini kepadaku?
Gue merasa bersalah dan menyesal karna gue, Gadis kehilangan kakak yang dia cintai. Karna gue, Bella mengakhiri hidupnya.
__ADS_1
Tapi rasa itu, tidak lebih besar dari rasa cintaku pada gadisku.