
"Setelah merusak kesenangan gue, lo pikir bisa pergi gitu aja?" Seru seseorang
"Apa maksudmu?" Jawab Gadis sambil berjalan mundur
"Lo tanya maksud gue?" Tanya seseorang sambil melangkah mendekat ke arah gadis
"Udahlah, ga perlu ngurusin cewek cupu kayak dia!" Seru cewek tadi
"Diem! Sekarang lo bisa keluar!" Seru cowok yang hanya berjarak 2 langkah di depan ku
"Lo ngusir gue?" Marah cewek itu
"Lo budek?" Tanya cowok itu sambil menatap cewek itu tajam
"Sialan!" Umpat cewek itu lalu keluar dari kamar mandi
Setelah aku melihat drama tadi, aku juga melangkahkan kaki ku keluar.
"Gue bilang lo ga boleh keluar!"
"Apa?" Tanya ku
"Lo masih ada urusan sama gue"
"Apa? Cepet selesein" Jawab ku
"Yakin mau cepet? Ga bisa gitu kita main pelan?" Jawab cowok itu sambil menampilkan senyuman menyebalkan
"Apa maksud lo?" Marah ku
"Santai, Babe. Ga perlu marah" Jawab cowo itu
Aku hanya diam tanpa menjawab perkataannya.
"Gadis!" Seru cowo itu
Aku masih diam tanpa menjawab.
"Lo bisu?" Tanya cowo itu lagi
Aku masih diam dan menatapnya datar.
Sebenarnya apa maunya? Kenapa dia suka sekali marah?
"Gue mohon, Dis!" Lirih dia
__ADS_1
"Ga perlu banyak drama deh. Apa mau lo?" Seru ku akhirnya
"Lo selalu tau mau gue" Jawab dia
"Sayangnya ngga" Jawab ku
"Berhenti bersikap lo ga tau"
"Gue emang ga ngerti"
"Baiklah kalo lo mau gue tunjukin secara langsung" Jawab cowo itu sambil berjalan lebih dekat
Aku reflek juga berjalan mundur. Sialnya langkah ku terhenti karna dinding toilet.
Benar-benar sial!
"Jangan mendekat!" Seru ku
"Berhenti di situ!"
Dia tidak mendengar dan sudah sampai tepat di depanku.
"Lo takut?" Tanya cowo itu
"Berhenti menyentuhku!" Seru ku
"Kenapa? Takut?" Tanya cowo itu lagi
" Gue ga pernah takut sama lo" Jawab ku
"Haha benarkah?" Tanya dia lagi
"Apa perlu gue buktikan sekarang?"
"Lo nantangin gue, Dis?"
"Ngga, gue hanya buktiin"
"Yauda buktiin"
"Jadi, minggir!" Seru ku
"Kalo ga takut ngapain nyuruh gue minggir?"
"Gue mau pergi"
__ADS_1
"Udah gue bilang kan, lo ga akan bisa pergi karna lo udah ngerusak kesenangan gue beberapa menit lalu" Jawab cowo itu
"Apa mau lo?"
"Hidup ini harus adil. Karna lo udah ambil kesenangan gue, lo harus gantiin dia sekarang" Jawab cowo itu lagi
"Sialan!"
"Gue emang udah sesialan itu, Dis"
"Gue ga butuh curhatan lo"
"Tapi gue butuh lo sekarang" Jawab dia sambil menyentuh leher ku
"Jangan menyentuh ku!" Teriak ku sambil berusaha menepis tangannya
"Coba saja kalau bisa" Jawab cowo itu mengejek
"Lepas ato gue teriak!?"
"Coba aja semua yang lo bisa! Kita liat aja, keberuntungan ada pada siapa hari ini" Jawab dia sambil tersenyum lagi
Sial! Aku mulai takut sekarang.
Tangan ku juga mulai bergetar dan mata ku memanas.
Tuhan, tolong aku!
Dia mulai mendekatkan wajahnya ke arah ku. Dan aku berhasil mengelaknya.
"Berhenti menolakku!" Seru cowo itu
"Lepasin!" Seru ku
"Ga akan"
"Gue mohon! Lepasin" Seru ku sambil menangis
Ya, akhirnya air mata ku mengalir juga.
Aku benar-benar ketakutan.
Aku sangat berharap Caca dan yang lain akan mencariku.
"Let me touch you, Babe!"
__ADS_1