Always Him

Always Him
38


__ADS_3

Hari ini tepat hari kelulusan SMA ku.


Tidak terasa aku akan meinggalkan masa SMA yang penuh dengan drama kehidupan ini.


Sebentar lagi aku akan menjadi seorang mahasiswa kedokteran seperti impianku sejak kecil.


I cant wait for that!!!!!


"Hayo mikirin apa lu pagi-pagi uda senyum sendiri?" Tanya seseorang


"Apaan sih ganggu ajah" Kesal ku


"Ampun bu dokter, ntar kalo galak-galak gaada pasien yang mau di periksa sama kamu loh"


"Aku ga galak ya, kamu aja yang ngeselin"


"Ngeselin aku apa bang Gaga?"


"Apaaan sih, Ga kamu tuh ganggu aja sih" Kesalku


Ya, manusia yang menggangguku adalah Raga si manusia ngeselin. Entah kenapa semakin hari tingkat usilnya bertambah.


"Bakalan kangen banget sama kamu, Dis"


"Aku cuma ke Surabaya. Caca tuh yang mesti di kangenin, dia pergi jauh"


"Iya, nyamperin dia nguras tabungan banget nantinya haha"


"Sejak kapan Raga sok ga punya duit?"


"Wah mulut netijen emang pedes kek rujak bu Ana"


"Apa aku kuliah Surabaya aja buat nemenin kamu?"


"Astaga Ga, aku bukan anak kecil yang harus di temenin. Lagian di sana pasti aku punya temen"


"Yakin? Di sini aja temen kamu cuma aku sama Caca"


"Ya kan beda. Sapa tau nanti aku punya banyak temen di sana plus dapet pacar haha"


"Kesana mau cari ilmu apa jodoh sih?"


"Kalo bisa dapet semua kenapa ga? Sapa tau nanti dapet dosen muda yang cakep, pintar dan berduit"


"Kebanyakan baca novel online nih jadi begitu jawabannya"


"Sirik aja sih"


"Ga mau jodoh sama aku aja?"


"Dih ogah banget"


"Katanya dulu cinta banget sama aku?"

__ADS_1


"Kata siapa?"


"Kata kamu lah"


"Ga perna ya aku bilang gitu"


"Perna kok, aku dulu ga sengaja denger obrolan kamu sama Ajeng"


"Kenapa bisa denger? Kamu nguntit kita?"


"Kurang kerjaan deh aku nguntit. Aku ga sengaja aja dulu denger kalian ngobrol"


"Ya dulu emang sempet cinta banget sama kamu, tapi itu dulu. Sekarang udah b ajah"


"Kenapa bisa gitu? Cepet banget pindah lain hatinya"


"Apaan deh, kenapa jadi bahas itu?"


"Aku juga suka kok sama kamu, baik dulu dan sekarang"


"Maksud kamu?"


"Ya suka. Ku rasa kamu ga bego buat tau maksudku"


"Ck, kamu ya nyebelin"


"Emang iya, aku suka sama kamu sejak dulu bang Arga ngajak kamu ke rumah. Tapi aku ga berani nyapa kamu dulu, malu"


"Kalo sekarang aku minta kamu jadi pacarku mau ya!"


"Apaan sih Ga, becandanya gausa kebangetan"


"Siapa yang becanda? Aku serius!" Tatap Raga tajam


"Gini ya Ga, kita udah temenan dari dulu, lagian kamu nih ga mikirin perasaan Caca apa?"


"Kenapa harus mikirin dia?"


"Dia kan pacar kamu, gimana sih kamu itu?!"


"Sejak kapan dia jadi pacar aku?"


"Bukannya kalian berdua pacaran?"


"Apa aku pernah bilang ada pacaran sama dia?"


"Kamu ga bilang, tapi semua orang di sekolah ini tau kalo kalian pasangan serasi"


"Itu kan kata mereka, kalo kata ku ngga"


"Jadi kalian ga pacaran?"


"Iya"

__ADS_1


"Kok bisa?"


"Emang kamu dari mana percaya kalo aku sama Caca pacaran?"


"Dari Caca"


"Dia ngomong apa ke kamu?" Tanya Raga dengan tidak suka


"Dia bilang kalo kalian pacaran. Jadi aku sih percaya aja, lagian kalian juga cocok"


"Dia bohong"


"Jadi, mau ya jadi pacar aku?"


"Sorry"


"Apa karna bang Arga?"


"Ga ada urusan sama bang Arga"


"Lalu kenapa nolak?"


"Aku ga suka"


"Please!" Mohon Raga sambil memegang erat pergelangan tanganku


"Raga lepasin! Sakit"


"Ngga sebelum kamu mau"


"Aku ga suka sama kamu jadi jangan maksa"


Raga pun melangkah maju dan menghilangkan jarak di antara kita.


"Menjauh!" Seru ku


"Kenapa? Bukankah bang Arga dulu juga begini? Kenapa sekarang kamu menolak?"


"Apa maksudmu?" Teriak ku


"Cih gadis murahan"


Aku langsung menamparnya dan memberikan bogem mentah kepadanya.


Sialan! Apa katanya tadi?


Hati ku sakit mendengar Raga mengatakan kalimat itu kepadaku.


Air mataku meluncur deras tanpa bisa di cegah.


Aku lari dan meninggalkan Raga yang masih di posisi nya.


Persetan dengan nya, aku sangat membencinya.

__ADS_1


__ADS_2