
Hari demi hari terlewati dengan biasa saja.
Aku juga belum menemukan seorang teman dekat. Aku jadi merindukan Okta.
Hari ini ada kedatangan murid baru di kelasku. Semua pada heboh membicarakannya karena sejauh kuping mendengar, yang pindah adalah seorang wanita cantik dan dia juga merupakan cinta pertama the most wanted di sekolah ini.
Siapa memang the most wanted yang mereka maksud?
Mengingat di sekolah ini seperti gudangnya para cogan. Lirik kanan kiri depan belakang akan menemukan cogan.
Seakan tidak ada celah bagi yang lain.
Ku simpulkan bahwa yang mereka maksud adalah dia yang menduduki tingkat cogan tertinggi. Apakah aku pernah bertemu dengannya?
Pak Aris masuk ke kelas di ikuti dengan perempuan cantik.
Pantas saja dia menjadi bahan pembicaraan hot tadi, ternyata memang kenyataannya dia sangat cantik. Pantas saja cogan di sini juga mengantri untuknya.
"Perkenalkan nama saya Angel Santosa. Kalian bisa memanggilku Angie. Salam kenal" Sapanya dengan senyuman
Ya Tuhan, aku yang sesama kaum Hawa saja terpesona, entah apa yang di rasakan para lelaki di sini.
Lalu pak Aris menyuruh Angie duduk di sebelahku.
Akhirnya bangku dingin itu berpenghuni juga.
"Halo" Sapanya ramah
"Hi, aku Gadis"
"Salam kenal Gadis"
Astaga dia tersenyum lagi. Aku mulai menyukai senyuman dan keramahannya
Bel istirahat sudah berbunyi. Naga ku sudah sangat paham dengan bunyi tersebut.
"Mau ke kantin bareng?" Tanyaku pada Angie
"Lo duluan aja, ntar gue nyusul"
"Baiklah, aku tunggu ya"
__ADS_1
Akhirnya aku berjalan ke kantin dengan riang gembira. Semoga aku dan Angie menjadi sahabat.
Hari yang ku tunggu akhirnya datang. Terima kasih Tuhan.
Setelah memasuki kantin, aku langsung memesan mi ayam yang rasanya tiada tara enaknya itu dengan di temani dengan es jeruk kesukaanku.
Setelah pesanan datang, akupun dengan khusyuk menikmati kudapanku.
"Heh sendiri aja nih?"
"Gama! Ngagetin tau ga?!"
"Sorry sorry, habisnya kamu tuh ya, makan kayak ga buka sebulan penuh aja"
"Orang laper mah bebas. Netijen emang suka banyak komen. Udah biasa"
"Sialan krupuk udang ini!"
"Hehehe. Kamu sudah memesan makanan?"
"Aku sudah kenyang melihatmu makan, Dis"
"Sorry aja ya, aku mah..."
"Gadis!" Sapa seseorang yang menghentikan bacotan Gama.
"Angie, sini duduk. Sudah pesan?"
Di balas anggukan oleh Angie.
"Kenalin, ini Gama. Gama ini Angie, dia murid baru di kelasku" Ucapku panjang lebar
Mereka hanya saling menatap tanpa bersuara. Suasana yang sangat tidak ku sukai. Aku seperti di antara pasangan kekasih yang sedang bermasalah.
"Apa kalian saling mengenal sebelumnya?" Tanyaku akhirnya
"Ya" Jawab singkat Gama
"Oh begitu. Kok ga ngobrol? Katanya kenal?" Tanyaku kepo
"Gue ga seakrab itu sama dia. Jadi diam dan selesaikan makanmu!" Balas Gama
__ADS_1
Aku hanya cemberut mendengar jawaban Gama. Kenapa dia menjadi dingin seperti itu?
Apa dia ada masalah dengan Angie?
Setelah selesai makan, Angie langsung pamit kembali ke kelas. Mungkin dia merasa canggung dengan Gama.
Aku harus meluruskan ini semua.
"Jadi?" Tanyaku selanjutnya
Gama hanya memberikan balasan dengan menaikkan satu alisnya
"Ck, kau sungguh menyebalkan di waktu yang tepat." Cemberutku
"Apa sih? Kalo cemberut nanti makin banyak yang suka" Becanda Gama
"Gombal ya, aku ga mempan dengan GoGa andalanmu itu!"
"GoGa apa?"
"Kalau minuman sekarang punya Boba, kamu punya Goga, Gombalan Gama!"
"Hahaha bisa aja gombalnya. Nanti aku makin sayang ini" Cengengesan Gama
"Jadi ada hubungan apa dengan Angie?" Tanyaku mencari peruntungan
"Dia hanya perempuan yang ada di masa lalu Arga"
"Kak Arga?" Heranku
"Hm"
"Ck, menyebalkan. Apa hubungannya dengan kak Arga? Kenapa kamu yang sewot dengan Angie?"
"Kamu mau tau?" Jawab Gama dengan pertanyaan lain
"Sangat" Jawbaku antusias
"Boba dulu!" Jawab Gama dengan tawanya yang menggelegar
"Sialan!" Teriakku tidak kalah keras
__ADS_1