
"Kumohon maafkan aku!" Lirih Gege lagi
Aku ingin sekali mengerjainya, tapi aku juga kasian melihat wajahnya yang sudah seperti anak ayam yang hilang.
Memangnya bagaimana wajah anak ayam yang hilang?
"Aku tidak mau" Jawab ku datar
"Kumohon, Dis! Aku akan melakukan apapun asal aku bisa bebas dari amukan kak Arga" Mohon Gege
"Jadi, kamu ga tulus minta maaf ke aku? Kamu hanya takut sama kak Arga?" Tanya ku menggodanya
Gege mulai gelagapan akan jawabannya dan pertanyaan ku tadi.
Sungguh menyenangkan menggoda Gege yang polos ini.
"Bukan begitu maksudku. Ayolah, Dis maafkan aku"
"Ga mau"
"Aku akan menraktirmu setiap hari dalam sebulan di kantin" Nego Gege
"Tidak tertarik" Cuek ku
"Tambah es krim deh" Imbuh Gege
"Tidak tergoda" Jawab ku bohong
"Apapun mau mu akan ku kabulkan" Putus Gege akhirnya
"Apapun?" Tanya ku
"Ya, apapun" Jawab Gege
Aku mengeluarkan senyum devil ku. Tidak mengapa bukan mengerjai Gege sedikit saja?
"Baiklah, dalam sebulan ini kamu harus nraktir aku makan somay tiap hari di kantin, di tambah es krim, di tambah kue red velvet yang ada di cafe seberang. Deal?" Kata ku
"Apa kamu mau menguras uang bulanan ku?" Teriak Gege
"Kenapa kamu berteriak? Kalau tidak mau ya sudah! Tidak ada ruginya untukku" Jawab ku
"Ok fine!" Putus Gege
"Ok! Kamu tidak akan bisa kabur setelah ini" Jawab ku
__ADS_1
"Jadi kamu memaafkanku?" Tanya Gege lagi
"Gimana ya?" Usil ku
"Gadis!" Seru Gege sambil cemberut
"Kamu ini gampang sekali ngambeknya. Aku memaafkanmu, Ge. Sudah sana pergi sebelum aku berubah pikiran" Jawab ku
"Terima kasih" Seru Gege
"Ya. Sana pergi!" Usir ku
"Baiklah" Jawab Gege dan segera menjauh
Setelah Gege pergi, aku kembali duduk di tempatku dan menikmati udara sore Surabaya.
Surabaya ternyata tidak jauh beda dengan Jakarta.
Aku mengeluarkan buku gambarku dan mulai menggambar apapun yang ada dalam pandanganku.
"Sendiri aja?" Tanya seseorang
"Ya" Jawab ku
"Gambar apa?" Tanyanya
"Sudah makan?" Tanya nya lagi
"Sudah. Kamu?" Tanya ku
"Belum" Jawabnya
Aku hanya diam tanpa mengajukan pertanyaan lagi.
Aku mengemasi peralatan gambarku dan memasukkan ke dalam tas ranselku.
Aku bangkit dari posisi ku dan berdiri di hadapannya.
Dia hanya menatapku tanpa bersuara.
"Ayo!" Ajak ku
"Kemana?" Tanya nya
"Makan" Jawab ku
__ADS_1
"Makan?" Tanya nya lagi
Aku hanya memutar bola mataku mendengar pertanyaannya.
Apa dia sudah kehilangan kosa kata makan dari otak jeniusnya?
"Apa sudah lupa arti kata makan?" Tanya ku
"Ngga" Jawab nya
"Jadi mau makan apa ga?" Tanya ku lagi
"Makan bersama mu?" Tanya nya
"Tentu saja tidak! Aku akan mengantarmu pada kak Mia!" Kesal ku
"Kamu cemburu?" Tanya nya
Apa aku cemburu? Batin ku.
"Mengapa harus?" Tanya ku
"Karna kamu milikku" Jawabnya
"Gaga!" Seru ku
"Haha iya iya. Ayo!" Ajak nya
Astaga, dia tertawa.
Setelah sekian lama aku bisa melihat tawanya lagi!
"Hey! Kenapa senyum sendiri?" Tanya kak Arga
"Aku tidak" Jawab ku terlalu cepat
"Iya iya, Gadis selalu benar" Jawabnya
"Terserah. Mau makan di mana?" Tanya ku
"Cafe depan mau? Katanya kamu mau kue di sana?" Usul nya
"Kamu benar benar nguping?" Selidik ku
"Nguping adalah keahlianku" Jawab kak Arga percaya diri
__ADS_1
Aku hanya memutar bola mataku!
Untung sayang. Eh!