
Setelah sampai di cafe depan kampus, kita memesan kue yang ku inginkan tadi dan memesan coklat hangat untuk kita berdua.
"Yakin mau makan ini aja?" Tanya kak Arga
"Iya. Nanti kalo mau nambah, asal di traktir" Jawab ku
"Ga lagi diet kan?" Tanya kak Arga lagi
"Ga, kenapa emang?" Heranku
"Makannya dikit banget. Belom makan siang kan?"
"Belom sih, tapi ga laper kok"
"Makan!" Perintah kak Arga
"Ini juga udah makan"
"Bukan makan kue, Gadis"
"Aku ga laper"
"Yauda terserah aja"
"Jadi kak Arga pacaran sama kak Mia?" Tanya ku
"Hm" Jawab kak Arga
"Ck, singkat banget sih"
"Kepo banget sih"
"Kan cuma nanya"
"Nanya sama kepo tipis banget bedanya"
"Ngeselin" Cemberutku
"Ngambekan" Jawab kak Arga
Setelah berbicara, kak Arga mengeluarkan rokok dari kantong celananya.
"Kakak ngerokok?" Tanya ku
"Seperti yang kamu liat" Jawabnya enteng
Aku tidak bertanya lagi dan langsung bangkit dari tempatku.
"Mau kemana?" Tanya kak Arga sambil memegang lenganku
"Pulang" Jawabku
"Habisin!"
Aku hanya diam dan berusaha melepas pegangannya. Sialnya tenagaku tidak ada apa apanya dengan kak Arga.
"Lepas!" Seru ku
"Habisin!" Seru kak Arga
Aku hanya menatap datar ke arahnya.
"Kamu marah?" Tanya kak Arga
"Marah? Buat apa?" Tanya ku
"Kamu marah!" Seru kak Arga
"Serah!"
__ADS_1
"Maaf!" Lirih kak Arga
"Untuk?" Tanya ku sambil mengangkat alis sebelah kananku
"Membuatmu marah"
"Aku tidak ada hak untuk itu. Jadi, biarin aku pergi"
"Gadis" Seru kak Arga
"Lepas dan biarin aku pergi. Kakak sudah di tunggu sama kak Mia di luar"
Otomatis kak Arga menoleh ke luar.
"Jangan pergi!" Seru kak Arga
"Kakak ga ada hak larang aku"
"Kamu gadisku" Jawab kak Arga
"Haha benarkah?" Ejek ku
Setelah itu aku melihat kak Mia yang terus mendekat ke arah ku dan kak Arga.
Aku terus berusaha melepaskan genggaman kak Arga dan akhirnya berhasil.
Aku langsung berjalan cepat ke arah pintu keluar dan berpapasan dengan kak Mia.
Kak Mia hanya melirikku dan mengabaikanku setelahnya.
"Gadis!" Seru kak Arga
"Apa sih, Ga? Lo tuh ngapain manggil cewek gatel ini?" Seru kak Mia
"Maksud kak Mia apa?" Tanya ku marah
"Emang lo itu gatel kan? Di gilir sama Arga dan Raga. Jijik gue!" Seru kak Mia
"Gadis!" Teriak kak Arga sambil menolongku
Aku hanya melihat ke arah kak Arga dan kak Mia.
Aku merasakan pantatku yang panas dan merasakan siku ku ngilu.
"Gadis maafkan aku" Lirih kak Arga
Aku hanya menatapnya dan berjalan ke luar.
"Sial!" Teriak kak Arga yang masih bisa ku dengar
Persetan dengan Arga sialan itu.
-------
Air mataku masih saja mengalir deras.
Sial!
Aku sangat marah dengan perkataan kak Mia tadi.
Ku kira kak Mia orang yang baik, aku menghormatinya karna dia sahabat kak Bebe.
Tapi mendengar perkataannya tadi, dia tidak lebih dari Medusa.
Selama ini dia hanya berpura pura baik denganku.
Tapi kenapa kak Mia berkata seperti tadi?
Apa aku sebegitu tidak baiknya di mata kak Mia?
__ADS_1
Bukankah kita sudah lama tidak bertemu dan bertukar kabar?
Aku tau kalau kak Mia dengan kak Arga mempunyai hubungan khusus tapi itu tidak ada hubungannya denganku bukan?
Aku mungkin menyukai kak Arga, tapi apakah itu salah?
Aku bahkan tidak ada kepikiran untuk merebut kak Arga darinya?!
Caranya merendahkanku tadi sungguh menjengkelkan.
Semua yang di bilang kak Mia itu tidak ada buktinya.
Aku bahkan belum pernah benar benar menjalin hubungan dengan seorang cowok.
Setelah lelah menangis dan memikirkan kejadian tadi, aku memutuskan untuk pulang karna hari juga sudah mulai gelap.
Setelah berjalan menjauh dari area kampus, aku memutuskan untuk jalan kaki sampai ke kosan.
Hari ini sungguh melelahkan dan aku sangat ingin meneriaki dan menjambak rambut kak Mia saat ini.
Setelah sampai kosan, aku langsung mandi dan rebahan.
Bodoamat dengan tugas ospek besok. Aku sangat lelah hari ini.
Sesaat ingin menutup mata, hp ku bergetar tanpa berhenti.
Awalnya aku mengabaikannya, tapi lama kelamaan getaran itu sangat mengganggu.
"Halo" Seru ku
"Gadis, lo di mana?" Tanya orang di seberang sana
"Kosan. Ada apa?" Tanya ku
"Bisa lo kesini?"
"Kesini kemana, Ge?"
Tepat! Orang yang menelfonku adalah Gege yang menyebalkan.
"Nanti gue shareloc" Jawab Gege
"Males gue" Jawab ku
"Urgent ini, Dis. Lo harus kesini secepatnya!" Perintah Gege
"Lo berani nguruh gue?" Kesal ku
"Bukan gitu, tapi kak Arga butuh lo sekarang" Jawab Gege
"Di mana kak Mia?"
"Yang dia cari lo, Dis. Bukan kakak gue"
"Kakak lo kan ceweknya kak Arga. Hubungi aja dia"
"Sudah gue bilang kan, kak Mia sama kak Arga gaada hubungan apa apa. Sekarang lo jangan banyak bacot. Cepet kesini atau kekacauan di sini makin tak terkendali" Terang Gege
"Apa maksudmu?"
"Jangan banyak tanya dan cepat kesini atau gue seret lo kesini"
Setelah itu Gege menutup telfonnya.
Apa dia serius? Apa aku harus kesana?
Kalau Gege cuma mengerjaiku bagaimana nasibku?
Tak lama hp ku kembali bergetar karna chat dari Gege.
__ADS_1
Aku lalu membuka chatnya dan kaget dengan apa yang dia kirimkan.
Arga sialan!