
"Arga lepasin ga!" Galakku
"Sebentar aja, Dis!"
"Aku gabakal mau nikah kalo kamu begini"
Arga langsung melepaskan pelukannya. Dasar lelaki!
"Jadi kamu mau nikah sama aku?" Tanya Arga
"Aku mau tanya deh" Jawabku
"Selalu begini" Jawab Arga dengan cemberut
"Kamu dulu kan galak, kenapa sekarang jadi begini?!" Tanyaku sambil meneliti Arga dari ujung rambut sampai ujung kakinya.
"Begini gimana?" Tanya Arga bingung
"Aneh" Sarkasku
"Aneh gimana?"
"Bodoh" Sarkasku
"Bodoh? Kamu ngatain aku?" Galak Arga
"Nyebelin"
"Berani kamu sama aku?" Tanya Arga
"Kamu emang begitu. Dulu kamu dingin tapi sekarang amit-amit"
"Lalu?" Tanya Arga sambil menampilkan wajah datarnya
"Tidak ada" Jawabku
Arga hanya diam di tempatnya. Aku melanjutkan kegiatan memasakku yang terganggu tadi.
Setelah selesai memasak, aku menyiapkan makanan di meja makan dan duduk di salah satu kursi.
Arga masih diam berdiri di sisi dapur.
"Arga, ayo makan!" Ajakku
Arga hanya diam dan langsung duduk diam di tempatnya.
Aku langsung mengerti maksudnya.
Lalu aku mengambilkan lauk untuknya dan mengambil untukku sendiri.
"Aku mau kamu gabole kesini seenaknya, Ga. Nanti kalo jadi omongan orang gimana?"
Arga masih saja diam.
__ADS_1
Apa dia marah?
Aku hanya bercanda tadi.
"Arga kamu dengerin aku kan?" Tanyaku
"Arga!"
"Arga Pramudya"
"Yaudah sih terserah aja"
Setelah menyelesaikan makanku aku langsung pergi ke kamar dan bersiap untuk kuliah.
Aku tidak menghiraukan Arga yang masih duduk di meja makan.
"Segera pergi, aku berangkat dulu"
Aku menghela nafas beratku mengahadapi sifat Arga yang tak menentu seperti tadi.
Setelah sampai kampus aku tidak bisa konsentrasi sama sekali.
Arga selalu berhasil menyita perhatianku.
Setelah selesai kelas, aku bergegas pulang.
Arga memang sesialan itu.
"Arga!"
"Apa dia sudah pulang?" Gumamku
"Ga!" Panggilku lagi
"Arga!"
"Astaga, Ga!"
"Arga bangun!"
Arga langsung terbangun dari tidurnya di sofa ruang tamuku.
"Kamu gaada kelas?"
"Kamu belum mandi?"
"Sudah lapar?"
"Berisik!" Bentak Arga
Aku langsung terdiam mendengar bentakannya.
Kenapa dia?
__ADS_1
"Ga, kamu kenapa?" Tanyaku
"Kenapa?" Tanya Arga balik
"Kamu marah?" Tanyaku
"Ga" Jawab Arga
Arga langsung berdiri dari tempatnya, akupun ikut berdiri.
"Kamu mau pulang? Makan dulu ya"
"Apa maumu?"
"Maksudnya?" Heranku
"Kenapa kamu berisik?!" Teriak Arga
"Kenapa kamu berteriak? Aku tidak tuli!" Kesalku
"Ayo ikut!" Seru Arga sambil mencengkram erat tanganku
"Mau kemana? Bukannya kamu sedang koas?"
Arga menghentikan langkahnya.
"Aku sudah selesai koas kemaren jadi aku sudan resmi jadi dokter sekarang"
"Lalu kita mau kemana, Ga?"
"Ke rumah mama"
"Ngapain?"
"Bukannya kamu sendiri yang bilang! Kalau kamu akan mau nikah kalau aku sudah selesai kuliah?! Lalu apalagi yang kamu tunggu?" Jelas Arga
"Kamu harus izin ayah dulu"
"Aku sudah melakukannya" Jawab Arga
"Kapan?" Tanyaku
"Sejak dulu"
"Apa?"
"Jangan banyak tanya!"
Arga benar-benar menepati semua omongannya. Dia membawaku ke Jakarta untuk ke rumah dia.
Entah aku harus senang atau bagaimana, tapi apa aku siap? Apa aku pantas untuk manusia sempurna seperti Arga?
"Kamu yang terbaik!" Seru Arga seakan tau isi hatiku
__ADS_1
"Hm?"
"Kamu harus tau kalau kamu yang terbaik. Jadi jangan mencemaskan apapun. Kamu punya aku sekarang, dan selalu punya aku. Jadi, gaperlu takut. Kamu sudah diterima buat jadi calon mantu mama! Percaya sama aku, ok?!" Jelas Arga