Always Him

Always Him
12


__ADS_3

Dia masih mengigatnya!


Aku memang ingin menjadi dokter. Karna menurutku menjadi dokter itu sangat keren. Di lain sisi juga duitnya banyak. Cewek harus punya banyak duit untuk membeli segala barang-barang yang menurut mereka sangat berguna tapi tidak bagi kaum Adam.


Menjadi dokter juga profesi yang sangat berguna, dengan menolong banyak orang pasti hati kita juga ikut senang. Tapi mengapa aku juga belum bisa menyembuhkan hatiku sendiri?


"Gadis?" Tanya Raga


"Ah ya! Aku masih tetap memperjuangkan cita-cita ku"


"Pasti menyenangkan saat kamu menjadi dokter nanti Dis"


"Ya. Bagaimana denganmu?"


"Aku masih ingin menjadi pilot"


Pasti dia akan menjadi pilot yang sangat menawan. Kita tunggu pilot Raga di masa depan.


"Aku yakin kamu bisa menjadi pilot yang handal"


"Terima kasih ☺️"


Sial! Senyum itu lagi.


Aku mulai curiga Tuhan tidak mengizinkanku menghilangkan rasa suka ku kepadanya.


Kenapa cinta pertama ku semenyulitkan ini?

__ADS_1


Apa aku tidak bisa merasakan cinta pertama yang manis? Tentu saja tidak bisa bodoh, cinta pertama mu sudah menjadi milik orang lain!


Aku jadi berharap ada pria yang menjadikanku cinta pertamanya.


Tapi kalau itu terjadi, apakah aku bisa membalas cintanya? Ataukah dia malah merasakan apa yang ku rasa sekarang?


Sialan, mengapa Tuhan menciptakan manusia seegois ini?


Setelah cukup lama terjebak dengan dua manusia itu, aku meninggalkan mereka dengan dalih ke toilet.


Sungguh, aku masih tidak suka dengan mereka yang terlihat terus bersama setiap saat.


Apakah memiliki kekasih harus sepamer itu?


Apa yang di dapat dengan memamerkan kesayangan mereka?


Sudah jelas bukan, itu adalah pertanyaan dari kekesalan seorang jomblo laknat yang tidak suka orang yang dia sukai tidak melihat ke arahnya malah asik dengan dunia yang dia ciptakan dengan gadis lain.


Apakah para ilmuwan tidak pernah ada niat untuk menemukan penawar patah hati dalam bentuk obat dan di jual belikan secara legal di apotek terdekat?


Memikirkan ketidak warasan otakku ini menjadi lebih pusing dari biasanya.


Aku selalu uring-uringan setelah berjumpa dengan Raga dan Sasa baik secara di sengaja ataupun tidak.


Apakah patah hati serumit ini?


Aku jadi lebih menyukai jatuh cinta daripada patah hati!

__ADS_1


Tapi tunggu dulu!


Kenapa di saat menyukai seseorang dinamakan jatuh cinta, sedangkan saat merasakan sakit akan mencintai orang tersebut dinamakan patah hati?


Kenapa tidak dinamakan patah cinta?


Menurutku akan lebih sederhana kalau patah cinta bukan?


Karna saat patah cinta hanya cintanya saja yang patah, tidak dengan hatinya!?


Bukankah membagi cinta lebih mudah dan menyenangkan? Buktinya aku bisa mencintai ayahku, ibuku, teman-temanku, pelajaran fisika, pelajaran kimia, masakan bu kantin, masakan ibuku, kucing tetanggaku yang imut dan menggemaskan itu secara bersamaan bukan? Tentu saja ada cinta untuk Raga di dalamnya?


Tapi dengan membagi hati?


Apakah itu bisa di lakukan?


Apakah boleh hati di bagi-bagi? Kalau mengingat pelajaran biologi, manusia hanya mempunyai satu hati saja bukan?


Kalau sudah patah hati seperti ku saat ini, aku harus apa?


Apakah dengan mendapatkan hati yang lain secara utuh akan menyembuhkan patah hati ku ini?


Atau hanya dengan mendapatkan hati Raga Pramudya seutuhnya yang bisa menyembuhkan patah hati ini?


Sial! Aku rasa aku lebih cocok menjadi dokter cinta! Bukan, lebih tepatnya menjadi ilmuwan cinta.


Sungguh ironi

__ADS_1


__ADS_2