
Apakah menyukai seseorang serumit ini?
Kenapa rasanya seperti ini?
Ini bukanlah rasa yang familiar dan menyenangkan yang pernah ku rasakan?
Apa semua orang yang menyukai akan merasakan rasa yang sama denganku?
Kenapa sulit sekali menemukan jawaban yang harusnya mudah bukan?
Saat mendengar seseorang menyatakan rasa sukanya kepada orang yang juga kamu sukai dengan lantang kepadamu dan temanmu, apa yang harus dilakukan?
Apakah aku harus menyemangatinya dan mendukungnya?
Kalau aku mendukungnya, lantas bagaimana denganku?
Apa aku juga harus ngomong kalau aku juga menyukai orang yang sama?
Tapi apakah itu tidak masalah?
Kalau aku menentangnya, memangnya aku siapa?
Huh, terlalu banyak pertanyaan tidak menyenangkan dalam hatiku ini.
Apakah aku harus mendiskusikan ini dengan Ajeng? Hanya dia saja teman yang sangat dekat denganku.
__ADS_1
Lalu setelah aku bicara dengannya, apa yang ku dapatkan?
Kepalaku makin pusing padahal hari baru saja di mulai.
Tak lama setelah itu, munculah sosok yang menjadi bahan gosip diantara kita berempat. Mungkin juga satu sekolah.
Dia baru saja mendapatkan pernyataan cinta dari seseorang yang juga sangat diinginkan banyak cowok dan sangat dikagumi penghuni sekolah bukan?
Apa dia menerimanya? Aku rasa mereka cocok.
Lain di mulut lain di hati.
Jujur saja aku tidak suka kemungkinan yang sedang ada di pikiranku sekarang.
Lalu dia tersenyum ke arah kita berempat.
Apakah Tuhan benar-benar adil saat menciptakan semua orang di dunia ini?
Aku melihat ketidakadilan yang nyata saat melihat senyuman Raga. Kurasa dia tercipta dengan memiliki senyuman yang lebih manis dari orang lain, berwibawa dari yang lain, lebih menarik dari yang lain, dan fakta lain dia juga memiliki tampilan fisik yang di atas rata-rata dan otak yang encer.
But wait! Pemikiranku tentang seorang Raga Pramudya itu bentuk ketidakadilan Tuhan atau efek aku menyukainya?
Bisakah aku langsung mendapatkan jawaban itu dalam otak cantikku yang sudah terkontaminasi mecin ini secara langsung?
Apa ini hanya perasaan suka yang biasa saja tapi aku menanggapinya dengan tidak wajar?
__ADS_1
Aku sungguh ingin menghilangkan rasa ini, buktinya Ajeng bisa biasa saja melihat Raga. Bahkan saat dia tersenyum lebar.
Kalau boleh memilih pasti aku akan meminta kepada Tuhan untuk memberikan rasa suka ini kepada orang yang juga menyukaiku agar perasaan ini tidak serumit ini.
Tapi Raga? Dia adalah sosok yang diinginkan banyak orang. Dia seperti permata yang menjadi incaran banyak orang.
Interaksiku dengannya juga seperti teman biasa saja. Kita hanya berbicara jika perlu. Itupun membicarakan tugas sekolah. Tidak lebih dari itu.
Tahun pertama berada dalam satu kelas dengan Raga dan senyumannya, cukup menyenangkan.
Aku masih berharap tahun depan aku masih bisa satu kelas dengannya.
Siapa tau Tuhan merencanakan yang lebih seru bukan?!
Aku jadi ingin tau apakah Raga pernah sedikit saja tertarik kepadaku?
Atau mungkin dia sudah memiliki seseorang yang sudah dia sukai dalam hidupnya?
Kalau iya, bagaimana sosok gadis itu?
Pasti dia sangat menarik, melihat pribadi Raga yang sangat menawan.
Apakah gadis itu juga meyukai Raga?
Apakah saat gadis itu menyukai Raga, dia juga merasakan rasa suka yang aku rasakan terhadap Raga?
__ADS_1
Raga Pramudya.
Dia adalah orang yang membantuku merasakan cinta kepada lawan jenis untuk pertama kalinya.