Always Him

Always Him
6


__ADS_3

Malam hari ini terasa sangat sepi.


Bukan hanya hari ini, tapi setiap hari juga seperti ini bukan?


Aku tinggal di rumah besar tapi hanya sendiri. Mama dan Papa selalu sibuk dengan urusan mereka. Entah apa yang mereka sibukkan aku malas memikirkannya.


Tak lama getar dari hp ku membuyarkan renunganku


Raga


Malam Gadis, sedang apa kamu?


Astaga aku hampir saja salto di kasur ku. Untung malaikat dalam hatiku mengingatkan untuk tidak melakukan hal konyok itu.


Mungkin benar kata Ajeng, aku menyukainya. Ya benar. Aku sudah menyukainya. Bahkan mungkin dari awal aku memang sudah menyukainya.


Gadis


Hi Ga, aku sedang bersantai. Kamu sendiri?


Raga


Aku sedang mengirim pesan kepadamu. Apa aku mengganggumu?


Sial! Akupun tidak keberatan kalau kamu selalu menggangguku.


Gadis


Tentu saja tidak. Ada perlu apa?


Raga


Kamu sangat pintar dalam mata pelajaran ips. Bisakah kamu mengajariku besok? Ada beberapa bab yang tidak ku mengerti


Apakah dia bercanda? Bukankah dia siswa terbaik seangkatan kita. Kenapa dia malah memintaku untuk mengajarinya?

__ADS_1


Gadis


Apakah kamu serius? Maksudku kamu sudah cukup pintar untuk belajar dengan dirimu sendiri. Kamu yang terbaik


Raga


Tapi aku ingin belajar berdua denganmu? Apakah boleh?


Sialan! Berdua katanya? Tidak taukah dia kalau aku disini sudah hampir salto lagi?


Memikirkannya saja sudah seperti ada kupu-kupu yang menari di sekujur tubuhku.


Ya Tuhan kuatkan hamba yang hina ini! 🙏


Ok, kendalikan dirimu Gadis! Ingatlah kita hanya teman bukan? Dia hanya memintamu belajar bersama.


Raga


Gadis apakah kamu sudah tidur?


Astaga, kenapa dia suka sekali memberikan simbol senyum kepadaku. Sungguh pribadi Raga sekali bukan. Murah senyum


Aku suka ☺️


Gadis


Baiklah, sampai ketemu besok


Raga


Terima kasih Gadis, selamat malam☺️


KYAAAAA!!!!!


Dia mengucapkan lagi! Sungguh wajahku panas hanya dengan membaca pesannya.

__ADS_1


Raga memang tidak baik untuk kinerja jiwa dan raga ku!


Akupun terus gulung-gulung sampai akhirnya capek sendiri dan memutuskan untuk tidur.


Akupun mematikan lampu kamar dan menarik selimutku.


Selamat tidur Raga! Semoga memimpikan aku ☺️❤️


Keesokan harinya, aku sangat semangat memulai hari ini. Aku tidak sabar berdua bersama Raga. Eh bukan. Maksudku belajar bersamanya. Berdua dengannya bonus yang tidak boleh dilewatkan bukan?!


Akupun melajukan sepedaku dengan rasa senang dan menyanyikan lagu untuk menemani perjalanan ku sampai ke sekolah.


Tiba di sekolah, seperti biasa Ajeng dan teman ku yang duduk di belakang kita sedang asik bergosip. Oh ya, perkenalkan mereka adalah Yura dan Eka. Meskipun aku tidak terlalu dekat dengan mereka seperti dengan Ajeng, tapi kita cukup banyak bicara kalau di kelas.


Akupun melirik ke tempat duduk Raga, ternyata dia belum sampai kelas. Dia termasuk murid yang datang tidak berselang jauh dari bel sekolah. Beda jauh dengan kita-kita yang rajin berangkat pagi hanya untuk menyalin PR dari anak yang otaknya seencer Raga. Tentu saja bukan hanya Raga yang pintar di kelas ini. Meskipun Raga tak terkalahkan di posisi teratas.


"Hey! Apakah kamu mau bergabung dengan kita?" Tanya Ajeng kepadaku


"Memangnya ada apa?" Tanyaku


"Tidak ada apa-apa. Hanya saja kita sedang membicarakan seseorang yang menjadi pujaan para gadis saat ini." Jawab Eka.


"Memang siapa yang kalian bicarakan? Mengapa serius sekali?"


"Kamu belum tau ya, kalau kemarin Ka Nisa yang terkenal menjadi primadona di sekolah ini meminta Raga menjadi pacarnya!" Antusias Ajeng.


"Benar sekali apa kata bacot Ajeng. Dan kalian juga harus tau kalau aku juga menyukainya!" Sambar Yura.


Apa? Raga semenarik itu memang! Sampai-sampai dua cewek cantik di sekolah ini pun menyukainya.


Apalah aku yang hanya murid tak terdeteksi di sekolah ini?!


Apakah Raga sudah menjadi kekasih ka Nisa?


Kenapa aku tidak suka dengan kemungkinan jawaban iya atas pertanyaanku sendiri?!

__ADS_1


Triple sial!


__ADS_2