
Masa putih abu-abu ku di mulai hari ini.
Kata orang, masa SMA adalah masa dimana kita akan menemukan banyak cerita di dalamnya dan juga sebagai ajang untuk mencari jati diri kita yang sebenarnya.
Apakah begitu?
Hari ini hari pertama MOS dan aku sudah terlambat.
Kesialan yang datang terlalu pagi untuk hari ini. Sungguh mengagumkan.
Di depan gerbang sudah di jaga kakak kelas yang bisa ku tebak bahwa dia seorang osis yang mendadak menjadi peran antagonis pada waktu MOS berlangsung.
"Kamu tau sekarang jam berapa?" Sarkas kakak itu.
"Tentu. Sekarang jam 08.10"
"Kamu tau apa artinya?"
"Terlambat"
"Bagus, temui laki-laki yang sesang duduk di sana dan tanyakan hukuman apa yang pantas kamu dapatkan!"
"Sial! Aku hanya telat 10 menit" Gerutu ku
"Kenapa kamu masih berdiri di sana? Cepatlah!"
Huh menyebalkan!
Akupun berjalan dengan malas menuju orang yang dimaksud tadi.
"Permisi kak, saya anak baru yang sedang terlambat. Kata kakak yang ada di depan gerbang tadi saya di suruh menanyakan hukuman apa yang pantas untuk saya" Cerocosku panjang.
Akhirnya orang itu berbalik menghadapku.
"Bang Arga!" Saking kagetnya aku sampai berteriak.
Dia sekolah di sini dan menjadi anggota osis. Hebat juga dia, secara dia sangat cuek dan irit bicara.
__ADS_1
"Hari pertama sudah terlambat!" Seru kak Arga
"Benar"
"Presrasi yang bagus"
"Terima kasih"
"Hanya itu?" Tanya kak Arga sambil mengangkat satu alisnya.
Sebenarnya apa mau manusia es itu?
"Lalu?" Tanyaku sambil menirukan gaya nya.
Dahinya sampai berkerut mendengar pertanyaanku, apakah ada yang salah?
"Kamu meminta hukuman bukan?"
"Ya"
"Lalu?"
"Jadilah pacarku!" Jawab kak Arga.
Buset! Apa kata dia tadi? Pacar? Aku rasa dia sudah gila!
"Jadi?" Tanya dia lagi
Sungguhkah dia serius menanyakan itu kepadaku? Sungguh menyebalkan!
"Begini, aku kesini untuk menerima hukuman bukan malah menjawab pertanyaan kakak yang tidak jelas itu!" Jelasku
"Apakah pertanyaan itu tidak cukup jelas?"
"Maksudku bukan itu kak, astaga"
"Lalu?"
__ADS_1
"Sudahlah lupakan. Beri aku hukuman yang benar"
"Hukuman mu adalah menjadi pacarku"
"Pacar?"
"Kamu tidak tau apa itu pacar? Baiklah aku jelaskan. Pacar itu orang yang sedang..."
Belum sempat dia melanjutkan omongannya, aku langsung meninggalkan pria menyebalkan itu dan menjauh sejauh mungkin darinya.
Selain datar, ku rasa dia juga aneh. Mana ada hukuman seperti itu?
Apakah dia mau menindasku dengan cara licik seperti ini?
Tidak semudah itu Tuan, cerita hidupku tidak mungkin sama dengan cerita-cerita yang ada dalam novel-novel.
Yang berjalan dengan sangat indah dan berakhir dengan manusia berwajah Dewa yang menjabat sebagai CEO sebuah perusahaan.
Cerita dunia nyata tidaklah semudah itu.
"Hei, tunggu Gadis! Apakah kamu benar-benar tidak ingat denganku? Kamu benar-benar lupa denganku?" Tanya kak Arga yang tiba-tiba sudah ada di sampingku.
Apakah dia terbang? Kenapa aku tidak mendengar langkahnya?
Dan apa katanya tadi? Ingat? Apa yang dia bicarakan?
"Tentu saja aku ingat! Kamu kakaknya Raga bukan?" Heranku
"Ternyata kamu beneran lupa denganku ya!" Jawab kak Arga dengan senyum manisnya.
Gila, dia tersenyum! Manusia datar sepertinya bisa tersenyum juga ternyata.
Dan kenapa dia mengulang kata-kata dia itu?
Dasar manusia aneh.
Ku harap kesialanku sudah selesai hari ini.
__ADS_1
Untung saja aku tidak mendapatkan hukuman dari kak Arga.