
Aku masih belum bergerak dari posisi ku.
Sial! Kenapa aku selalu bertemu dengannya?
"Akhirnya kamu datang juga!" Seru Caca
"Maaf membuatmu menunggu terlalu lama" Jawabnya
"Ayo kita ke kedai kopi, sambil berkumpul untuk terakhir kalinya untuk tahun ini" Cerocos Caca
Aku masih tetap diam dan tidak dengar perkataan Caca.
Kenapa tanganku mulai dingin lagi?
"Kamu kenapa, Dis?" Tanya Caca
Pertanyaannya membuatku kembali ke dunia nyata.
"Aku baik. Ayo!" Jawab ku
Akhirnya kita bertiga ke kedai kopi yang ada di bandara.
"Tak terasa kita akan tumbuh menjadi dewasa secepat ini" Semangat Caca
"Iya, aku tidak sabar melihatmu merancang gaun pernikahanku" Becanda ku
"Udah ngomongin nikah aja nih, emang udah punya calon? Haha" Tanya Caca
"Kalo calon sih banyak" Jawab ku
"Banyak apa hanya kak Arga seorang?" Goda Caca
"Jangan mulai deh, Ca!"
"Ngeles aja neng, kek bajaj!"
"Biarin!"
"Aku juga ga sabar liat kamu jadi dokter cantik yang hebat"
"Sa ae Bambang!"
"Nanti kalo aku sakit, gratis dong ya" Seru Caca
__ADS_1
"Enak aja! Ga balik modal dong kalo kamu maunya gratisan mulu"
"Haha kan harga teman begitu biasanya. Oh ya, Raga jadi kuliah bisnis?"
"Ya. Karna bang Arga tidak mau melanjutkan bisnis papa, akhirnya aku yang harus lanjutin"
"Mau ambil bisnis di mana, Ga?" Tanya Caca
"Di Jogja"
"Wah kita bertiga benar-benar LDR nih. Jadi anak rantau semua"
"Jangan drama deh Ca! Ayo cepat nanti kamu ketinggalan pesawat" Suara ku akhirnya
Kita beranjak dari tempat duduk masing-masing dan mengantarkan Caca untuk berangkat.
Aku masih sangat canggung dan takut saat Raga ada di dekat ku.
Dia berubah menjadi orang yang mengerikan sejak hari itu.
Entah apa salah dan dosaku?
Setelah berpelukan dengan Caca, aku jadi mellow sendiri.
Rasa kehilangan itu mulai menguasaiku.
"Iya nyonya. Perintah anda akan selalu saya kerjakan" Canda Caca
"Serius, Ca!" Kesal ku
"Iya iya, janji aku akan jaga diri" Jawab Caca
"Doakan juga aku akan berjodoh salah satu bule di sana haha" Sambar Caca lagi
"Benar-benar sialan haha" Jawab ku
"Sampai ketemu lagi ya! Kalian juga jaga diri di sini"
"Hati-hati!" Seru Raga
"Kamu juga" Jawab Caca sambil menampilkan senyuman terbaiknya
Caca pun melangkah menjauh sampai tidak terlihat lagi.
__ADS_1
Entah kenapa aku jadi sedih melihatnya pergi, seperti ada perasaan aneh.
"Bisa kita bicara?" Tanya Raga
"Tidak" Jawab ku cepat
"Sebentar saja"
Apa aku harus bicara padanya? Tapi aku takut. Aku takut dia akan seperti itu lagi.
"Aku berjanji tidak akan menyakitimu lagi" Seru Raga lagi
"Baiklah hanya sebentar"
"Maafkan aku, Dis. Aku tau kamu membenciku sekarang. Tapi aku benar-benar minta maaf atas perbuatanku yang lalu"
"Kenapa kamu lakukan itu padaku?"
"Aku hanya cemburu saja"
"Hanya kau bilang? Apa hak mu?" Marah ku
"Memang aku tidak punya hak terhadapmu. Aku tau aku salah. Aku hanya lelah selalu kalah dengan bang Arga apalagi mengenai dirimu"
"Jadi hanya karna itu kamu menjadi brengsek? Aku sangat menyesal dulu pernah menyukaimu"
"Tidak bisakah kamu terus menyukaiku?" Tanyanya
"Apa kau bercanda? Dengan apa yang sudah kamu lakukan, kamu masih mengharapkan hal yang mustahil? Jangan banyak berharap pada dunia kalau begitu! Kalau kamu menginginkan sesuatu kamu harus berjuang dan membuktikan kalau kamu layak untuk mendapatkan apa yang kamu mau. Bukan dengan hal kotor yang kamu lakukan padaku!" Kesalku
Dia hanya diam tanpa menanggapi perkataanku. Aku sudah ceramah dia malah tidak menanggapi sama sekali.
Dasar sial!
"Dengarkan aku untuk terakhir kalinya! Dengan kamu berbuat seperti itu, tidak akan membuatku menyukaimu. Dan soal aku suka dengan siapapun itu adalah hak ku! Kamu tidak boleh mengganggu privasi ku!"
"Maafkan aku"
"Aku sudah memaafkanmu! Aku pergi! Semoga kamu menjadi pribadi yang lebih baik kedepannya" Nasihatku
Aku lalu pergi meninggalkannya yang masih tetap terpaku di tempatnya.
Aku sangat lega mengatakannya tadi.
__ADS_1
Semoga dia menjadi Raga yang mengagumkan seperti pertama kali aku melihatnya!
Ya, semoga!