
Jadi kak Arga sudah menjalin hubungan dengan kak Mia?
Tapi kapan?
Apa benar tidak ada kesempatan bagiku?
Kenapa hatiku sakit sekali?
"Gadis, kamu masih di sini?" Tanya Gege
"Iya, kenapa?" Tanya ku
"Jadi dari tadi kamu tidak dengar? Kau ini menyebalkan sekali" Gerutu Gege
"Kamu banyak bicara sekali seperti burung tetangga" Jawab ku
"Aku marah!" Seru Gege
"Yasudah marah saja. Tidak ada yang melarang" Jawab ku
"Tidak peka" Seru Gege
Aku hanya tertawa melihat tingkah Gege yang kekanakan itu.
"Gege!" Seru seseorang
"Oh, kak Arga! Dari mana?" Tanya Gege
"Perpus" Jawab singkat kak Arga
"Oh begitu! Oh ya, aku bisa menitipkan ini untuk kak Mia?" Tanya Gege sambil menyodorkan kotak tadi
"Kenapa harus aku?" Tanya kak Arga
"Ayolah kak, aku sedang buru-buru. Gadis tidak mau membantuku, kakak kan cowok kak Mia, jadi tidak ada alasan untuk menolak bukan?"
Sebelum sempat kak Arga menjawab, aku langsung mengalihkan perhatian mereka berdua.
"Ge, aku ke kantin ya!" Pamit ku
__ADS_1
"Yasudah sana, pergi jauh" Kesal Gege
Aku hanya tersenyum menanggapi sikap Gege itu. Dasar kekanakan!
Kak Arga hanya menatapku datar, aku sampai bergidik ngeri di buatnya.
Kenapa kak Arga menjadi semakin dingin?
Bukankah saat terakhir bertemu, kak Arga sudah menjadi sosok yang hangat?
Entahlah, aku tidak mau pusing.
Sampai di kantin, aku langsung memesan somay dan es jeruk untuk menghentikan demo yang ada di dalam perutku sejak tadi.
Setelah pesanan datang, aku langsung melahap habis makanan pesananku dan tidak menyisakan apapun kecuali piring, sendok, garpu dan sedikit bumbu kacang di piring.
Setelah cukup kenyang, aku melaju meninggalkan kantin dan berkeliling kampus yang akan menjadi tempatku meraih masa depanku.
"Gadis" Seru seseorang
Aku menengok ke arahnya
"Astaga, apa yang kamu lakukan di sini?"
"Tidak ada yang perlu dibicarakan" Jawab ku
"Sebentar saja"
"Hanya sebentar"
Akhirnya kita berdua duduk dengan tenang.
Tidak ada yang memulai obrolan diantara kita.
Apa dia benar-benar ini ku bunuh?
"Katanya mau bicara?" Kesal ku
"Ah iya."
__ADS_1
"Lalu?" Tanyaku
"Lupa hehe" Jawabnya
"Kamu sedang bermain-main denganku? Berhenti kekanakan, Ge!" Kesal ku
"Kenapa kamu marah?" Tanya Gege
Ya! Orang itu Gege. Entah apa yang mau dia bicarakan. Katanya tadi ada urusan tapi tetap saja menggangguku.
"Kamu mengganggu tau ga? Kalau tidak ada yang mau kamu bicarakan, lebih baik aku pergi" Kesal ku
"Maafkan aku. Aku hanya mau bilang kalau kak Mia dan kak Arga tidak memiliki hubungan apapun, Dis" Jawab Gege
"Apa maksudmu? Berhenti bicara omong kosong!"
"Percayalah padaku. Tadi aku hanya becanda saja"
"Kenapa kamu menjelaskannya padaku?" Heran ku
"Karna kamu kekasih kak Arga" Jawab Gege
"Dari mana kamu tau?" Tanya ku
Ada apa dengannya? Kenapa dia bicara ngalur ngidul seperti sekarang?
"Tadi kak Arga marah besar padaku. Aku hampir saja di pukul olehnya" Lirihnya
"Kenapa bisa begitu?" Tanya ku sambil duduk kembali
"Karna aku sudah bilang kalau kak Mia kekasihnya padahal bukan"
"Huh. Baiklah kamu bisa pergi sekarang, bukankah kamu ada urusan?"
"Aku tidak bisa pergi sebelum kamu memaafkanku"
"Untuk apa aku harus memaafkanmu?"
"Karna aku tadi sudah bicara tidak tidak"
__ADS_1
"Maksudmu?"
"Selamatkan aku, Dis. Kak Arga sedang mengawasi kita sekarang" Bisik Gege