Always Him

Always Him
32


__ADS_3

Dengan sekuat tenaga aku mendorong kak Arga agar menghentikan aksinya.


Aku hanya menatap marah kepadanya.


Ku lihat dia segera beranjak dari lantai karna doronganku tadi dengan wajah marah.


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya kak Arga


"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu!" Teriakku


"Apa sebenarnya mau mu?"


"Kak Arga masih tanya? Apa kak Arga belum mengerti juga? Aku sudah muak dengan kakak! Kenapa kakak menciumku tanpa izinku? Kenapa kakak tidak mendengarku saat aku minta untuk berhenti mengusikku dan enyahlah! Aku sudah muak denganmu! Aku membencimu! Dari dulu bahkan sekarang semakin bertambah!" Teriakku


"Apa aku sebrengsek itu?" Lirih kak Arga


"Ya! Jadi berhenti bertingkah dan enyahlah!"


"Sayang, aku minta maaf"


"Sudah ku bilang berhenti memanggilku seperti itu. Itu hanya membuatku semakin muak!"


Kak Arga hanya diam dan terus menatapku.


"Dan ingat! Sampai kapanpun aku tidak akan memaafkanmu! Berhenti bertingkah seperti kita adalah pasangan. Berhenti bertingkah seakan kakak yang paling tersakiti. Sudah ku bilang, aku sudah melupakanmu. Gaga sudah tidak ada dalam hidupku, sekarang atau nanti. Jadi bersikaplah seperti orang asing kepadaku dan berhenti mengganggu!"


Tanpa berkata kak Arga pergi meninggalkanku sendirian dengan raut wajah yang entah apa ekspresinya.


Apa aku keterlaluan?


Tapi aku merasa lega setelah berbicara seperti itu kepadanya.


Aku kembali melanjutkan perjalanan ku ke tempat tujuan awalku.


Aku melihat di sana ada Angie yang menatapku tidak suka.

__ADS_1


Aku terus berjalan dan mengambil tas ku.


"Sudah puas lo?" Sarkas Angie


Aku hanya diam tidak mengindahkan pertanyaannya. Toh, tidak ada gunanya juga.


Aku meninggalkan kelas dan melesat ke gerbang sekolah.


Di lapangan, aku melihat kak Arga dan kak Dias di sana.


Semoga kak Arga mendengar ku tadi.


"Angie!" Teriak kak Arga


Aku hanya mengerutku keningku. Mau apa dia?


Angie langsung melesat ke arah kak Arga.


"Angie jadilah gadisku!" Seru kak Arga selanjutnya


Apa katanya tadi? Benar-benar laki-laki sialan. Apa dia berbuat begitu untuk mempengaruhi ku?


"Astaga, pasti mereka akan jadi couple goals deh!" Seru seseorang di dekatku


"Iya benar, mereka sama-sama memiliki wajah yang rupawan" Seru yang lainnya


Aku langsung pergi dari situ dan malas melihat drama yang ada.


"Gadis tunggu!" Seru Angie


Akupun menghentikan langkahku dan menatap ke arahnya


"Kamu dengar kan? Kak Arga sekarang milikku!" Jelas Angie


"Kau pikir aku tuli?!" Jawabku

__ADS_1


Aku lalu melihat ke arah kak Arga dan dia hanya menatapku datar dan dingin.


Perasaan apa ini? Kenapa aku tidak suka dengan tatapan kak Arga yang seperti itu?


Sudahlah aku tidak mau memikirkan semua drama yang ada.


Aku hanya ingin menyelesaikan masa sma ku dengan tenang dan menyenangkan.


Aku menuju halte dekat sekolah dan duduk di sana.


"Lo gapapa?" Seru seseorang


"Kak Dias? Sejak kapan di sini?"


"Barusan. Jadi lo gapapa?" Tanya kak Dias lagi


"Memangnya aku kenapa?"


"Kelakuan Arga tadi"


"Tidak ada urusannya denganku. Itu hak kak Arga untuk ingin memulai hubungan dengan seseorang"


"Ya, moga aja dia beneran mau berhubungan dengan Angie"


"Kenapa begitu?"


"Gue tau banget gimana sukanya Arga ke lo, Dis. Gue juga gatau kenapa dia begitu tadi? Entah apa yang terjadi, gue tau banget Arga bukan orang yang suka ngambil keputusan dengan emosi. Pasti ada pengebabnya" Terang kak Dias


"Apa penyebabnya?"


"Entah. Tapi gue berharap, sikap Arga yang seperti tadi tidak ada hubungannya sama lo"


"Kenapa aku lagi?"


"Gue hanya gamau, lo jadi alasan rusaknya Arga"

__ADS_1


Setelah mengatakan itu, kak Dias langsung pergi.


Sesangkan aku masih memikirkan kalimat terakhir kak Dias tadi.


__ADS_2