Always Him

Always Him
45


__ADS_3

Kak Arga semakin memperdalam ciumannya.


Tangan kanannya sudah memeluk pinggangku erat dan tangan kirinya menahan leherku agar tidak bisa menjauh.


Ciuman itu semakin terasa panas dan membuatku mulai kehabisan nafas.


Aku memukul dada kak Arga agar dia menghentikan ciumannya.


Berharap kak Arga peka terhadapku, tapi dia malah menggigit bibir bawahku yang otomatis membuatku membuka mulutku.


Kak Arga mulai memainkan lidahnya dengan lidahku.


Sial perasaan apa ini?


Aku meremas kerah kemeja kak Arga dengan erat karna sensasi yang baru saja ku rasakan beberapa detik lalu.


Tangan kak Arga mulai meraba punggungku dan membuatku mendesah pelan.


Aku harus menghentikan aktifitas gila ini sebelum setan menguasai kita berdua.


"Kak Arga" Lirihku


Namun kak Arga tidak mendengar dan melanjutkan aktifitasnya.


"Gaga!" Seru ku sambil mendorongnya kuat


Kak Arga mulai bisa mengontrol dirinya meskipun dengan nafasnya yang terengah.


Tidak jauh beda denganku saat ini.


"Bekasnya sudah ku hapus" Seru kak Arga sambil menyentuh bibirku dengan ibu jari nya.


"Apa maksudmu?" Tanya ku


"Kamu bilang Raga menyentuh mu tadi" Jawab kak Arga sambil menatapku lekat


"Aku hanya bilang menyentuh, bukan mencium"

__ADS_1


"Jadi?" Tanya kak Arga


"Jadi?" Aku mengulang pertanyaannya


"Jangan bilang dia hanya menyentuhnya saja"


"Kamu pikir aku membodohimu?" Kesalku


"Sebenarnya yang bodoh ini aku atau kamu?"


"Kenapa bertanya begitu?"


"Tidak apa-apa. Aku suka kalau gadisku ini polos" Jawab kak Arga sambil tersenyum


"Aku bukan gadismu"


"Ah ya, aku lupa! Anggap saja itu tadi kesalahan. Dan jangan menunggu permintaan maafku, karna aku tidak akan melakukannya" Jawab kak Arga lalu pergi meninggalkanku


"Kau sungguh menyebalkan!" Teriakku pada kak Arga


"Lihat saja nanti!" Teriak kak Arga juga


Tiba-tiba dia berbalik


"Sampai ketemu di Surabaya" Seru kak Arga


Sialan jantungku!


Aku lalu berlari menuju tempat Caca tadi.


"Caca!" Seru ku


"Ya ampun, Dis kamu dari mana saja? Kenapa lama sekali di toiletnya? Kamu sakit?" Tanya Caca


"Iya, sakit perut kebanyakan sambal bakso tadi" Jawab ku


"Apa kamu melihat Raga dan kak Arga? Mereka menghilang entah kemana"

__ADS_1


"Aku ga tau. Lebih baik kita pulang saja yuk. Nanti malam kan kamu berangkat"


"Ayo lah, aku juga mulai kepanasan di sini"


**********


Malam harinya, aku, Caca dan keluarga Caca sudah ada di bandara.


"Bakalan kangen kamu, Ca"


"Aku juga pasti rindu kamu" Jawab Caca


"Jaga kesehatan dan selalu beri kabar kalau sempat" Nasihatku


"Kau ini seperti mama ku saja" Kekeh Caca


"Masih ada yang kamu tunggu?" Tanya ku saat melihat Caca celingak celinguk dari tadi


"Iya"


"Nah itu dia!" Seru Caca sambil menunjuk ke arah orang yang dia tunggu


Awalnya aku cuek saja karna ku kira dia sedang menunggu kakaknya yang terkena macet tadi.


"Gadis aku kesana sebentar ya. Kamu mau beli kopi?" Tanya Caca


"Ya, traktir ya!"


"Kau ini selalu saja minta yang gratisan"


"Kapan lagi aku dapat traktiran darimu yang kekayaannya melebihi sultan di sosial media haha"


"Sialan lo!"


"Yaudah mau nitip apa?"


"Di traktir ga nih? Aku ga mau pesen kalo ga di traktir. Bentar lagi kan aku jadi anak rantau, jadi harus hemat" Jelasku panjang lebar

__ADS_1


"Biar aku yang traktir!" Seru seseorang


Suara itu.


__ADS_2