Always Him

Always Him
47


__ADS_3

Surabaya!


Awal masa depan ku di mulai dari sini.


Semoga menjadi awal yang membahagiakan untuk kehidupan ini.


Hari pertama ospek sungguh melelahkan.


Dengan terik matahari Surabaya yang luar biasa, di tambah kegiatan kampus yang tiada henti dari pagi buta.


Aku hanya ingin cepat pulang dan rebahan di kasur nanti.


"Gadis!" Seru seseorang


"Kak Mia!" Seru ku


"Kak mia kuliah di sini juga?" Tanya ku


"Iya. Apa aku belum bilang sebelumnya?" Jawab kak Mia


"Belum. Kakak di fak kedokteran juga?"


"Ngga. Aku di bisnis. Aku kesini apelin pacar"


"Oh kirain kita samaan. Aku kesana dulu ya kak" Pamit ku


"Ok! Hati-hati!" Seru kak Mia aambil melambaikan tangannya


Aku melaju pergi ke kantin untuk mengisi perut naga yang bersarang di dalam perutku ini.


"Gadis!" Teriak seseorang


Ya ampun, siapa lagi ini?


Aku hanya menengok ke arah suara tadi.


"Gadis Pradipta?" Tanya nya


"Ya, benar" Jawabku


"Bisa ikut sebentar?" Tanya nya


"Siapa kamu?" Tanya ku


"Kenalin, aku Gigih Santosa. Panggil aja Gege"


"Gadis"

__ADS_1


"Bisa ikut sebentar?" Tanya Gege lagi


"Ada perlu apa?" Heran ku


"Mau nitip sesuatu buat kak Mia" Jawab Gege


"Kak Mia?" Tanya ku


"Iya. Mia Mishella, Kamu kenal kan?"


"Iya. Tapi kenapa di titipin ke aku?"


"Karna aku harus buru-buru sekarang. Aku tadi liat kamu ngobrol sama kak Mia. Jadi kalo kamu berangkat sekarang, keburu kekejar kak Mia nya" Jelasnya


"Siapa kamu nyuruh nyuruh aku?" Kesal ku


"Calon masa depan mu"


"Najis" Jawab ku


"Liat aja ntar" Jawab Gege


"Ya, liat aja ntar" Ulang ku


"Cepet kasih ke kak Mia!" Tegasnya


"Gimana mau jadi istri yang baik, kalo sekarang aja udah bangkak sama calon suami" Cicitnya


"Bodo" Jawab ku


Aku meninggalkan nya dan melanjutkan langkah kaki ku ke dalam kantin yang sempat tertunda karna makhluk aneh itu.


"Gadis, tunggu!" Teriak Gege


Aku tidak menanggapinya dan melanjutkan langkahku.


"Siapa dia berani nyuruh cewek cantik sepertiku?" Gumam ku


"Kan aku sudah bilang kalau aku masa depanmu, Dis" Jawab Gege


"Sejak kapan kamu di sini?" Kesal ku


"Sejak kamu menggerutu tadi" Jawabnya


"Dasar tukang nguping"


"Aku tidak"

__ADS_1


"Kalau tidak tadi apa?"


"Tidak sengaja aja denger"


Aku memutar bola mata ku mwndengar semua ocehannya.


Sungguh dia sangat berhasil merusak semangat hari pertama ku memulai aktifitas di Surabaya ini.


"Cepat kasih kak Mia!" Perintahnya sambil menyodorkan bingkisan padaku


"Gue bukan pembantu!" Kesal ku


"Gue cuma minta tolong, Dis"


"Sejak kapan ada permintaan tolong dalam kalimat lo tadi?" Kesal ku


"Kan sekarang udah minta tolong"


"Bodoamat. Daripada lo bacot di sini, lebih baik lo kejar sendiri kak Mia! Seperti kata lo tadi, sapa tau kak Mia nya ke kejar!" Ketus ku


Aku mempercepat langkahku. Tapi sialnya makhluk yamg bernama Gege itu juga ikut melakukan yang kulakukan.


"Gadis, tolong ya!"


"Tidak. Kasih aja sendiri"


"Tapi aku takut"


"Takut apaan sih, dasar aneh!"


"Aneh gini juga masa depan lo, Dis!"


"Terserah"


"Please! Bantu gue"


"Ga tetep ga! Pergi!"


"Gue sebenernya mau banget ngasih ini sendiri. Tapi gue takut sama cowoknya kak Mia"


"Emang kenapa cowoknya? Lalu lo siapanya kak Mia?"


"Gue adeknya. Emang lo gatau cowoknya kak Mia?" Tanya Gege


"Siapa?"


"Arga Pramudya" Jawab Gege

__ADS_1


Deg!


__ADS_2