
Setelah menjauh dari perpustakaan, air mata ini belum juga berhenti.
Benar-benar sialan!
Ada apa denganku? Kenapa aku jadi sangat marah dan menangis begini?
Patah hati saja tidak begini, kenapa hanya dengan berdebat dengannya aku jadi begini?
Sial! Apa yang sebenarnya terjadi?
Apa benar aku mengenalnya dulu?
Tapi kenapa aku tidak ingat?
Benar-benar air mata sialan.
"Gadis!" Seru seseorang
Sialan kenapa dia kemari?
Aku hanya terus berjalan menjauh darinya.
"Gadis, tunggu!"
"Gadis! Berhenti!"
"Gadis, kumohon berhenti!"
"Kumohon berhenti menjauh dariku! Berhenti melupakanku! Ku mohon, maafkan aku sayang!" Lanjutnya yang sudah memelukku dari belakang.
"Sebenarnya apa masalahmu hah? Lepaskan aku!" Marahku
"Tidak akan! Kamu tidak bisa lepas lagi dariku" Jawabnya lirih sambil mengeratkan pelukannya
"Berhenti bicara omong kosong dan enyahlah. Aku sudah muak dengan sandiwaramu! Berhenti menggangguku!" Jawabku mulai menangis lagi.
Sialan, ada apa denganku?
Diapun melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuhku.
"Bisakah kamu memaafkanku?" Tanyanya
"Berhenti bicara. Apa maksudmu sebenarnya?"
"Kamu belum mengingatku?"
"Kenapa harus?"
"Karna memang itu yang harus kamu lakukan!"
"Aku tidak mau!"
"Maaf"
"Untuk?"
__ADS_1
"Segalanya"
Aku hanya diam dan mencoba menenangkan diriku sendiri. Kenapa kehidupan masa abu-abu ku rumit seperti ini.
"Apakah aku dimaafkan?"
"Kenapa?"
"Apa?"
"Sebenarnya apa salahmu?"
"Salahku karna sudah membuatmu salah faham dan melupakanku"
"Mengapa begitu?"
"Karna aku laki-laki bodoh saat itu"
"Kamu meminta maaf karna kasihan denganku?"
"Tidak. Aku di sini karna mencintaimu!"
Apa katanya tadi? Cinta?
Apa aku tidak salah dengar?
Aku ingin sekali menertawakan cinta itu.
"Apa aku mencintaimu?" Tanyaku padanya
Dia hanya diam dan menatapku dalam.
"Aku tidak pantas mendapatkan cintamu"
"Kalau begitu mengapa kamu di sini?"
"Aku sudah menjawabnya tadi"
"Berhenti bicara seperti itu! Aku sudah muak dengan apa yang kamu bicarakan. Sekarang pergi dan jadilah Arga yang datar dan dingin seperti pertama kali kita bertemu!"
Ya orang itu adalah kak Arga. Persetan dengan sopan santun, aku hanya muak dengannya untuk saat ini.
Kita berdua sedang ada di taman belakang sekolah, jadi tidak ada satu orangpun yang akan tau kejadian ini.
"Kenapa diam saja? Pergi menjauh!"
"Tidak"
"Apa maumu?"
"Kamu"
"Berhenti membicarakan bualan itu, Ga! Kalau kamu hanya sedang memainkan taruhan dengan teman-temanmu, anggap saja kamu gagal"
"Aku sedang tidak bertaruh dengan siapapun"
__ADS_1
"Lalu sebenarnya apa yang terjadi di antara kita? Kamu tidak bisa menjawabnya bukan?"
"Aku sudah menyakitimu!"
"Kapan?"
"Dulu sekali. Lalu kamu pergi dan tidak kembali lagi"
"Aku di sini dan sudah memaafkanmu. Jadi pergilah!"
"Sudah ku katakan aku tidak mau pergi darimu" Teriaknya
Aku langsung kaget dan takut mendengarnya. Kenapa dia jadi semarah itu? Yang salah sebenarnya aku atau dia?
"Lalu apa maumu sialan?" Teriakku juga
"Sudah ku bilang aku mau dirimu! Masih belum jelas?"
"Aku tidak mengerti kenapa kamu menginginkanku? Kita hanya bertemu beberapa kali dan kau bilang aku melupakanmu? Jangan bercanda!"
Tiba-tiba dia jalan mendekat ke arahku.
Mau apa dia?
Akupun melangkahkan kaki ku ke belakang untuk menjaga jarak dengannya.
"Arga berhenti!" Teriakku
Tapi dia tidak mendengarku dan terus memangkas jarak denganku.
"Ku mohon maafkan aku, sayang!" Lirihnya sambil memegang kedua lenganku.
Aku melihat tatapan putus asa di matanya.
"Baiklah aku ingatkan" Jawabnya lagi
Tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang aneh di bibirku.
Sial! Dia menciumku.
"Sekarang sudah ingat?" Tanyanya
"Aku be..."
Belum sempat aku jawab dia sudah menciumku lagi.
Aku terus memukuli dadanya minta di lepaskan tapi dia malah memperdalam ciumannya.
Dasar sialan!
Setelah melepaskan ciumannya, dia kembali berkata,
"Mari berkenalan dengan benar sekarang"
Dia menjeda sejenak, lalu
__ADS_1
"Kenalin, Aku Gaga!" Lanjutnya
Aku langsung kaku di tempatku dan terus menatapnya.