Always Him

Always Him
39


__ADS_3

Setelah berhasil menjauh dari si sialan Raga, aku menghampiri Caca untuk menanyakan semua omong kosong yang sudah keluar dari mulut hina anak setan tadi.


"Caca!" Teriak ku


"Gadis ada apa?" Tanya Caca setelah aku mendekat


"Apa benar semua yang di bilang Raga?" Tanya ku tidak sabar


"Memangnya dia bilang apa?" Tanya Caca heran


"Tidak perlu pura-pura sekarang, aku sudah tau semua"


"Aku masih belum mengerti kemana arah pembicaraan kita, Dis. Bicara yang jelas"


"Tadi Raga bilang kalau kalian tidak pernah jadian. Apa itu benar?"


"Jadi Raga sudah menyerah"


"Apa maksudmu, Ca?"


"Semua yang Raga bilang memang benar adanya"


"Bercanda kalian sangat tidak lucu"


"Kita sedang tidak bercanda, Dis"


"Lalu apa maksud kalian selama ini? Kenapa membohongiku?"


"Kalau kamu mendengar jawaban atas pertanyaanmu itu, aku yakin kamu tidak akan menyukainya"


"Persetan dengan rasa suka dan tidak ku. Cukup bicara jujur padaku"


"Baiklah kalau kamu memaksa. Tapi sebelum itu, jangan bicarakan ini di sini, ayo kita ke kantin!"


Aku hanya melengos dan memimpin jalan menuju kantin.

__ADS_1


Rasanya aku sudah muak dengan drama yang mereka lakukan sejak lama.


Apa benar aku memang sebodoh itu?


Kenapa aku selalu di bodohi orang-orang di sekitarku?


Setelah sampai di kantin, kita berdua duduk di bagian pojok kantin.


"Jelaskan!" Perintahku


"Sebenarnya aku sama Raga tidak pernah jadian. Karna memang Raga tidak pernah menyukaiku dan aku masih menyukaimu. Apa sudah jelas?" Jelas Caca


"Kenapa kalian membiarkan semua orang berbicara tentang kalian?" Tanya seorang cewek yang tidak sengaja mendengar pembicaraan Gadis dan Caca.


"Itu permintaan Raga" Jawab Caca akhirnya


"Apa maksudmu?" Tanyaku sedikit kesal.


"Memang itu permintaan Raga yang ingin semuanya tau kalau aku dan dia sedang menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih." Jelas Caca lagi


"Apa kamu berusaha membodohiku juga?" Kesal ku


"Lalu maksudmu, semua kebohongan yang sudah kalian berdua lakukan tidak merumitkan?" Tanya ku dengan nada sedikit tinggi


"Gadis, tolong jangan salah paham. Aku dan Raga aku menjelaskan nanti"


"Ck. Banyak alasan"


"Percayalah Dis, Aku dan Raga tidak bermaksud menggambing hitamkanmu"


"Lalu apa maksud kalian?" Sarkasku


"Tolong maafkan aku, Dis. Bukan, maksudku buat kamu marah seperti ini."


"Aku tidak marah, aku hanya kecewa aja"

__ADS_1


"Raga melakukan itu karna kepaksa. Raga cuma mau memandangi orang yang dia suka dengam tenang walau dari jauh. Dan dengan semua orang tau kalau aku kekasihnya, membuatnya lebih leluasa untuk dekat dengan orang yang dia suka"


"Kenapa begitu?"


"Ya karna kamu adalah orang yang dia suka"


"Jadi Raga tidak bercanda" Lirihku


"Jadi Raga sudah mengatakannya?"


"Ya"


"Lalu kamu bagaimana?" Tanya Caca penasaran


"Ga gimana. Gini aja" Jawab ku sekenanya


"Huh! Maksudku bukan itu" Jawab Caca jengkel


"Menanggapi Raga?"


"Ya biasa aja. Lagian aku tidak suka dengannya"


"Apa dulu kalian berhubungan sangat dekat seperti sekarang?" Tanya Caca


"Tidak juga" Jawab ku


"Apa kamu tidak memiliki perasaan sedikit saja pada Raga?" Tanya Caca


"Tentu saja tidak. Kalau kamu bertanya seperti itu padaku 5 tahun lalu, aku akan menjawab sebaliknya"


"Kamu juga pernah menyukainya?"


"Ya"


"Kenapa sekarang tidak?"

__ADS_1


"Karna sudah move on"


"Sudah move on apa karna bang Arga?"


__ADS_2