
"Apa saya bisa bicara dengan Arga sebentar?" Izinku kepada semua orang yang ada di sana
"Tentu, sayang" Jawab ramah Mama Arga
Setelah itu, aku langsung menarik tangan Arga untuk menjauh dari sana.
"Apa ini, Ga?" Tanyaku
"Apa?" Tanya balik Arga
Kadar kesabaranku sudah terkuras sepuluh persen.
"Apa kamu tau semua ini?" Tanyaku lagi
"Tau apa?" Tanya Arga
"Apa semua ini rencanamu?" Kesalku
"Apa maksudmu?"
"Kamu memanfaatkan keadaan?"
"Kamu menuduhku?"
"Itu kebenarannya, Ga" Keluhku
Dia diam.
"Apa kamu tidak senang?" Tanya Arga
"Dalam hal apa? Menikah denganmu? Atau menuruti kemauanmu?"
"Aku mencintaimu, Gadis" Jelas Arga
__ADS_1
"Kamu tidak!" Jawabku
"Kamu tidak akan tau seberapa besar rasa yang kurasakan selama ini"
"Memang apa yang kamu rasakan?"
"Percaya sama aku, Dis" Arga mencoba meyakinkan
"Kenapa harus?" Tanyaku kemudian
"Beri aku kesempatan" Mohon Arga
"Kamu hanya terobsesi padaku" Kataku kemudian
Dia kembali diam.
Satu menit berlalu.
Lima menit berlalu.
Aku yang ditatap seperti itu jadi salah tingkah sendiri.
"Kamu suka sekali menyimpulkan sesuatu sendiri" Cicit Arga setelah lama terdiam
"Itu yang kurasakan" Belaku
"Kamu tidak akan pernah tau seperti apa perasaanku padamu" Jelas Arga
"Tentu aku tau" Jawabku
"Apa yang kamu tau? Aku terobsesi padamu? Kesimpulan darimana kamu mendapatkan itu?" Tanya Arga meremehkan
"Dari semua sikapmu selama ini. Kamu tiba-tiba datang dan mengatakan bahwa kamu adalah cinta pertamaku dan begitu sebaliknya, kamu juga adalah sahabat kakakku yang sangat dia cintai sehingga dia mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu karna dia tau kalau kita ada hubungan. Apakah aku memang membiarkan semua itu terjadi? Lalu aku lupa denganmu dan kamu hadir lagi sebagai kakak dari orang yang pernah kusukai? Apa dunia memang sekonyol ini, Ga? Atau Tuhan sengaja menciptakan kebetulan yang tidak bisa dibilang baik dan buruk ini?!" Jelasku mengeluarkan semua isi kepalaku selama ini
__ADS_1
"Apa kamu tau di mana letak kekonyolan takdir ini? Aku tidak bisa membantah kalau aku sangat mencintaimu" Terangku
Kulihat Arga tersenyum di sana.
"Tapi kamu juga perlu tau, kalau semakin kesini aku juga semakin ragu dengan perasaanku sendiri dan perasaanmu padaku. Apa aku sudah mencintaimu dengan benar atau aku hanya tertarik euphoria jatuh cinta masa SMA?" Tanyaku
Arga masih diam tanpa ekspresi yang dapat kujelaskan.
Apa dia sengaja diam untuk mendengarkanku sampai selesai?
"Aku sudah melihat sisi buruk darimu, kamu juga menunjukkan sisi terbaik yang kamu punya padaku. Tapi aku bingung, kamu yang sebenarnya ada di sisi mana, Ga? Aku pernah merasa menjadi seseorang yang sangat tidak pantas berada di sampingmu di saat banyak perempuan yang lebih baik darimu mengharapkanmu secara terang-terangan di hadapanku"
Aku menghela nafas berat.
"Aku sendiri belum yakin denganku sendiri, bagaimana aku bisa meyakinkan diriku untuk yakin padamu, Ga?"
"Jangan diam saja dan jawab semuanya!" Teriakku kesal
"Tidak bisakah kamu percaya padaku?" Tanya Arga kemudian
"Tidak bisakah kamu hanya percaya padaku, percaya bahwa aku akan berusaha yang terbaik untuk kita kedepannya. Mungkin aku tidak sebaik dan setampan pasangan impianmu selama ini, tapi aku akan selalu berusaha membuatmu nyaman dan bahagia di sisiku. Kamu satu-satunya, yang pertama dan terakhir. Aku tidak pernah sedekat ini dengan perempuan kecuali dengan Mama dan kamu. Apakah semua itu belum cukup?" Lanjut Arga
"Seperti yang kamu bilang, banyak perempuan yang mendekat, tapi dari awal aku sudah memilihmu, bahkan di saat kamu tidak menempatkanku pada urutan teratasmu. Aku mencintaimu tulus, menghormatimu segenap jiwaku. Mungkin aku pernah mencuri satu dua kali ciuman darimu. Aku melakukannya dengan harapan kamu akan terus memikirkanku. Dan itu bekerja dengan baik bukan? Aku pernah melamarmu tapi kamu bilang akan menerimaku setelah aku sudah jadi dokter. Dan sekarang, aku sudah menjadi seorang dokter. Mungkin kedepan aku akan mengambil spesialis, tapi impianku sebelum itu adalah menjadikanmu milikku, istriku! Jadi, Gadis Pradipta, maukah kamu menghabiskan sisa hidupmu bersamaku?"
saya bisa bicara dengan Arga sebentar?" Izinku kepada semua orang yang ada di sana
"Tentu, sayang" Jawab ramah Mama Arga
Setelah itu, aku langsung menarik tangan Arga untuk menjauh dari sana.
"Apa ini, Ga?" Tanyaku
"Apa?" Tanya balik Arga
__ADS_1
Kadar kesabaranku sudah terkuras sepuluh persen