Always Him

Always Him
41


__ADS_3

Hari kelulusan telah datang!


Tak terasa masa abu-abu sudah terlewati.


Terlalu enggan untuk meninggalkan kenangan yang ada di masa ini.


"Selamat!" Seru Caca


"Kamu juga, Ca! Kita beneran LDR dong beberapa jam lagi?" Jawab ku


"Hanya 4 tahun, Dis. Ga bakalan kerasa kok"


"Abis ini langsung ke bandara?"


"Ngga dong, kita ke bakso depan yuk. Sapa tau nanti kita ga bisa ke sini lagi"


"Ngomong apa sih? Tampol juga nih"


"Hehe ya maklum lah aku kan bukan anak sultan kayak kamu" Becanda Caca


"Sa ae lo Bambang!" Jawabku terkekeh


"Dih ganti nama orang sembarangan lo!"


"Udah deh kalo debat terus kapan makannya ini"


"Jadi kamu berangkat kapan, Dis?" Tanya Caca


"3 hari lagi. Kamu beneran mau berangkat nanti malem?"


"Ga ada alasan buat nunda" Jawab Caca


"Ga ada niat nunggu Raga dulu gitu?"


"Masih aja ngomongin dia?" Tanya Caca


"Jangan jadi penipu buat dirimu sendiri, Ca"


"Siapa juga yang nipu?"


"Kamu lah"


"Kayak situ ga ajah!"


"Kok jadi aku?"


"Kamu sendiri gimana sama kak Arga?"

__ADS_1


"Ya ampun Ca! Ketemu orangnya aja belum"


"Kalo udah ketemu orangnya yakin berani ngajak ngobrol?"


"Itu di pikirin ntar aja kalo udah ketemu orangnya"


"Yakin mau ngejar kak Arga?" Tanya Caca


"Sebenernya sih ngga, tapi ga tau deh"


"Dasar ABG labil!"


"Wani kon karo aku?" Tanya ku dalam bahasa Jawa


"Wah anak ini beneran songong ya! Mentang-mentang mau kuliah ke jawa langsung pake bahasa daerah sana!"


"Bodo 😜"


"Awas aja lo ketemu kak Arga langsung kicep! Gue ketawain dari sini" Kesal Caca


"Ga ada hubungan sama kak Arga" Jawab ku


"Bakalan kangen deh" Seru Caca


"Aku juga bakalan kangen cerewetnya kamu" Jawabku


"Tadi?" Heran ku


"Maksud gue, gue kangen baksonya bambang! Lo makin lemot aja gue liat-liat" Jawab Caca


"Wah ngeselin lo! Awas aja ketemu Raga kicep lo" Kesal ku


"Ga ada dalam kamus Caca yang syantiq sekali seperti bidadari"


"Mual gue dengernya"


"Hahaha maap deh. Sensi amat bu! Lagi kedatangan tamu bulanan ya"


"Anggep aja iya. Kita mau kemana lagi?"


"Gimana kalo kita nonton?"


"Ga bosen apa nonton mulu, yang lain aja deh"


"Kalo mau makan lagi, ga muat perutku ini"


"Mau ke rumahku ga?" Tanya ku

__ADS_1


"Ngapain?"


"Sapa tau mau apelin Raga sekalian haha" Jawab ku


"Sial lo!"


"Jadi beneran ga suka Raga?"


"Ga"


"Ga nyesel nih?"


"Y"


"Yauda, gue gebet deh Raga nya. Sapa tau ntar gue jadi suka lagi sama dia"


"Wah mulai songong nih *** kuda"


"Kan kamu ga suka, jadi aku bebas dong"


"Bukan gitu, gue sih suka sama dia. Tapi dia suka sama kamu"


"Kan yang pacaran situ"


"Dia aja ga anggep gue"


"Jangan bilang lo jauh-jauh ke Jerman hanya buat hindarin seorang Raga" Tebak ku


"Gue juga ga tau, Dis. Gue hanya mau suasana baru. Kalo Raga emang jodoh gue, kita bakal ketemu lagi kok nanti. Kalo ga jodoh ya gue gebet bule sana aja sapa tau mau nampung gue"


"Gue curiga lo di sana ambil jurusan sastra"


"Sok tau lo"


"Kan cuma nebak"


"Ya seseneng lo aja Dis! Capek debat sama lo"


Aku hanya menyauti Caca dengan kekehanku.


Bakalan kangen deh sama sekolah ini 🖤


"Gadis, bukannya itu kak Arga?" Seru Caca sambil menunjuk ke arah belakang ku


Akupun menengok ke arah yang di maksud Caca.


Sial dia benar kak Arga!

__ADS_1


Siapa cewek yang ada di sampingnya?


__ADS_2