Always Him

Always Him
28


__ADS_3

GADIS POV


Sial. Kenapa harus dia?


Kenapa dia datang lagi?


Kenapa takdir bisa seenaknya seperti ini?


Dia adalah orang yang paling aku hindari di bumi ini.


Karnanya aku kehilangan orang yang sangat aku sayangi. Duniaku berubah karnanya.


Aku dan keluargaku terpaksa pindah ke luar kota demi kesehatanku.


Setelah kakakku meninggal, aku tidak bisa berhenti menangis. Aku sangat kehilangan sosok hangat yang selalu menemaniku bermain di rumah.


Aku terus saja menyalahkan takdir karna telah mengambil kakakku secepat itu dengan cara yang sangat tidak ku duga.


Aku membenci kak Gaga. Karnanya, semua ini terjadi.


Aku hanya tidak menyangka, Arga yang selama ini ku temui adalah Gaga yang dulu.


Mungkin karna kejadian itu sudah lama dan kita masih kecil.


Jujur saja aku tidak mengenalinya, dia berubah dari yang dulu. Meskipun tidak ada yang buruk darinya di masa lalu, tapi sekarang dia terlihat dewasa.


Dan mungkin juga karna rasa marahku padanya, aku jadi tidak menyadarinya di pertemuan pertama kita setelah kejadian itu.


Aku selalu menyalahkannya padahal aku tau itu bukan salahnya. Aku hanya mencari cara untuk menyalurkan rasa kecewaku pada kak Bella.


Yang di katakan kak Arga semuanya benar. Dia tidak mungkin menginginkan temannya pergi dengan cara seperti itu.


Dia juga benar dengan cinta yang tidak bisa di paksakan.


Tapi aku harus menyikapinya seperti apa?


Dia bilang aku kekasihnya, tapi aku tidak lagi mengingatnya pernah menyetujui itu.

__ADS_1


Aku hanya ingat, dulu kak Gaga adalah teman kak Bella yang sering menemaniku bermain di taman.


Dia seperti sosok pelindung untukku saat itu.


Dia juga orang yang baik dan selalu membantuku saat aku ada PR.


Tapi untuk menjadi kekasihnya? Apakah bisa?


Aku saja sudah melupakan itu.


Sekarang, orang itu sedang memelukku dan menciumku lagi.


Sial! Aku bahkan tidak menolak apa yang sudah dia lakukan sekarang ataupun tadi.


Berapa kali sudah dia menciumku?


Akhirnya dia melepaskan ciumannya dan nafasku tersenggal karna itu.


Dia tidak melepaskan pelukannya dan terus memelukku erat.


"Apakah kau ingin membunuhku?" Sarkasku


Sebenarnya aku tidak tega melihatnya seperti sekarang.


Aku juga tidak menyangka hari ini akan hadir.


"Aku sudah bilang, aku sudah memaafkanmu kak! Jadi menjauhlah"


"Aku tidak bisa"


"Kau benar-benar ingin membunuhku?" Tanyaku menatap tajam


"Maaf"


"Berhenti mengatakan kata sialan itu. Aku sudah memaafkanmu dan aku tidak akan menyuruhmu menjauh" Putusku final


"Terima kasih, sayang"

__ADS_1


Dia hendak memelukku lagi tapi aku menjauh.


"Tapi aku tidak bisa menjadi kekasihmu"


"Kenapa?" Tanyanya


"Karna tidak bisa. Lupakan semua yang sudah terjadi dan anggap saja itu tidak pernah terjadi"


Aku berlari meninggalkannya menuju perpustakaan.


Sial, kenapa aku menangis?


Bukankah aku sudah memutuskan itu?


Tapi kenapa aku sedih?


Kenapa air mata ini tidak bisa berhenti keluar?


Tuhan, apa sebenarnya yang Kau rencanakan terhadapku?


Kenapa kisah cintaku lebih rumit saat ini?


Bukankah aku tidak memiliki rasa cinta dengan kak Arga?


Aku harus memanggilnya Arga atau Gaga?


Kenapa perasaan ini jauh berbeda dengan rasaku dulu kepada Raga?


Kenapa dulu tidak sesakit ini?


Meskipun dulu aku kecewa, tapi aku tidak semenyedihkan ini.


Benar-benar air mata sialan!


Kumohon berhenti dan sudahi drama ini!


"Gadis!"

__ADS_1


Teriak orang di belakangku.


"Raga?"


__ADS_2