Amora

Amora
Hai


__ADS_3

Amora menunggu pada depan pintu dekat koridor kelas, terhitung sudah lebih dari setengah jam dia berada disini! namun tanda-tanda kemunculan Aval tidak ia temukan.


laki-laki itu membohonginya, lagian Amora juga sangat bodoh sekali mempercayakan ucapan Aval yang banyak bicara itu.


namun ketika Amora ingin masuk kedalam sekolah, matanya menangkap sosok yang ditunggunya. kali ini Amora menyetujui bahwa menunggu itu gak enak!


Amora mendengus ketika Aval mulai mendekat, terlihat Aval yang merangkul cewek yang ingin masuk juga menuju gerbang. meski itu hal biasa yang Aval lakuin setiap harinya! Amora heran tidakkah perempuan itu memarahi Aval atas tindakan lancangnya itu?


"dahhhhh" Aval melambaikan tangannya kepada gadis yang ia rangkul. dan dibalas oleh senyuman bahagia dari gadis itu.


Amora cengoh melihatnya, pasalnya baru kali ini ia melihat langsung rumor yang beredar selama ini.


"nunggu gue lo?"


pertanyaan yang bodoh sekali, Aval bodoh lebih tepatnya.


"menurut lo? gue hampir gila mempercayai ucapan Aval yang banyak omong ini!"


Aval terkekeh dan merangkul Amora. dengan sekali hentakan Amora memukuli perut Aval dan menepis tangan lelaki itu


"gue bukan cabe-cabean lo! lo udah gak suci!" peringatan Amora pada Aval.


"kan lo pacar gue Ra, jelas lah gue gak suci orang gue Aval" balas Aval


Amora diam dan tetap berjalan mendahului Aval dan jika seperti ini maka Aval akan setia berjalan di belakang gadis cerewet itu. Amora malu berjalan beriringan dengan Aval setidaknya itulah yang Amora katakan. tapi Aval berpendapat lain. Amora hanya tidak mau jatuh lebih dalam lagi pada pesonanya, hanya Amora terlalu gengsi untuk mengakuinya. antara Amora yang gengsi atau Aval saja yang memiliki tingkat kepd-an yang luar biasa?


"Ra, lo tambah rata deh" ujar Aval. Amora bagai terbakar api dari gunung berapi terpanas didunia


Amora berbalik menghadap Aval dengan kepalan tangannya yang siap memukuli cowok banyak bicara itu. nampaknya ia harus segera meminta izin bunda untuk menjahit mulut lelaki yang menyebalkan itu.


"kalo makin rata, apa hubungannya sama lo?" sergak Amora setelah berada di depan Aval.


"mau gue bantu buat tambah molek gak?" tanya Aval menyeringai, Mora dibuatnya tambah kesal ia tahu arti dari seringaian Aval barusan selain terlalu banyak bicara, lelaki itu juga memiliki saraf otak yang salah.


"diam atau lo duduk sama Avina!"


Aval terdiam, nampaknya ancaman Amora barusan sukses. seratus persen. bukannya Aval tidak suka duduk dengan Avina, namun jika bersebelahan dengan Avina membuat fikiran bejat Aval keluar karena tubuh Avina yang berisi itu.


Aval gila, itu memang suatu fakta yang harus selalu diingat.


Amora duduk pada bangku yang berada di depan kelas. Aval mengikuti Amora untuk duduk.


Amora menoleh pada Aval " benerin baju lo"


"benerin gimana? kita gak ngapa-ngapain Ra, lo sih gengsi"


Astaga,Otak Aval benar-benar tertutupi hal yang negatif.

__ADS_1


"masukin Val, astaga! lo tuhh ya, bikin mumet tau gak!"


"masukin elo? disini? jangan dong Ra, dirumah aja!"


Amora mengepalkan tangannya kuat, menahan emosinya.


"baju lo, yang dimasukin. bukan gue! biji salak" gerutu Amora kesal. ia heran kenapa jika lelaki itu tidak masuk dunia Amora sepi? dan jika ia mulai hadir kembali keperadapan dunia Amora mudah sekali emosi dengan tingkahnya yang menyebalkan


Aval terkekeh melihat wajah kesal Amora.


"gak ahh, males. lo yang masukin gimana?"tawar Aval


BUGHHHH


satu pukulan tepat mengenai perut Aval, Amora mengatur nafasnya kembali. emosinya benar-benar memuncak akibat Aval yang tidak pernah serius.


"awssss, lo mainnya kasar banget Ra, gue jadi mikir lagi buat jadiin elo ibu anak-anak!" ucap Aval sambil meringis sakit.


Amora berdiri "se bodoh lo aja! peduli *** gue!" balas Amora meninggalkan Aval dan memasuki kelas


...


"ehh, Bay! Amika tuh!" Aval menyikut Abay, Aval menoleh pada Abay yang hanya diam tidak seperti biasanya. tampaknya sedang ada masalah antar keduanya.


masalah percintaan memang rumit.


Aval kembali melihat Amika yang malah duduk bersama Alfi mantan kekasihnya sebelum pacaran dengan Abay. Mereka tampak membicarakan hal yang serius


Aval mengerti sekarang, Abay yang malang!


"lo putus?" akhirnya Aval bertanya hal itu juga. ia sudah menduganya dari gelagat kedua insan ini


Abay mengangguk "lo liat aja, orang dia balikan sama mantannya padahal kita baru putus satu hari"


"Hahahhahaha, akhirnya Amika sadar, mana yang emas dan mana yang berlian"


Aval mengernyit melihat gadis yang duduk didepannya lebih tepatnya disamping Abay.


Amora melihat tajam arah Aval "apa lo?"


"ishh, dasar rata, belagu!" balas Aval mengalihkan mukanya


Amora mendengus "dasar cowok banyak omong!"


"jadi maksud lo, gue jelek dan Alfi ganteng gitu? maksud lo Amika hilaf pacaran sama gue?"


Amora mengangguk "nah, tu lo tahu!"

__ADS_1


Abay memasang wajah masam, lalu menangkup pipi Amora mengucel-ucelkannya layaknya squisy.


"anak SD tahu apa sih lo?" ucap Abay gemas


Amora melepaskan tangan Abay dari pipinya dan menatap Abay kesal "gue udah SMA woiii, dibilang anak SD. Buta lo ya!"


Aval tertawa mendengar pembelaan Amora barusan


"lo tuh masih SD yang, liat deh badan lo, belum pada numbuh"


Amora menjambak rambut Aval "bisa gak mulut lo disaring sedikit Val????"


"awsss, lepasin dong Ra, gue jujur nih! awsss"


Aval meringis memegangi rambutnya lalu menatap Amora yang telah berada di sampingnya


"perempuan setengah dewa!"


"perempuan setengah macan, Val" timpal Abay meralat ucapan Aval


Amora benar-benar panas mendengarnya, Aval dan Abay yang menyebalkan. dia memasang wajah cemberut sambil membenari rambutnya yang sedikit berantakan


Aval menepuk pelan poni Amora "makin mirip dora deh yang" ucap Aval memperhatikan Amora


"pipi lo tambah tumbuh ya?" ucap Aval lagi sambil terus melihat Amora


secara tidak langsung Aval mengatai pipinya besar!


"badan lo makin biasa aja deh Ra!"


Sekarang Aval mengejek badannya yang rata


cukup! Amora menoleh pada Aval, ia tahu kata-kata ini


"lo makin rata deh Ra!"


"lo gak nambah tinggi ya Ra?"


lanjut Amora melanjutin kata-kata Aval. hebat bahkan Amora sampai hapal karena selalu mendengar kata-kata itu dari Aval.


"puas lo?" tanya Amora


Aval terkekeh "lo mau muasin gue Ra?"


Amora mengacak rambutnya dan berdiri melangkah meninggalkan meja Aval dan Abay, bisa gila dia jika disana terus.


Abay tertawa puas melihat tingkah Aval yang menggodai Amora. Aval tersenyum melihat langkah Amora, gadis cerewet yang begitu manis.

__ADS_1


♡♡♡


__ADS_2