
Hal itu tidak pernah terlintas di pikiran Regan. Yang seharusnya Ziona sangat membenci dirinya karena apa yang dia lakukan untuk Ziona di masa lalu yang sempat membuat Ziona di buang keluarganya sendiri dan susah payah membiayai hidupnya apalagi adanya Al. Tapi Ziona dengan mudahnya memaafkan dia bahkan membebaskan Al bersamanya.
Sehingga Regan merasa belum mendapatkan hukuman atas perbuatannya di masa lalu. Membuat Regan bertekad berubah mulai dari menghindari datang ke Bar atau memutuskan semua hubungannya dengan cewek - cewek.
Setelah puas bermain dan jam sudah menunjuk pukul 18.00 Regan dan Al menyudahi permainannya.
Regan membelihkan beberapa mainan untuk Al bahkan membelihkan sepeda pula. Al senang sekali dan saat regan mengajaknya membeli iPhone Al menolaknya.
"Maaf daddy kalau beli iPhone, tanya mommy dulu, soalnya Al punya IPhone tapi nanti akhir pekan baru bisa pegang itu" jelas Al
"Oh... Gitu maaf sayang, daddy nggak tahu, daddy mau belikan adek biar terus komunikasi dengan adek". Jawab Regan
"Al punya ini dad, jadi daddy bisa komunikasi Al dengan Imo" ujar Al memperlihatkan Jam imo di tangannya.
"Baiklah sayang, ada juga handpone mommy nanti daddy komunikasi lewat itu ajah" timpal Regan
"Ok daddy, pulang yuck dad, nanti di tungguin mommy, grandpa and Grandma" ujar Al
"Baik sayang" ujar Regan
__ADS_1
Regan melangka keluar menggendong Al dan di belakang beberapa karyawan mengantarkan belanjaannya dan tak sengaja berpapasan oleh salah seorang pacarnya yang baru - baru di putuskan lewat telepon.
Flasback on
Tadi siang Regan dihubungi salah seorang pacarnya mengajak bertemu di tempat biasa malam ini, tapi Regan menolak karena alasan sibuk, pacaran tidak terima dan akhirnya pertengkaran terjadi dan Regan meminta supaya hubungan mereka di akhiri saja.
To selama ini Regan terus membohongi cewek itu, Regan sama sekali tidak mencintainya hanya sebatas teman Happy fan atau penghangat tempat tidur Regan. Bahkan semua cewek yang dipacarinya di anggap teman tidur ajah, karena Regan hanya balas dendam.
Regan jujur mengakui semuanya tapi cewek itu tidak percaya, sehingga memata - matai Regan dan akhirnya mereka bertemu di mall saat ini.
Cewek ini tanpa malu memeluk Regan dan menciumnya padahal Al masih dalam gendongan Regan. Regan dengan terpaksa menutup mata Al. Dan mendorong kasar cewek itu.
"Apapun yang saya lakuin asal loh nggak mutusin aku" ujarnya berusaha memeluk Regan tapi langsung di tahan Regan yang telah menyerahkan Al ke gendongan asistennya.
"Maaf Rit, hubungan kita nggak bisa lanjut aku sudah punya anak, dan aku tidak mencintaimu, cari orang lain pasti ada yang bisa mencintaimu. Dan ingat jangan pernah menemuiku lagi, jika kariermu mau lanjut, dan kamu kenal aku nggak pernah main - main dengan ancaman ku" tegas Regan melangkah meninggalkan Rita
"Kamu pasti bohong kan Regan, itu bukan anak kamu, kamu belum menikah, pasti alasan supaya aku menjauhi kamu" teriak Rita tak terima
Regan mendekat lagi "menikah atau belum itu bukan urusanmu, tapi coba saja kalau kamu berani, tapi jangan menyesal kalau kariermu hancur kalau berani menyentuh saya atau orang - orang terdekatku" ancam Regan dan berlalu menemui Al di mobil
__ADS_1
"Daddy, dia siapa?" tanya Al setelah Regan duduk di belakang kemudi
"Bukan, siapa - siapa, daddy nggak kenal" jawab Regan bohong
"Oh... tapi kok meluk daddy?" tanya Al penasaran
"Salah kenal orang kali" jawab Regan singkat
"Oh kasian, padahal aunty itu cantik, kok bisa salah orang, atau karena daddy ganteng ya?" celoteh Al
Regan akhirnya tertawa mendengar celotehan Al.
"Daddy emang cakep, makanya cewek - cewek banyak yang suka" ujar Regan narsis
"Tapi Al lebih cakep daddy" ujar Al tak kalah narsis
Regan hanya menggelengkan kepala, "Yayaya kamu seperti mommy mu , pasti tidak ada yang kalah jika debat, pintar ngomong" monolog Regan
Bayangan Ziona terlintas lagi di pikiran Regan, saat melihat tingkah Al kadang bayangan Ziona tergambar jelas pada Al termasuk pandai bicara. Meskipun sifat Al lebih banyak seperti dirinya. Termasuk pilih - pilih makanan.
__ADS_1
Karena asyik ngobrol dan bercanda mereka tibah ke rumah grandpa Gio, Regan segera mengantar Al masuk dan meminta salah seorang satpam mengatakan belanjaan Al.