
Cilla melihat air mata Erick menetes dan jari - jarinya bergerak
"Kak Erick sudah bangun?, sayang ini putri kita" ujar Cilla menghapus air mata Erick dan air mata Erick semakin deras.
Cilla segera berlari keluar "mom, dad, kak Erick sudah sadar" ujarnya dengan semangat
"Erick bangun nak?" tanya daddy dan mommy bersamaan keluar kamar sudah rapi dengan pakaian kerja.
"Ia mom, dad" jawab Cilla singkat
Semua penghuni rumah ke kamar Erick. Cilla menitip Amore ke bibi Lotong untuk menidurkan di kamarnya, dan menyuruh yang lain menelpon dokter, segera ke kamar Erick menyusul yang lain.
"Mom dad, kita doa syukur ya sambil menunggu dokter" ajak Cilla
"Oh oke sayang, hampir lupa" jawab daddy dan mommy bersamaan.Setelah selesai ibadah singkat, dokter segera masuk dan memeriksa kondisi Erick.
"Gimana dok keadaannya?" tanya keluarga penasaran setelah selesai pemeriksaan
"Puji Tuhan, sudah banyak perkembangan, semua patah tulang sudah pulih, hanya menunggu kondisinya normal baru kita lakukan periksaan langkap" jelas Dokter
"Terima kasih kak sudah merawat kak Erick, terima kasih tidak menyerah, terima kasih semuanya Tuhan memberkati kakak senantiasa" ujar Cilla pada dokter Erfan dan dokter Titan sang kakak yang merupakan dokter pribadi keluarga suaminya.
"Hai Non, sama - sama, terima kasih membuat kami kuat dan percaya sama Non, Non memang luar biasa, mana sih cantik Amore?" tanya mereka
"Dikamarnya kak bareng mbak" jawab Cilla
"Oh, kangen dia, bisa nggak kami temuin dia?" tanya Titan
"Silahkan kak, nggak ada larangan kok" jawab Cilla semangat. Mereka pun melangkah segera ke kamar Amore.
__ADS_1
Kabar sadarnya Erick langsung beredar dan pastinya keluarga besar Ardana Group sangat bersyukur, karena akhirnya BOS mereka sudah sadar tapi tidak dengan beberapa orang yang terancam sadarnya Erick, khususnya pihak Claudia, yang sengaja menyebar fitna selama ini.
Memang sejak di rawat di RS beberapa kali sempat melakukan pembunuhan untuk Erick tapi selalu gagal dengan pengawalan berlapis dari Daddy Ardana. Dan dengan kejadian itu akhirnya Erick dibawah pulang dan dirawat di rumah dengan isu bahwa Erick di rawat di luar negeri. Sehingga kehidupan pribadi keluarga Ardana tidak lagi di usik dengan pertanyaan yang tak berujung.
Keluarga Erick sangat bersyukur panantian selama empat bulan akhirnya terjawab sudah meski Erick masih terbaring lemah.
Cilla bersyukur karena doanya sudah terjawab, kini Erick sudah sadar dan sudah bisa merespon meskipun hanya ngobrol dikit.
Teman - teman Erick pun lagsung berdatangan menjenguknya tetapi hanya teman terdekat yang diijinkan oleh keluarga bertemu langsung dengannya, yaitu Joe dan David karena memang sejak kecelakaan Erick, mereka selalu mengunjungi Erick untuk mendoakannya.
Dan kehadiran merekalah yang membuat keluarga kuat menghadapi semuanya termasuk serangan dari media yang menyudutkan posisi mereka.
Satu bulan sudah dengan kesadaran Erick dan Erick sudah bisa keluar kamar, tapi dengan bantuan kursi rodah karena kakinya mengalami kelumpuhan. Tapi Cilla tetap sama, masih setia merawat dan mendampingi Erick.
Erick membutuhkan dampingan karena masih belum bisa menerima keadaannya. Bahkan pernah sempat mengkonsumsi obat tidur yang banyak dan berniat mengakhiri hidupnya tapi beruntung karena masih diselamatkan.Dengan kejadian itu Cilla semakin tidak pernah lepas dari samping Erick.
Erick hanya menatap Cilla dengan tatapan sendu. Erick kali ini lebih banyak diam dan hanya sesekali merespon. Tapi hal itu tidak berlalu bagi AL, karena AL tidak pernah kekurangan bahan untuk dibahas mulai dari omongan bocah biasa hingga yang membuat orang geleng-geleng kepala.
Seperti siang ini saat AL berkunjung karena akhir pekan seperti biasanya Regan mengajak keluarganya berkunjung ke rumah daddy Ardana, dan saat ini Erick dan Cilla masih numpang di rumah Daddy Ardana sejak kecelakaan Erick.
Al bermain - main bersama Amore, AL sangat menyayangi sepupunya itu.
"Uncle Erick, baby Amore cantik bangat, tapi mirip siapa ya? " tutur Al pada Erick
"Ya mirip uncle pastinya" jawab Erick
"Nggak deh, uncle kan cowok, masa baby Amore bilang mirip uncle, uncle kata guru aku kalau cowok ya ganteng, kalau cewek namanya cantik" protesnya polos
"Ia...ia... Kan tadi Al bilang cantik, makanya uncle bilang mirip uncle kan uncle juga cakep" jelas Erick
__ADS_1
"No, uncle baby Amore ngikut cakepnya Al, Al kan lebih cakep dari Uncle Erick, uncle Adit sama daddy" celotenya lagi
"Hehehe, emang siapa bilang AL cakep dari pada uncle?" tanya Erick
"Opa Ardana dan oma Eunike " jawab Al mantap
"Opa dan oma bercanda saja, biar Al nggak ngambek" ledek Erick
"No uncle, Al nggak cengeng, lagian benaran loh uncle, teman - teman disekolah juga bilangnya gitu" ujar Al tak mau kalah
"ya kan mereka bilang gitu biar main bareng Al" ujar Erick lagi
"Nggak percaya uncle, makanya cepat sehat biar uncle liat sendiri de ke sekolahan Al" balasnya nantang
"Iya doain uncle ya! " ujar Erick serius
"Pasti Uncle, tapi uncle harus doa juga, sepertinya AL nggak pernah liat uncle berdoa, daddynya Al juga baru belajar doa loh uncle" timpal AL polos
"Ya Boy kok buka rahasia sayang!" tegur Regan yang menimpali percakapan AL dan Erick
"Tapi benaran kan dad?, mommy and uncle Joe bilang nggak boleh bohong, Tuhan nggak suka" jawab AL santai
"ia...emang nggak boleh bohong, tapi nggak usah cerita-cerita juga, kan daddy malu" protes Regan
"Ya maaf dad, kan AL hanya cerita untuk uncle Erick, ini rahasia ya uncle Rick jadi jangan diceritain ma orang lain" celote Al santai Kemudian pamit menemui aunty Cilla di kamar
"OMG Regan anak kamu, versi Regan mini betul - betul" tutur Erick setelah Al berlari keluar
"Ya AL memang anak hebat, aku bersyukur dengan kehadirannya, membuat aku bisa berubah" jawab Regan "oh, gimana kondisinya Rick? " lanjutnya bertanya dan duduk di sofa berhadapan Erick
__ADS_1