
"Mom, kita cari cara ya gimana ngomong dengan Regan, aku salut dengan Ziona di usia mudah menanggung beban yang begitu berat tapi tidak ada rasa benci sedikitpun bagi orang - orang menyakitinya" ujar Dad serius
"Itulah dad luar biasanya anak Tuhan, seberat apapun persoalannya tidak pernah hilang harapan, seberapapun dia disakiti dan dikhianati tidak sedikitpun menyimpan dendam apalagi hidup dalam kepahitan, bahkan tidak pernah berpikir untuk membalas dendam sedikitpun, salut memang dengan nak Ziona" mom menambahi
"Mom aku kangen Al bisa nggak minta ijin nak Ziona kita VC? " ujar Dad Kemudian
"Ia dad, Al memang selalu buat kangen walaupun baru satu kali ketemu langsung, tapi anaknya cakep cerdas pula, persis Regan kecil, Nak Ziona pasti mau kok dad tapi bentar dad karena disana masih malam" ujar Mom
"Oh ia Dadi lupa" timpalnya terseyum
Setelah beristrahat siang Cilla dan Erick mandi dan siap - siap berangkat ke rumah Papa Adam.
"Dady mom kami pamit ya!" pamit Cilla dan Erick bersamaan
"Ok sayang hati - hati, Bawahkah calon cucu kalau balik ya!"Pesan Mom Eunike sedikit bercanda
"Siap mom" jawab Erick semangat
Cilla hanya menanggapi dengan senyum.
Lima belas menit kemudian
#Rumah papa Adam
__ADS_1
"Cie...pengantin baru dah nyampai" goda Erfan dan Titan saat Cilla dan Erick menyapa mereka
"Apaan sih kak" protes Cilla
"Iri bilang bro" balas Erick santai
"Idih najis, iri dengan kalian?", ogah... bulan depan kami juga menikah" balas Titan
"Tapi BOHONG" sambung Cilla dan disambut tawa semua anggota keluarga
"Titan nggak bohong, kok setelah Nana Ujian, pernikahan di langsungkan" belah Titan
"Yaaa, kak Titan serius?" tanya Cilla penasaran
"Astaga Non nggak percaya" ujar Cilla memeluk Titan.
"Selamat kak akhirnya Nana bisa bareng aku terus" ujar Cilla langsung memeluk kakaknya
"khumm" Erick berdehem tidak suka melihat
Cilla menatap Erick dengan tatapan tajam.
"Omg...bocil ini, seharusnya aku yang marah, seenaknya meluk cowok di hadapanku, meskipun itu kakaknya, aku kan suaminya bahkan belum pernah memelukku seperti itu" monolog Erick
__ADS_1
Cilla dan Erick meletakkan koper di kamar Cilla, kemudian bergabung dengan keluarga lainnya.
Cilla membantu mama Elisa dan para maid memasak di dapur sedangkan para pria mabar di halaman belakang bahkan papa Adam pun tak mau kalah.
Cilla membuatkan kopi dan cemilan untuk mereka. Erick sangat menikmati kebersamaan di rumah ini bersama papa mertuanya juga kakak - kakak iparnya. Mereka semua sangat wellcome dengan Erick.
"Betah dong di rumah kalau seruh gini" batin Erick, kalau dirumah pasti bosan karena hanya ada dad and Regan dan pasti kebanyakan kalau dirumah masih kerja juga.
Setelah mabar mereka semua menuju ruang olah raga dan kembali olaraga bareng. Setelah itu mereka membersihkan diri dan menikmati makan malam bersama.
Erick sangat nyaman karena dirumah mertuanya tidak bedah jauh suasana saat makan yang dihiasi obrolan seruh dengan semua penghuni rumah.
Setelah makan bersama kembali mereka ngobrol di ruang tengah dan melakukan ibadah malam sebelum istirahat yang kebetukan di pimpin oleh Titan.
Setelah ibadah mereka pun pamit ke kamar masing - masing.
"Sayang, disini ibadah tiap malam?" tanya Erick setelah berbaring di samping Cilla dan memeluknya
"Ia, bukan hanya malam tapi pagi juga, mang kenapa?" jawab Cilla jujur dan balik bertanya
"Nggak, papa...tapi aku nggak bisa pimpin ibadah, setiap ibadah dirumah pasti Dad and Mom yang pimpin kalau aku dan kak Regan nggak siap" jelasnya
"Oh... Nggak papa kak, tapi mulai sekarang kakak belajar" ujar Cilla membalas pelukan Erick
__ADS_1
Cilla dan Erick bercerita tentang keluarga mereka masing - masing hingga tak terasa mereka tertidur.