Amora

Amora
Amora part 65


__ADS_3

Erick hanya diam merenung Kata - kata Joe.


"Jadi aku mohon Rick, jangan lagi pernah mengucapkan kata cerai dihadapan Cilla" timpal Regan


Erick masih dalam mode diam,tenggelam dalam renunganya.


Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan kedatangan AL dan langsung memeluk Joe.


"Uncle Joe disini?, kapan datang uncle? Cecar AL duduk di pangkuan Joe


"ia sayang, lumayan lama" jawab Joe jujur


"Uncle mana oleh - oleh buat Al? tanya Al lagi


"Uncle dah titip sama mommy sayang" jawab Joe


"Ya sayang, kok daddy dicuekin" protes Regan pada Al


"Maaf dad, Al kangen uncle Joe, kan Al udah bareng daddy tiap hari" celote Al polos


"Humm, bro ngasih apa untuk anak aku, mengapa kelihatannya lebih sayang kamu dibanding aku daddy nya? " tanya Regan tak terima


"Hanya cinta dan sedikit perhatian kok, nggak macam-macam" timpal Joe santai


Ungkapan Joe seakan sebuah tamparan untuk Regan dan Erick. Ya cinta dan perhatian itulah yang mereka tidak miliki bahkan untuk orang - orang terdekatnya sekalipun


"Stop memperhatikan Al, aku mencintainya, aku yang akan memberikan perhatian itu" tutur Regan kemudian

__ADS_1


"Aku tahu bro, tapi maaf karena aku tidak bisa mengabaikan Al, kalau kamu mau ya berikan lebih dari yang aku bisa berikan" balas Joe masih memangku Al dan mengusap lembut kepalanya


"Ya Joe, resek loh, aku baru belajar jadi daddy yang baik, jagan di rusak" timpal Regan lagi


"Hahahaha, selamat bro...kamu sudah menjadi Ayah yang baik kok, buktinya Al hanya sesekali ajah ke rumah karena kehadiran kamu dihidupnya. Bro tidak ada manusia yang sempurna, kita semua belajar, aku pun begitu masih belajar jadi suami dan ayah yang baik. Kamu pikir aku malaikat yang sempurna, tidak bro, kadang juga sisi egois dan brengsek aku muncul, untungnya Viera bisa menerima.


Inti kebahagian dalam rumah tangga adalah saling menerima kekurangan masing - masing, berani minta maaf jika salah bahkan pada anak pun karena orang tua tidak selamanya benar dan bersedia memaafkan jika pasangan yang salah" tutur Joe


"Terima kasih loh bro, masih setia menjadi teman dan peduli, kalau kamu tidak peduli dengan kami entahlah mungkin aku masih berkecimpung dalam dunia gelap aku" tutur Regan


"Daddy pernah kedunia gelap? kapan dad?, dimana dad? Di sana tidak ada matahari lampu atau bulan?" cecar Al dengan penasarannya


Tawa mereka pun pecah mendengarkan colote Al yang masih polos


"Tapi aku sudah kotor, bro apa Tuhan masih memaafkan aku?" tiba - tiba Erick menimpali percakapan mereka setelah tawa mereka redah


Al kebingungan menatap mereka bertiga bergantian karena pertanyaannya tidak digubris sama sekali


"Sayang, main sama mommy ya, uncle Joe, uncle Erick and daddy mau bahas yang penting, Al pasti belum ngerti" ujar Joe pada Al


"OK uncle, tapi daddy harus cerita ya dunia gelap itu pada Al, Al mau tahu" ujar Al masih penasaran


"Ok boy" jawab Regan singkat Agar Al meninggalkan mereka


Al pun langsung lari keluar kamar mencari mommy nya


"bro hati - hati ngomong di hadapan Al, Al anaknya cerdas dan kritis, salah ngomong bisa fatal" ujar Joe Setelah Al menghilang

__ADS_1


"Ya, aku pusing mau cerita apa sama dia nanti, Al tidak akan melupakan hal itu dengan mudah" tutur Regan sedikit khawatir


"Saatnya bro ngarang cerita, kalau bisa dalam bentuk novel atau komik" ledek Joe


"Sialan loh, Joe"


Mereka kembali tertawa, setelah tawa mereka redah, Joe kembali menanggapi ucapan Erick tadi


"Bro siapa bilang manusia terlalu kotor sehingga tidak bisa lagi Tuhan ampuni?, tanda Tuhan sayang orang berdosa Dia relah mati menggantikan kita supaya kita manusia yang berdosa memperoleh pengampunan, bahkan Dia pernah berfirman bahwa bukan orang sehat yang memerlukan tabib tapi orang sakit, begitupun Dia datang bukan untuk orang benar tapi menyelamatkan orang berdosa seperti kita, kalian kan tahu sekotor apa masa lalu aku, bahkan aku pun sempat berpikir bahwa sudah tidak pantas aku disebut manusia karena saking jahat dan kotornya hidup aku, tapi Tuhan menunjukkan kasihnya melalui seseorang yang membuat aku seperti ini sekarang.


Aku bisa berbicara ini pada kamu karena aku sudah alami pengampunan itu, semua dosa aku lunas dibayar di kayu Salib dan Tuhan Yesus sangat mengasihi aku bahkan melayakkan aku menjadi pelayannya, melanjutkan kabar baik ini bagi yang membutuhkan anugerah itu.


Jadi sebagai sahabat aku mau berbagi kabar baik itu jika kamu mau, Tuhan mengasihi kamu, makanya masih memberikan kamu kesempatan hidup, jika tidak sayang bisa jadi saat kecelakaan nyawa kamu tidak tertolong dan kamu meninggal dengan semua dosa kamu dan pasti kekal di neraka. Tapi seharusnya kamu bersyukur saat ini diberikan kesempatan hidup, bukan untuk menderita tapi untuk mengenal Allah dan menikmati kasihNya." Jelas Joe


"Tapi apa aku pantas dengan Anugerah itu? " tanya Erick ragu


"Memang semua manusia tidak pantas menerima Anugerah itu, tapi Tuhan sendiri yang menawarkan dengan gratis, jadi pilihan sama kita mau menerima atau tidak, kalau memilih menerima pasti bahagia bersama Dia, tapi jika tidak ada konsekuensinya yaitu neraka" tutur Joe serius


"Terus gimana caranya?" timpal Erick bertanya


"Gampang kok, tinggal menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat mu secara pribadi, terus bertobat dengan mengakui semua kesalahan yang pernah kamu lakukan dan menjalani hidupmu ke depan seturut kehendak-Nya" Jelas Joe


"Tapi aku bingung mulai dari mana bro?" tutur Erick lagi


"Kalau kamu mau, aku bisa bantu" tawar Joe


"ya, aku mau" jawab Erick serius

__ADS_1


Akhirnya Joe menjelaskan semua rangkaian injil seperti yang disampaikan pada Regan, hingga Erick mengerti dan memahami semuanya dan membuat keputusan dan akhirnya Joe menuntunnya berdoa


"Saya mengaku bahwa saya adalah orang berdosa dan tidak layak menerima hidup kekal. Tetapi hari ini saya mau menerima Yesus yang memberikan hidup kekal, tidak mengandalkan diri sendiri. Masuklah dalam hati saya menjadi Tuhan yang berkuasa atas seluruh hidup saya. Sebagai buktinya saya mau bertobat, meninggal- kan semua dosa yang telah saya lakukan, saya percaya bahwa Engkau sudah mati di kayu salib menebus dosa saya. Sesuai janji-Mu, setelah saya percaya kepada-Mu. Saya mendapatkan pengampunan dan hidup yang kekal. Didalam nama Tuhan Yesus Kristus saya berdoa. Amin." ujar Erick mengakhiri doanya dan tak terasa dia meneteskan air mata haru. Kini hatinya merasa plong tanpa beban dan ada rasa damai yang belum pernah dia rasakan selama ini.


__ADS_2