Amora

Amora
Amora 44


__ADS_3

Regan menarik nafas lagah setelah bercerita. Dan kembali mendapatkan pelukan dari dad Ardana dan mom Eunika.


"Maaf nak, ternyata kamilah yang tidak memahami dirimu, kami pikir kamu baik - baik saja, dan tak pernah terluka, kami pikir cukup memenuhi kebutuhan kalian sudah beres tanpa memahami perasaan yang kalian rasakan" ujar dad Ardana menyadari kesalahannya selama ini.


"Maafkan mama sayang, yang tidak pernah bagaiman luka batin kamu, ini pasti berat kan?, maaf mom terlalu sibuk di luar rumah tanpa mengurus kalian, bahkan tidak punya waktu sekedar teman curhat buat kalian, tapi mom sangat menyanyagi kamu, sejak kalian datang ke rumah ini, sejak itu kamu menjadi anak kandung mom, tidak ada bedanya dengan Erick dan Eldrick, kalau misalnya ibumu meninggalkan kalian pasti ada alasannya dan waktu itu kalian masih kecil untuk memahaminya sehingga ibumu tidak menjelaskan pada kalian, jadi mom mohon sayang berdamailah dengan masa lalumu, buang semuanya rasa benci dan dendammu belum terlambat untuk memperbaiki, mom dan dad ada untuk membantu mu!" ujar mom Eunike


"Benar nak kata mom kamu, kamu tidak bisa terus hidup di masa lalumu, kamu mempersulit masa depanmu nak, jadi tingglkan semuanya, saatnya mulai melangkah maju, daddy selalu ada buat kamu jadi setiap kamu ada kesulitan datang pada Daddy"


Regan kembali menagis memeluk daddy dan mommynya. "Makasih mom, Dad...bantu Regan, Regan sudah capek dengan semuanya, Regan sudah terlalu banyak melakukan kesalahan, Regan sangat - sangat kotor bahkan Tuhan saja sudah jijik dengan saya" ungkapnya


"Sayang Tuhan tidak pernah menilai masa lalumu asal kamu mau mengakui dosamu dan datang padanya mohon ampun, Tuhan kita itu Kasih jadi pasti mengngampuni kamu seburuk apapun dirimu, jadi papa mohon balik sekarang nak sebelum terlambat" sambung dad Ardana lembut membalas pelukan Regan.


"Makasih dad, mom...kalau gitu Regan mau memperbaiki kesalahan saya tentang Al, dad and mom bisa bantu bujuk Ziona untuk memaafkan Regan" ujar Regan penuh harap

__ADS_1


Dad Ardana tersenyum bahagia, "gini baru anak daddy, harus manly, itu pasti apalagi Al cucu opa, daddy mau Al bisa terus bareng kita, kita anak itu Regan versi kecil" ungkap Dad


"Akhirnya rencana kita berhasil dad" timpal mom Eunike


"Maksud mom" tanya Regan bingung


"Sayang sebelum kamu cari tahu tentang Ziona mom and dad tak segaja bertemu Al dan kanget karena mirip banget dengan kamu makanya kami cari tahu dan kami menemui Ziona, Ziona jujur tentang semuanya. Dan Ziona tidak keberatan jika kamu ingin menemui Al bahkan Ziona sudah berdamai dengan masa lalunya.


Dan saat itu kami langsung menemui orang tua Ziona untuk mengatur pertemuan kalian demi Al dan mereka juga memikirkan hal yang sama. Al sangat merindukan kalian bersatu, Al membutuhkan kalian berdua, apalagi di masa - masa tumbuh kembangnya saat ini.


Satu - satunya yang mom tahu dekat bangat dengan Ziona adalah Joe anaknya pak Hendry, Ziona menganggap nya sebagai kakak karena Joe juga yang membantu Ziona bertobat. Bahkan Ziona juga jadi anak angkat pak Hendry selama Ziona dibuang keluarganya yang sempat menolak masa lalu Ziona. " jelas mom Eunike panjang lebar


"Ah ternyata ceritanya gitu?" respon Regan paham

__ADS_1


"Jadi berarti, tinggal tugas kamu yang merebut hati Ziona lagi" timpal dad Ardana


"Baik dad, mom , tapi itu pasti sulit" ucap Regan pasimis


"Coba dulu, tapi ingat jangan mengulang kesalahan yang sama, kalau misalnya Al lebih mengidolakan Joe tidak usah cemburu karena bagaimana pun sejak kecil Al bersama dia, dan sudah seperti ayah angkatannya. Bakhan kami pun terasa tersingkir dengan kehadiran pak Hendry dan Ibu Chaterina di kehidupan Al.


"Baik mom" jawab Regan.


Tok Tok Tok suara ketukan pintu


"Ibu, pak, kak Regan makan malam telah siap" ujar maid memberi tahu


"Makasih mbak, kami pasti kesana, panggil Erick dan Cilla ya!" pinta mom Eunike

__ADS_1


Beberapa menit kemudian mereka berkumpul di meja makan menikmati makan malam. Mereka hanya berlima karena sejak menikah dengan Adit satu bulan yang lalu Meice pindah ke rumah barunya meski masih satu kompleks dengan mereka atau tempat hanya di batasi jalan raya alias berhadapan.


Setelah makan mereka ngobrol sebentar diruang tamu kemudian berdoa dan masing - masing kembali ke kamar istirahat.


__ADS_2