Amora

Amora
Amora part 23


__ADS_3

#AE Coffee and Resto


Cilla bersama papa Adam dan mama Elisa memasuki Resto tersebut, dan di ruangan khusus sudah ada keluarga Ardana.


"Maaf ya pak, ibu kami terlambat" ujar papa Adam


"Tidak apa - apa Pak Adam santai saja, kami pun baru nyampai " balas Dad Ardana


"Mari pak, Ibu duduk , sayang Cilla duduk di samping Mom" ajak Mom Eunike


Cilla pun duduk mengikuti permintaan Mom Eunike


Mereka makan sambil berbincang hangat dan Cilla menjalankan perannya dengan baik sebagai calon istri Erick, dan Erick begitu senangnya. Yang sebenarnya Cilla memiliki sifat aslinya manis dan penurut, tapi karena tingka Erick yang sering berlebihanlah yang membuat Cilla kadang bandel.


Cilla dan kakaknya memang dibesarkan dan dididik dalam keluarga yang takut Tuhan sehingga mereka tidak terjerumus ke hal - hal merusak diri sendiri.


Meskipun Cilla sudah berusaha agar bisa menerima Erick apa adanya dan terus berdoa supaya Erick bisa berubah, Cilla punya Prinsip seburuk apapun seseorang tapi kalau Tuhan yang mengubah tidak ada yang mustahil.


Sudah terlalu banyak Cilla mendegar dari kesaksian komunitasnya di perkantas yang punya masalalu kelam tapi bisa diubahkan oleh Tuhan seperti kak Joe, kak David, Kak Ogi, Ziona, Maria dan lainnya.


Cilla mau belajar dari sang mama meskipun mamanya berasal dari keluarga konglomerat dan punya karier di atas dari suaminya tapi tak sedikitpun mamanya merendahkan suaminya yang berasal dari kelangan menegah kebawah bahkan hanya berprofesi sebagai dosen disebuah universitas swasta.

__ADS_1


Mama Elisa sangat menghormati dan menghargai suaminya bahkan mereka tidak pernah bertengkar di hadapan anak - anaknya.


Sehingga tak heran jika Cilla dan kakak- kakaknya, sangat mampu mengguasai diri bahkan sangat menghormati orang lain tanpa pandang status sosialnya.


Back to laptop 😂


"Maaf Pak Adam sebelumnya, kalau tiba - tiba mengundang keluarga kesini, sebenarnya ada yang kami mau sampaikan" ujar Dad Ardana membuka perbincangan


"Tidak masalah Pak Ardana, kedepannya akan lebih sering bertemu" tanggap papa Adam terseyum ramah


"Na itu juga yang, akan kita bahas, pak bagaimana kalau pernikahan mereka dilangsungkan saja, tidak usah selesai Cilla Wisuda?"


"Ya bagi saya tergantung mereka sangat, pak karena mereka yang jalani, kita hanya mensuport keputusannya" timpal papa Adam


"Ya... aku ikut ajah baiknya to juga mereka sudah dewasa, sudah ikut pembekalan pranika, jadi kalau mereka siap ya, aku pasti mendukung" tambah mama Elisa


"Berarti tidak ada masalah ya, gimana Erick, Cilla?" tanya Dad Ardana


"kami berdua sudah sepakat kok Dad, mom, om, tante, kalau pernikahan kami bisa dilangsungkan bulan depan, to Setelah menikah aku tetap mengijinkan Cilla berkarier" tandas Erick tak memberi ruang bagi Cilla untuk bicara


Cilla menatap heran ke Erick "Astaga kak Erick apa lagi yang dia rencanakan, sepakat dari mana mempercepat pernikahan, bahkan aku berharap supaya tertunda pernikahannya" batin Cilla

__ADS_1


Erick sengaja pura - pura tidak melihat ekspresi Cilla yang jelas tidak senang dengan keputusannya.


"Ciii, ini baru awal permainan...sampai dimana kamu terus mengabaikan diriku" batin Erick menatap Cilla dengan senyum kemenangan


✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️


Cilla begitu kaget Setelah melirik jam dinding sudah menunjuk pukul 06.00 " Astaga kepala ku pening, gara - gara kak Erick nie setuju kalau pernikahan di percepat jadi kepikiran deh, sampai nggak bisa tidur" Cilla bermonolog


"Ya Tuhan doa pagi bersama aku lewatkan, ngapain mereka nggak bangunin aku ya" lanjut Cilla berdoa sejenak dan kemudian segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah sarapan Cilla seperti biasanya ke kantor dan tak lupa membawakan sarapan untuk Erick seperti yang Erick minta, tapi Kali ini bukan cilla yang masak karena lambat bangun.


seperti biasanya Cilla di antar sopir dan buru - buru memasuki Kantor tempatnya magang dan segera ke ruang CEO dan menitip bekal yang dibawahnya ke sekretaris dan segera turun keruangannya.


Cendana sudah menungunya, tapi situasi mereka saat ini tidak diberikan pekerjaan seperti yang mereka kerja sebelumnya tapi justru hanya ditugaskan fotocopy file dan juga membuat kopi untuk karyawan lainnya.


Tapi tetap saja mereka santai menjalankan tugas itu, meskipun sedikit ada rasa kecewa diperlakukan seperti itu dari staff senior


"Non...ngapain mau ngelakuin ini?...kamu kan bisa minta bantuan kak Erick atau kak Adit" cecar Cendana


"Nana, aku mau magang disini bukan karena pengen diistimewakan tapi mau cari pengalaman kerja, termasuk menyikapi semua karakter rekan kerja, aku nggak mau mereka memperlakukan aku baik karena statusku, kamu sendiri gitu kan? kamu bahkan selama ini menyembunyikan fakta tentang dirimu yang sebenarnya" balas Cilla

__ADS_1


"Ya betul katamu, bahkan aku lebih bebas tanpa embel - embel marga keluargaku" cengir Cendana


__ADS_2