
Mulai saat itu Regan sedikit demi sedikit berubah, bahkan punya kerinduan mengajak Erick , setelah dia merasakan kedamaian setelah bertobat.
Tapi semuanya seakan terlambat kini Erick masih terbaring di rumah sakit dengan bantuan peralatan medis menempel di bagian tubuhnya.
Regan sangat terpukul dengan kejadian ini, selain sebagai sepupu dan sekaligus saudara angkat, Erick juga adalah sahabat terbaiknya.
Tiap hari Regan menyempatkan diri menjenguk Erick di RS. Memberikan doa supaya Erick kembali sadar. Dan saat semua keluarga berkumpul ibadah di ruangan Erick yang didesain khusus memang kedap suara sehingga tidak mengganggu pasien yang lain di sebelah kamar rawatnya. Tiba - tiba Arkan muncul dan membuat keluarga Erick senang.
Arkan Kim merupakan sahabat Erick dan Regan berkewarganegaraan korea, tapi sempat mengikuti keluarga pindah ke Indonesia sejak SMP sampai perguruan tinggi dan akhirnya kembali ke negaranya sebelum studinya selesai. Komunikasi mereka masih terjalin baik tapi sangat jarang karena kesibukan mereka masing - masing. Dan berita kecelakaan Erick membuat Arkan memutuskan balik ke Indonesia untuk menemui Erick.
Setelah ibadah Regan mengajak Arkan ngobrol di kantin RS. Banyak hal yang di ceritakan Regan dan membuat Arkan semakin kaget dengan fakta yang ada. Baru tahu bahwa Erick sudah menikah dengan musuh bebuyutannya sendiri bahkan lagi hamil dan sedikit waktu melahirkan.
Arkan juga heran melihat Regan yang sudah banyak perubahan, bahkan dengan kusutnya ibadah tadi.
"Jahat ya kalian berdua, nikah nggak undang - undang" protes Arkan dengan fasinya berbahasa Indonesia
"Bukan maksudnya gitu tapi semua karena dadakan, ya udah ngundangnya nggak terlalu banyak, lagian loh juga kan jauh , super sibuk lagi" jelas Regan
"Hum...tapi itu sekedar pembenaran kan? " tutur Arkan
"Omg Ar... aku tahu kamu hakim tapi nggak usah menghakimi gitu juga, ini di luar sidang" ujar Regan mencandai Arkan
"Sial loh Gan..." balas Arkan dan kemudian mereka tertawa bersama.
"Gan tapi aku serius, kok bisa - bisanya Erick kecelakaan bareng Claudia, bukannya Erick sudah married?, apa mereka masih menjalin hubungan diam - diam? " tanya Arkan serius
"Ya ini karena loh teman kami makanya aku mau cerita, gini awalnya memang mereka tetap menjalin hubungan meski Erick sudah menikah bahkan Cilla pun tahu. Tapi Cilla tetap menerima Erick bukan karena cinta tapi karena kasihnya dan juga janji pernikahan nya. Cilla tidak mau mengecewakan keluarganya dan Juga daddy and mommy. Cilla memberikan kesempatan untuk Erick berubah dan tidak mau menghakimi Erick.
Karena ketulusan Cilla, Erick bertekad mengakhiri hubungan nya dengan Claudia, bahkan sejak dia menikah dia tidak pernah tidur bareng Claudia, dan satu minggu sebelum dia kecelakaan Erick betul - betul mengakhiri hubungan mereka. Dan banyak yang jadi saksi kalau Erick sudah mengakhiri hubungan mereka. Tapi entah mengapa tiba - tiba kecelakaan bersama. Aku sih curiga ini sudah direncanakan, sengaja untuk menghancurkan Erick" Regan menutup ceritanya
__ADS_1
"Na... Aku setuju dengan kamu, aku tahu Claudia seperti apa orangnya, bisa jadi ini rencananya, terus gimana dengan Cilla? " ujar Arkan
"Cilla tetap percaya sama Erick, dan tidak ada satupun berita yang menggoyahkan pendiriannya mendampingi Erick, Cilla masih berpegangan teguh pada janjinya menerima Erick apa adanya" ujar Regan
"Woa Cilla luar biasa, ada nggak stok seperti Cilla?" ujar Arkan sedikit bercanda
"Seperti Cilla kurang tahu, tapi kalau Istri aku pasti stoknya tidak ada lagi" timpal Regan bercanda pula
"Sial loh Gan, lagi pamer istri , sama yang jombloh" tutur Arkan
"Itu sih DL, lagian banyak tuh cewek cantik ngejar - ngejar tapi loh nganggurin mereka" timpal Regan
"Cantik sih cantik, tapi karakter coy" balas Arkan
"Ia juga sih, kali ini aku setuju, aku baru paham mengapa kamu dari duluh selektif memilih pasangan" tutur Regan serius
"Hahahahahaha, dewasa loh bro? apa yang isteri loh kasih?" ledek Arkan
"Hahahahahaha" tawa mereka pecah lagi
"Gan ke ruang Erick yuck temuin Cilla, aku belum sempat nyapa dia!" ajak Arkan
"Yuck! "
Mereka berdua melangkah menuju ruang rawat Erick.
Arkan memang mengenal Cilla, seperti Regan Cilla memang dekat mereka tapi entah mengapa Erick selalu saja bertengkar dengan Cilla jika bertemu. Erick, Regan dan Arkan adalah senior Cilla sejak SMA.
Sampai di depan kamar Erick, Mereka melihat Cilla mengajak ngobrol Erick dan mereka hanya menguping di depan pintu, tidak mau mengganggu Cilla.
__ADS_1
"Kak Rick bangun dong, cukup istirahatnya, kamu nggak kasian liat mom and dad sibuk ngurusin pekerjaan yang kakak tinggal, terus kakak tega nggak dampingin aku lahiran, kakak udah janji... masih mau ingkar!" ujar Cilla mengusap lembut tangan Erick yang digenggamnya
Regan dan Arkan tertegun menyaksikan semua itu, mereka kasih melihat Cilla seperti itu apalagi lagi hamil tua dan menunggu hari melahirkan. Dan juga tidak tega melihat sahabatnya yang terbaring dengan alat medis menempel di badannya.
"Ngapain kalian berdiri dipintu?" tanya Ziona heran melihat Suaminya mematung di pintu, Ziona baru kembali membelihkan buah untuk Cilla
Regan dan Arkan kaget mendengar suara Ziona. "Humm, nggak baru mau masuk, tapi adek ngagetin" jawab Regan salah tingkah
Mendengar suara Ziona, Cilla akhirnya berpaling ke arah mereka.
"Eh kalian dah balik, mari masuk!" ujar Cilla ramah dengan senyuman manis menutupi kesedihannya".
"Ia Cilla makasih" jawab Regan dan Arkan bersamaan menyusul Ziona masuk.
"Makasih kak Arkan, sudah datang jauh - jauh berkunjung" Ujar Cilla tulus
"Sama- sama dek, tidak usah makasih memang sepantasnya sudah bagi sahabat harus mempedulikan satu dengan yang lain" jawab Arkan tulus pulah
"Nggak nyangka sih, adek yang menikah dengan Erick, benar juga sih kata orang jangan terlalu benci sesuatu karena ujung - ujungnya pasti Cinta, begitu sebaliknya jangan terlalu suka karena berbalik jadi benci" tutur Arkan lagi
"Hahaha, kak Arkan ada - ada ajah, itu lah rencana Tuhan kak sulit dipahami" timpal Cilla
"Betul juga sih dek, oh ya kapan lahiran?" tanya Arkan
"Menunggu minggu depan kak, mohon dukungan doanya ya kak, biar semuanya berjalan baik!" jawab Cilla
"Pasti dek" jawab Arkan singkat
"kak diminum ya!" ujar Ziona meletakkan dua botol minum dingin di atas meja
__ADS_1
"Terima kasih dek" ujar Arkan