
Dan satu - satunya doa Cilla saat ini Erick sadar dan bisa mengakui dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya secara pribadi, jika memang Tuhan mau mengambil. Inilah yang ditakutkan Cilla sebenarnya jika kehilangan Erick sekarang yang belum bertobat, tidak mungkin ada reuni disorga nanti karena arah mereka beda.
Pemeriksaan Erick sudah keluar dan hampir semua tulang patah, tapi doktor Titan dan Erfan menyakini pasti mujizat masih ada, Jadi mereka berusaha menenangkan adiknya.
"Kak aku bukan tidak percaya ada mujizat, tapi satu hal yang aku takutkan kalau Erick dipanggil dengan cara ini, kak Erick belum sepenuhnya bertobat, ini salah Cilla, tidak memaksa kak Erick bertobat" tutur Cilla memeluk Titan dan Erfan
"Non, ingat hal pertobatan itu urusan Tuhan dengan pribadi yang bersangkutan, kita tidak punya power mengubah seseorang, kita hanya bisa menuntun selebihnya Karya Roh kudus, jadi tidak usah menyalahkan diri sendiri" Tutur Erfan bijak
"Non, sudah melakukan tugas mu dengan baik, mengingatkan suami kamu untuk bertobat, tapi mungkin waktunya ajah belum, Erick pasti balik. Bisa jadi Tuhan pakai peristiwa ini titik balik Erick. Jadi terus berharap dan mengandalkan Tuhan. Tuhan baik, apa yang kelihatan mustahil buat kita sangat mungkin bagi Tuhan, Tuhan tidak pernah mengecewakan" timpal Titan
"Makasih kak Erfan, kak Titan, tolong lakukan yang terbaik buat kak Erick" ujar Cilla
"Pasti non, doain ya..., terus pulang istirahat kasian kasian bayi kamu!" pinta Erfan dan Titan bersamaan
"Nggak aku disini, pesan kamar sekalian cek up juga" tutur Cilla
"Ok, Non kalau gitu" jawab Titan tak mau membantah sang adik
Satu minggu sejak kecelakaan tak ada sedikit pun tanda - tanda kesadaran Erick meski luka pada tubuh nya sudah mulai pulih. Cilla dengan setia mendampingi Erick walau sedikit kesulitan karena kehamilannya tapi tidak menghalangi dia untuk terus merawat Erick yang kini di pindahkan ke ruang rawat khusus untuk Erick yang baru di buat oleh daddy Ardana yang memakan dana tak sedikit tapi mereka relah demi putra kesayangan mereka. Uang tidak ada artinya jika dibanding dengan nyawa orang yang kita cintai.
Mom Eunike juga sudah mulai belajar menerima kenyataan, hidup ini milik Tuhan jadi apa yang dia buat baik adanya. Satu hal yang mom Eunike pelajari dari peristiwa ini bahwa hidup ini singkat jadi jangan sibuk dengan hal duniawi tapi perhatikan kehidupan kekal, kelak kehidupan kita setelah kematian. Dan tugas utama orang tua Jika memiliki anak perhatikan kebutuhan rohaninya jangan kebutuhan jasmani saja.
Itulah yang dia syukuri setelah Regan menikahi Ziona, Regan sudah mulai bertobat bahkan telah membuka hatinya menerima Yesus. Dan tinggal Erick yang dia khawatirkan, dan kini masih dalam kondisi tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Flass back on
Setelah Regan menikah dengan Ziona, Ziona sengaja melakukan PA di rumahnya dan pasti mengajak Regan, PA komsel (kelompok sel) dan wilayah masuk ke pimpinan Joe. Memang bukan hanya keluarga Regan tapi ada 10 keluarga termasuk keluarga pak Gio dan pak Hendry, Joe yang menjadi pematerinya.
Seperti biasanya Materi pertama selalu diawali dari jaminan keselamatan atau bertumbuh dalam Anugerah. Joe memaparkan materi secara detail dan sederhana sehingga mudah dipahami.
Anugerah atau hidup kekal adalah pemberi an Allah, Anugerah Allah pemberian kepada kita yang tidak layak menerimanya.
Hidup kekal atau surga tidak diperoleh karena perbuatan baik, amal ibadah dan bukan didapat sebagai upah.
Hidup kekal atau surga diperoleh sebagai hadiah gratis. Tidak perluh dibayar dengan apapun (kebaikan, amal ibadah, dll)
Tapi semua orang tidak dapat menerima Anugerah hidup kekal itu karena ada yang menghalangi, apakah itu? "DOSA"
Semua manusia berdosa didunia ini telah berdosa, termasuk kita.
"Dosa adalah pelanggaran terhadap perintah Tuhan. Seperti : mencuri, membunuh, berzinah, iri hati, berbicara kotor, berpikir jelek, marah, dendam, benci, dll" jawab serentak beberapa orang
"Na....itu semua betul, ditambah komsumsi Narkoba, nyopet, pornografi, nyontek, korupsi, pokoknya banyak" lanjut Joe
Bahkan tidak melakukan kebaikan yang bisa kita dilakukan dan tidak peduli terhadap Allah itu pun adalah dosa. Seperti: menolong orang yang kesusahan itu baik tapi tidak dilakukan, atau tahu beribadah itu baik tapi tidak dilakukan, tahu baca Kitab suci tapi tidak dilakukan, dll.
Seandainya kita hanya melakukan 3 dosa saja dalam 1 hari, maka 1 bulan sudah 3x30 hari sudah 90, dan dalam 1 tahun sudah berbuat dosa lebih dari 1000. Kalau kita diberikan kesempatan hidup 80 tahun berarti dosa kita sebanyak 80.000 lebih. Dengan dosa sebanyak itu tentunya kita tidak layak masuk surga bukan?
__ADS_1
Manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri dari dosa. Seperti orang yang tenggelam dalam lumpur hisap, tidak mungkin mengangkat tubuhnya dengan menarik rambut.
Sebab hidup kita tidak seperti timbangan, asal kebaikan kita lebih banyak dari dosa, kita berharap masuk surga. Mengapa...?
Karena untuk masuk surga Allah menuntut kita harus SEMPURNA, artinya tidak boleh ada satu pun dosa dalam hidup kita.
Misalnya saya mau buat kue , gula, mentega , sudah tercampur kemudian saya menggunakan 10 telur mencampurkan ke adonan dan 9 butir semuanya baik, tiba - tiba yang terakhir busuk, meskipun hanya 1 yang busuk tapi sudah mencemari semua adonan yang baik.
Demikian juga 1 dosa saja sudah mencemari semua kebaikan kita dan membuat kita tidak layak di hadapan Allah yang Sempurna.
Jadi mustahil kita masuk surga dengan semua kebaikan yang kita lakukan. Berarti harus ada cara lain... Mari kita melihat bagaimana cara Allah.
Ada dua pengertian yang salah tentang pribadi Allah yaitu :
Allah tidak seperti tokoh kakek yang baik, misalnya kita nakal pasti tetap mengasihi tapi tidak menghukum kita yang berdosa. Sehingga banyak orang yang bebas berbuat seenaknya karena melebih - lebihkan kasih Allah tapi melupakan keadilan-Nya.
Allah juga bukan seperti tokoh polisi yang adil. Hanya mau menghukum tanpa mau mengampuni kita yang berdosa. Sehingga banyak orang yang hidup dalam ketakutan karena berpikir pasti Allah menghukum tapi mengabaikan kasih Allah.
Yang benar adalah Allah kasih sekaligus Adil. Allah mengasihi kita dengan kasih yang kekal dan tidak ingin menghukum kita. Tetapi bagaimana dengan keadilan Allah?
Misalnya ada orang yang merampok bank, karena terbukti melanggar, jaksa menutut hukum 5 tahun penjara. Meskipun perampok itu berkata. Saya mengaku bersalah, saya menyesal, bertobat dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.
Tetapi hakim yang adil tidak mungkin membebaskannya, karena keadilan berarti yang salah harus di hukum.
__ADS_1
Begitu juga dengan Allah yang adil pasti menghukum setiap kita manusia yang berdosa. Hukum atas dosa kita ialah Maut, penderitaan di dalam Neraka selama - lamanya.
Apakah anda melihat masalahnya...?