
Melihat tingkah Meice dan Adit dengan muka terpaksanya demi sang istri, Regan menahan tawa tapi berbeda dengan Erick yang ikut prihatin dengan kakak Iparnya itu, karena iya pernah merasakan juga.
"Hiss, gak usah dihabiskan mukanya gak ikhlas gitu makannya" Meice mengambil piring yang masih berisi setengah spaghetti porsi jumbo dan mendorong piring ke arah Regan, Meice jadi kesal melihat tingkah sang adik seolah mengejek suaminya.
"Loh kak, kenapa jadi aku yang makan? Bekas dia pula?" Regan tak terima secara tidak langsung disuruh kakaknya menghabiskan bekas makanan Adit.
"Calon baby maunya uncle yang makan" ucap Meice santai.
"Harus habis ya!, Rick, Non kalian lapor ya kalau dia gak habiskan" Ancam Meice berdiri menarik lengan suaminya. Adit senang merasa terbebas dari siksa Neraka dunia itu, Adit melirik ke arah Regan yang memasang muka masam yang terpaksa melakukan hal konyol itu karena takut membantah sang kakak.
"Siap kak" Jawab Erick melirik Regan dengan senyum sinis mengejek.
"Non, kakak duluan ya" Ucap Meice juga diikuti Adit yang pergi tanpa pamit.
"Hati-hati kakak ku" jawab Cilla melanjutkan makannya.
"Wanita hamil mengerikan ya" Regan dengan putus asanya menghabiskan spaghetti super pedas itu.
"Kak Regan, gak usah dihabiskan" Cilla menoleh ke Regan yang sudah bercucuran keringat bahkan dalam ruangan yang ber AC itu.
"Loh, harus dihabiskan" kilah Erick puas melihat Regan yang kewalahan.
"Kakak ish jahat amat, kalau kak Meice disini pasti sudah suruh kak Regan berhenti kok" Cilla kasihan melihat Regan.
Regan yang merasa benar-benar tak sanggup melanjutkan makannya langsung mengambil botol mineral dan minum tanpa memperhatikan air yang tumpah2 di bajunya. Hp yang berdering pun tak didengarnya, melihat Ziona yang menelfon Cilla pun mengangkat.
__ADS_1
"Hai, kak Zio " ucap Cilla dan Erick muncul di Layar hp
"Hai , kak Regan dimana? Kok hpnya ada di kalian?" tanya Zio
Erick memikirkan hal iseng untuk mengerjai Regan, ia pun beralih kamera belakang dan memperlihatkan Regan dengan kondisi yang mengenaskan. Keringat bercucuran, kancing baju di dadanya sedikit di buka dan terlihat basa, serta bibir merah akibat sambal ekstra pedas tadi.
"Tu, lihat dek dia baru saja bertemu kekasihnya" Canda Erick
Ziona yang memang beberapa minggu ini sering baperan langsung mematikan telfon tanpa satu katapun.
"Sayang, kok kamu tegah sih, kasian Ziona...dia pasti belum percaya sepenuhnya ke Kak Regan akibat masa lalu, kenapa kakak komporin kayak gitu?" Cilla menggelengkan kepala melihat tingkah orang dewasa di depannya yang seperti anak kecil itu.
"Shittt, loh bilang apa sama istri saya" Regan Shock mendapat chat Zio.
"Jangan temui Zio dalam waktu dekat dulu, tuntaskan hubungan kakak dulu dengan mantan-mantan yang masih berhubungan dengan kakak" isi chat Ziona
Bug
Regan tanpa aba-aba membuat sudut bibir Erick berdarah.
Erick hanya diam ia menyadari ia salah dan iya tadi melihat kekecewaan di wajah ziona sebelum menutup telfon tanpa berucap lagi.
"Kak stop, kalian bisa menyelesaikan dengan baik" ucap Cilla histeris pasalnya baru kali ini dia melihat kekerasan di hadapannya.
Tanpa berucap, Regan meninggalkan mereka untungnya suasana sudah sepi hingga hanya beberapa karyawan yang melihat hal itu. Saking shocknya cilla sampai meneteskan air mata.
__ADS_1
"Maaf, hanya itu yang keluar dari mulut Erick lalu memeluk sang istri untuk menenangkannya.
Cilla masih saja diam, ia tahu suaminya berasalah tapi ia tak mau menegurnya di hadapan umum, masih ada yang memperhatikan mereka.
"Jangan nangis lagi, entar orang-orang kira kakak memukulmu" canda Erick
Cilla hanya diam, menghirup udara sedalam-dalamnya.
"Hufffff, Ayo kita ke ruangan kak" balasnya menghapus air matanya.
"Erick, pun merasa sangat bersalah, ia barusan melihat kemarahan Regan seperti tadi, apalagi sampai mukul Regan baru kali ini memukulnya, apa kesalahannya separah itu?" pikirnya.
Sepanjang jalan ke ruangan itu terasa sangat panjang, mereka terdiam dalam pikiran mereka sendiri.
Setelah sampai ruangan Cilla, langsung mengobati luka di sudut bibir Erick.
"Maaf sayang" ujar Erick menggenggam tangan Cilla dan mengecupnya.
"Harusnya kakak minta maaf sama kak Regan dan Ziona, kasian kalau ada salah paham di antara mereka, kakak tahu kondisi rumah tangga mereka" Jelas Cilla
"Ia sayang, maaf niatnya sih hanya bercanda" ujar Erick
"Ok, jangan diulang bercanda gituan, nggak lucu!" tutur Cilla tegas dan membalas kecupan Erick
"Ok sayang aku janji...tapi bisa nggak bantuin hubungi Ziona?"
__ADS_1
"Baik sayang" jawab Cilla segera menghubungi Ziona.
Ziona langsung mengangkat telpon dan mendegar semua penjelasan Cilla dan Erick. Ziona memang orangnya pemaaf dan gampang mengerti, sehingga tidak mempermasalahkannya lagi setelah ada penjelasan dari adek iparnya itu.