
Pagi hari Erick dibangunkan dengan suara Cilla yang lagi munt*h di kamar mandi, Erick segera menyusul Cilla dan memijit lembut tengkuk Cilla.
Cilla betul - betul tersiksa dengan rasa mualnya di pagi hari, apalagi dengan mencium aroma parfum atau masakan. Dimasa kehamilan di tri mester pertama masa terberat Cilla bahkan tak sanggup kerja sedikit pun karena badannya rasa lemas semua dan bawaannya ngantuk terus.
Erick sering khawatir dengan kondisi Cilla tapi docter Meygan katakan bahwa hal itu normal bagi Bumil. Erick hanya bisa memenuhi permintaan Cilla meskipun kadang aneh, seperti tadi malam dia yang ngotot tidur di rumah dad Ardana dan pas jam satu dia membangunkan Erick untuk balik ke rumahnya karena tidak nyaman dan dengan drama panjang akhirnya Erick mengalah.
Setelah membersihkan diri Cilla melanjutkan tidurnya dan Erick mempersiapkan sarapan untuk Cilla dengan bantuan maid.
Setelah semuanya siap Erick mengantarkan ke kamar dan seperti biasanya Cilla hanya mencicipi beberapa sendok dan lagi - lagi Erick yang harus menghabisinya. Tapi beruntungnya karena menu kali ini sesuai selara Erick jadi tidak masalah.
Selama beberapa minggu ini Erick selalu berganti pakaian di kantor karena Cilla tidak mampu mencium bauh parfum bahkan sebelum pulang kantor Erick harus mandi untuk menghilangkan bauh parfum di badannya.
Beberapa hati di jalani Erick dengan berat tapi seiring berjalannya waktu Erick sudah mulai terbiasa. Melihat perjuangan Cilla di masa kehamilannya Erick mulai jarang ke club bahkan telah jarang menemui wanita simpanannya. lebih banyak menghabiskan waktu mengurus Cilla karena takut ketahuan orang tuanya.
#Kediaman Pak Gio
Al sangat senang menanti kedatangan Regan yang akan menjemputnya seperti janjinya kemarin dan sesuai perjanjian dengan Ziona. Regan ingin mengajak Al ke kantor, setelah pulang kerja baru mengajaknya jalan tapi karena jarang rumah Ziona dan kantor Regan lumayan jauh jadi Regan memilih menjemput Al pagi hari, to juga di kantor tidak terlalu sibuk jadi bisa menemani Al bermain.
Al terus berlari - lari kecil di ruang tamu dengan senyum bahagianya. Ziona hanya duduk di sofa memperhatikan tingkah Al. Al anaknya memang ceria dan aktif tapi kali ini semakin ceria bahkan sejak ketemu Regan kemarin.
"Aku tidak mau egois, Al prioritasku saat ini, apapun aku korbankan demi Al, baiklah aku akan mencoba mengikuti permintaan papa dan mama, to semua orang bisa berubah hanya butuh diberi kesempatan, lagian kak Regan juga belum pernah menikah, jadi nggak ada salahnya memberi kesempatan" monolog Ziona
"Mom ngomong apa sih?" tanya Al berhenti berlari dan menghampiri Ziona kemudian langsung duduk di pangkuan Ziona
"Nggak ada kok sayang, Adek senang bangat ya di ajak daddy ke kantor?" tanya Ziona mengalihkan fokus Al
"Senang mom, bisa nggak mom Kita tinggal bareng daddy terus?" tanya Al
"Al harus doakan minta sama Tuhan, kalau Tuhan isikan, pasti suatu saat bisa, karena mom nggak bisa janji" jawab Ziona bijak
"Ok mom, Al mau terus berdoa dan harus jadi anak baik juga, uncle Joe bilang kalau Al taat pasti doa Al selalu didegar Tuhan" jawab Al
"Woa anak mom pintar bangat" ujarnya mencium Al berkali - kali.
"Berarti Adek harus taat sama daddy nanti ya, nggak main di dekat daddy kerja terus nggak minta macam - macam Ok janji" pesan Ziona
"Ok...mom"
__ADS_1
"Ini mainan adek kalau habis pakai harus simpan disini ya" lanjut Ziona
"Ok mom"
"Dan kalau pengen minum susu minta bantuan daddy, ok"
"Ok...tu daddy datang" ujar Al melompat dari pangkuan Ziona dan berlari ke pintu menyambut Regan
Regan langsung mengangkat dan menciumnya.
"Selamat pagi" sapa Regan canggung
"Pagi kak, masuk!" sambut Ziona santai
"Aku hanya jemput Al, nanti sore saya antar pulang" ujar Regan masih sedikit canggung
"Ok, makasih waktunya buat Al" ujar Ziona
"Adek pamit dulu sama Grandpa and Grandma!" pintanya pada Al
"Kak duduk sebentar" ujar Ziona mempersilahkan Regan
"Maaf kak kalau sedikit ngatur aku mohon jaga Al baik - baik terus jangan biarkan dia sembarang jajanan, dan jangan membiarkan orang lain memberikan makanan atau minuman untuk Al. Dan jangan ikuti semua kemauan Al kalau memang nggak penting". Lanjut Ziona
"Ok aku akan lakukan yang terbaik buat Al" janji Regan
"Dad go" ujar Al berlari ke Regan setelah pamit
Kemudian kembali memeluk Ziona "Mom Al berangkat ya, by mom"
"By sayang, God bless, ingat pesan mommy" balas Ziona dan langsung mencium Al.
"Hati - hati kak, tidak usah terlalu khawatir Al anaknya penurut kok" lanjut Ziona dan di tanggapi Regan dengan senyum manis
Regan mengatur perlengkapan Al di kursi tengah dan mendudukkan Al di kursi samping yang memang sudah diatur dengan tambahan kursi anak - anak.
"Woa mobil daddy bagus, seperti mobil Al," ujarnya polos
__ADS_1
"Al senang nggak hari ini?" tanya Regan memulai obrolan
"Senang bangat dad, bisa nggak dad bareng Al terus, Al mau main bareng daddy" pintanya
"Al bantu Daddy, ajak mommy tinggal disini, supaya Al bisa bareng daddy, Al mau kan?" ujar Regan
"Mmmmm, Al mau dad, bentar pulang Al bilang mom" ujarnya senang
"Anak daddy hebat" ujar Regan mengusap lembut kepala Al
"Dad...kantor dad jauh?"
"Nggak, kenapa sayang?"
"kok belum sampai?" cicitnya
"Ah daddy....kantornya besar?" tanya Al lanjut
"Besar dan tinggi" jawab Regan
"Seperti pesawat?" lanjutnya
"Lebih besar" jawab Regan
"Kantor mom bagus dad seperti pesawat, terus kantor Uncle Joe seperti kapal, Al suka" cerita Al
"Oh gitu sayang"
"Dad, Al punya pesawat, kapal, mobil, motor cycle, Cycle, tapi mom tinggal di Us, di rumah Grandpa Al hanya punya mobil sama cycle" curhat Al dengan lucunya
"Al mau daddy belikan?" tanya Regan
"Entar de dad tanya mom dulu, kalo ia boleh" jawab Al polos
"Anak pintar" ujar Regan
"Ziona hebat banget loh, ngajar Al taat gini" monolog Regan
__ADS_1