Amora

Amora
Amora part 53


__ADS_3

Sebelum acara di mulai tadi opa Ardana sudah mengajari apa yang Al harus omongin nanti. Sehingga tanpa ragu Al mengucapkan itu semua.


Setelah ngomong Al minta diturunkan dan berlari menghampiri daddy dan mommynya, Ziona dan Regan kompak menyambut Al dengan berlutut dan mencium pipi Al bersamaan, membuat pemandangan seperti keluarga bahagia dan tentu tak luput dari liputan kamera media.


Setelah Al berlari ke opa Ardana dan oma Eunike, barulah Ziona dan Regan berdiri dengan canggung, hanya saling menatap tanpa ada sapaan sedikit pun.


Papa Gio mempersilahkan para tamu menikmati acaranya. Ketika tamu sedang menikmati acara, papa Gio dan mama Agnes mengajak Ziona dan Regan bergabung ke meja Daddy Ardana dan mom Eunike.


"Maaf sayang, kalian pasti terkejut?, kami nggak memberi tahu kalian, tapi kami lakukan untuk kebaikan kalian" tutur papa Gio


"Daddy harap kalian tidak egois, coba pikir Al, betapa bahagianya melihat kalian bersama" timpal daddy Ardana


"Tapi pa, ini terlalu cepat. bukannya Ziona nolak tapi ini terlalu buru - buru, kami butuh waktu" jawab Ziona


"Daddy, aku nggak mau maksa Ziona, kalau memang belum siap, aku tahu aku yang salah" tutur Regan kemudian


"Ya mama tahu ini mungkin canggung buat kalian pada awalnya tapi kalian harus mencoba, mama pun tahu perasaan kalian, karena mama pernah di posisi kalian, kalian harus pikirkan Al" timpal mama Agnes


Regan dan Ziona sama - sama terdiam. "Mama dan papa tinggal ya mau nyapa tamu" tutur papa Gio


"Daddy dan mommy juga" tutur daddy Ardana


Mereka sengaja memberi ruang untuk Regan dan Ziona, sementara Al bersama uncle Joe.


"Kakak bisa menolak perjodohan ini, jangan lakuin hanya karena Al, segala sesuatunya dengan terpaksa pasti menyiksa" tutur Ziona memecah kecanggungan


"Mungkin adek nggak pernah kalau misalnya aku bilang ini bukan hanya karena Al, tapi aku nggak bisa maksa apalagi kalau adek sudah punya seseorang" timpal Regan


"Ah karena merasa bersalah?" tebak Ziona asal


"Yaaaa, dasar kamu, nggak pernah berubah, seenaknya buat kesimpulan" tugas Regan jengkel


"Ya...terus karena apa coba?" tanya Ziona tiba - tiba kecanggungan mereka hilang seketika


"Karena cinta" jawab Regan serius

__ADS_1


"Hahahahahaha" tawa Ziona pecah dan kembali menarik perhatian tamu


Regan tanpa sadar menutup mulut Ziona dengan telapak tangannya. Setelah sadar mereka jadi pusat perhatian, Regan segera melepas tanganya dan kembali duduk di kursinya dengan canggung.


"Gara - gara kakak ni, jadi perhatian kan" protes Ziona


"Ideee.... salain aku lagi, bukannya adek yang tiba - tiba ketawa, nggak ada yang lucu juga" jawab Regan tak terima


"Ya kakak tu yang lucu, kakak bilang karena cinta, emang kakak tahu arti cinta itu apa?" ledek Ziona


"Ledek sampai puas, tapi adek benar juga, cinta itu apa ya?" tutur Regan tertawa


"Ah kan adek tahu arti cinta yang sebenarnya, makanya adek yang ajarin aku" lanjut Regan serius


"Ya kak aku tidak akan tertipu lagi dengan gombalanmu, cukup satu kali, itu pun karena masih anak - anak" jawab Ziona


"Aiiis, kapan aku menipumu?" tanya Regan pura- pura


"Ciee dasar, terus Al apa kalau kamu tidak menipuku? " tutur Ziona


"Huuum, maaf, kakak benar - benar minat maaf, bisakan memberikan kesempatan buat kakak untuk menebusnya?" tanya Regan serius


"Ya ...dek mau kemana?, mau menghindar?, nggak bisa, oboralan kita belum selesai" tahan Regan memegang tangan Ziona


"Nggak menghindar mau cari Al, mau ngasi makanan dulu" ujar Ziona bohong


"Ya...dek, kamu nggak bisa berbohong terlalu ketahuan, sengaja kan mau menghindari aku, itu liat Al lagi makan sama Joe" timpal Regan masih mengengam tangan Ziona


"Emang ia ketahuan banget ya?'' tanya Ziona canggung


"Makanya cepat duduk, kalau nggak aku cium" bisik Regan menggoda Ziona


Wajah Ziona memerah mendengar bisikan Regan, entah mengapa tubunya menghianat dan tak berkutik meski dia tahu Regan hanya mengodanya.


Regan seakan diatas angin melihat reaksi Ziona dan semakin semangat menggoda Ziona, dan bahkan dia sendiri hampir tidak bisa mengendalikan diri benar - benar ingin mengecup bibir mungil Ziona, padahal berniat menggoda Ziona tapi dia sendiri yang tergoda. Untuknya Al tiba - tiba menghampiri mereka.

__ADS_1


"Daddy, mommy kok nggak makan?" tanya Al


Regan refleksi melepas pelukannya, dan berali pada Al menghilangkan rasa canggung.


"Sayang kemana aja, kok daddy di tinggal?" tanya Regan pura - pura


"Bareng uncle Joe, tapi Al mau makan bareng daddy and mommy sekarang" jawab Al manja


"Ok baiklah Al disini bareng daddy biar mommy yang ambil makanannya" tutur Ziona masih canggung atas kejadian tadi


"Ok mom" jawab Al


"Baik sayang, masih ingat kan makanan favorit aku" turur Regan kembali menggoda Ziona


Ziona melangkah pergi tak peduli godaan Regan. Saat sedang memilih makanan untuk Al dan Regan, sesorang menyapa Ziona.


"Woa semakin cantik loh Zio, tapi sayang aku terlambat" tutur pria ganteng di hadapan Ziona


"Ais apaan sih kak, gombal muluk... hampir - hampir aku tertipu" jawab Ziona


"Astaga kemana ajah loh selama ini?, tiba - tiba menghilang, aku kecewa, mengapa baru muncul setelah ada tunangan" tutur Nanda serius


"Ciii kak, nggak usah gombal, banyak yang antri di belakang kakak tinggal milih susah amat" jawab Ziona


"Yaa dek antrian banyak tapi sayang nggak ada seperti adek" timpal Nanda


"Omg kak, banyak yang lebih dari aku kali, liat di gedung ini aja tatapan mereka seakan ingin membunuh aku, mereka pada cantik" ujar Ziona


"Cantik tidak menjamin kualitas apalagi karakter" tutur Nanda


"Omg, sejak kapan kakak serius cari pasangan?" tanya Ziona heran


Tiba -tiba seseorang merangkul pinggang Ziona dari belakang. "Sayang ambil makannya kok lama banget sih?" tutur Regan merapatkan rangkulannya sementara tangan yang lain mengandeng tangan Al.


Ziona sempat kaget dan mau melepas tangan Regan tapi belum sempat langsung mendapat kecupan dari Regan "Jangan coba - coba menghindar, aku bisa lebih nekat" ancam Regan bersisik

__ADS_1


Ziona menginjak kaki Regan tanpa melirik Regan sedikit pun. Ziona tahu sifat Regan kalau lagi cemburu orangnya nekat, daripada jadi pusat perhatian mending ikut maunya.


"Maaf kak Nanda, aku ambil makanan buat anak aku ya, nanti lain kali ngobrol" tutur Ziona


__ADS_2