Amora

Amora
Amora part 18


__ADS_3

***


#Kediaman Ardana


Erick sampai disana sudah ada je-dua orangtuanya dan juga Meice tapi tidak dilihatnya Regan.


"selamat malam, Dad, mom, kak" ucapnya berhenti sejenak salim kemudian terus ke kamarnya.


"Malam sayang" Mommy Eunike


"Hmm, malam dari mengantar Cilla?"Daddy Ardana


"Malam dek" balas Meice tanpa mengalihkan pandang dari Tabnya rupanya Meice sedang mengikuti meeting online (Tapi kan malam thor? readers


Author: Itukan urusannya Meice mau mlm atau siang 😀😀)


"Aku terus ya, dad mom mau ganti" balasnya


Setelah sampai di undakan tangga terakhir ia baru menyadari jika Regan tidak ada disana


"Regan dimana?" teriak Erick yang sudah di lantai 2


"Astaga Tuan muda, Tuan Regan ada di studio tuan sedang bermain gitar" ucap assiaten pribadinya Erick yang bekerja di Kediaman Ardana.


Tanpa ucapan terima kasih atau apa Erick pergi dengan wajah dinginnya.


"Tuan Arrogant, berbeda sekali dengan Tuan muda Eldrick" Amma memaklumi kelakuan tuannya yang satu itu padahal dari Tuan Ardana maupun Nyonya Eunike tak ada yang memiliki sifat itu.


Erick menuju kamar untuk berganti pakaian, beberapa menit kemudian ia sudah rapi dengan tampilan casual yang sangat berbeda dengan tampilannya tadi ketika mengikuti resepsi pernikahan.


Sepertinya ia akan keluar lagi malam ini mencari kesenangan dan kenikmatan yang dunia tawarkan.

__ADS_1


Saat akan mengambil kunci mobil dan jaket yang sudah disiapkan.


''tring" tanda Whatsaap masuk


*Cilla Bocil**


"Maaf tuan Arogan, makanan apa yang akan saya masak besok" isi pesan Cilla


Entah seperti orang kerasukan Erick yang biasanya dingin dan bermuka judes selain pada keluarga dan orang yang dihormati daddynya. Ia bahkan senyum-senyum tak jelas membaca isi pesan singkat itu.


"Padahalkan aku hanya bercanda, tapi ya baiklah biarkan dia membawa makanan itu besok" ucapnya dalam hati ia langsung menekan tombol yang berbentuk camera dibagian ke-2 dari kanan pada tampilan whatsaap.


Yeah seorang Erick Ardana melakukan video call hanya untuk membahas sesuatu yang diluar dari pekerjaan. Pencapaian teraneh yang tanpa sadar dilakukannya. Dulu bahkan ia tak akan berbasa-basi bahkan itu rekan bisnis yang tidak menguntugkannya.


"Hallo kak, ada apa?" tanya cilla muncul dengan bareface yang baru selesai skincarean stelah beribadah tadi dan dirinya sedang membaca Alkitab seperti biasanya


"Cantik" puji Erick dalam hati


"Oh, eh itu anu... Makanan yang tidak pedas, apapun asal tidak pedas"ucapnya sedikit gugup (Huuu seorang Erick Ardana gugup?")


"Baiklah"ucap Cilla singkat


"Kamu lagi apa?" pertanyaan bodoh itu keluar dari mulutnya.


"Ini, lagi baca Alkitab"ucapnya tersenyum (senyuman yang mampu memghipnotis siapapun) sambil mengangkat Alkitab berwarna Biru yang penuh garis2 dikertasnya.


"Baca Alkitab, semalam ini?" balasnya dengan nada Heran.


"Iya, biasanya siang tapi tadi ada kegiatan jadi aku ganti baca malam" jelasnya


"Oh, emang nggak bosan?" pertanyaan bodoh itu lagi

__ADS_1


"nggak....emang buat kakak Alkitab membosankan?" tanya Cilla


"Em... eh... bukan itu maksud kakak, ini kak Sudah larut malam, pasti ngantuk" jawabnya gugup mengalihkan pembicaraan.


"Hmm, tapi yang aku liat kakak masih segar tuh, rapi lagi pasti mau keluar lagi ya" tebak Cilla.


"Eh, lagii?" Erick mengulang kata lagi yang diucapkan Cilla.


"hmm, maksudku kan kita baru pulang acara gitu, kok udah rapi lagi siapa taukan acara tambahan gitu, hehe " Cengirnya Ia mengalihkan maksud sebenarnya.


"Nggak kok, Cie calon istri yang baik ni, perhatiannnya , kok rasa sayangnya bertamba ya" balik Erick menggoda


woaaaaahhhh daebakkk si Tuan muda Erick menggombal? rupanya tadi diacara Resepsi Arion si Tuan dingin itu salah makan.


"Ishh apaan? gak jelas" sinis Cilla.


"Udah ah aku mau tutup, aku mau lanjut bacaan ku ntar makin larut gak selesai-selesai". jawabnya.


"Eitsss, yang nelfon siapa, yang nutup siapa? enak sajaaa..." timpal Erick.


"Terusss????, emang ada larangan?" timpalnya menatap Erick di layar Hp gold rose miliknya.


"Aku yang larang" jawabnya dengan nada dinginnya.


"Ciii dasar bossy" ujarnya lirih tapi masih terdegar jelas di telinga Erick, lanjut membaca tanpa mempedulikan Erick lagi.


Erick tanpa sadar menyandarkan diri sofa, terhipnotis dengan suara Cilla yang asyik membaca terdengar seperti lagu pengantar tidur untuk Erick.


Cilla terus membaca tanpa dia sadari bahwa Erick belum mengakhiri video callnya.


Karena terlalu fokus memperhatikan Cilla yang asyik dengan dunia bacanya, Erick sampai melupakan tujuan utamanya untuk bersenang - senang di club miliknya.

__ADS_1


__ADS_2