Amora

Amora
Amora part 19


__ADS_3

Kak El, kamu disini?" sapa Erick bahagia...


"Hei, stop buat masalah ya, kakak tidak bisa membantumu menyelesaikannya lagi, belajarlah dewasa" ucap Eldrick meninggalkannya dengan sebuah gantungan kecil yang digenggamnya.


"Kak El.... kak... Kakak.... " Erick bangun lagi-lagi dirinya mimpi tentang kakaknya dengan ucapan yang sering dikatakan Eldrick padanya.


Erick kaget saat bangun mendapati dirinya tertidur disofa dan langsung melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 02.23 dini hari.


"oh shiit, badanku pengal semua, kenapa aku bisa tertidur disini?" Erick bermonolog sambil mengingat kenapa bisa-bisanya dia tertidur disana


"Oh, astaga aku tertidur setelah mendengar suara bocil itu, apa yang terjadi denganku? Mendengar dia terluka bahkan itu tidak parah membuatku kuatir berlebihan, bahkan semalam hanya karena terhipnotis dengan suaranya aku sampai lupa menemui Ady di Club". Ucapnya berpindah ke tempat ternyamannya.


Erick meneruskan tidurnya, ia melupakan mimpinya yang memang sering dialaminya.


***


Cilla sehabis ibadah,mengikuti mama Elisa dan Bi Sarah ke dapur, Cilla benar-benar memasak untuk Erick seperti yang dikatakannya kemarin.


"Non, mau apa?" tanya Elisa biasanya Cilla habis ibadah pasti terus ke kamar atau bercengkrama dengan Papa Adam dan kakak-kakaknya di ruang tamu saja


"Non mau masak ma untuk kak Erick, mau kayak mama tiap hari pasti sempatkan masak untuk papa dan kami meskipun mama juga orang sibuk" jawabnya


"Oh, Emang mau masak apa, non?" Mama Elisa terlihat bangga pada Putri satu-satunya itu, yang sisa beberapa bulan saja akan meninggalkan mereka karena akan mengikuti suaminya.


"Cilla mau buat masakan simple saja ma untuk sarapan" jawabnya sambil berfikir makanan apa yang mau dibuatnya.


"Omlate telur+sayur saja ma" jawabnya Karena itu sarapan paling simple dan cepat.


"Baiklah menu sarapan pagi ini, Omlate saja " mama Elisa memberi saran.


akhirnya mereka pagi ini sarapan Omlate telur+sayur ala Cilla.

__ADS_1


Setelah sarapan Cilla pamit untuk berangkat duluan Karena tidak ingin dianggap anak Magang pemalas.


Pak Sapto supir Cilla sudah siap mengantarkan sang Nona mudah.


"Papa, mama, Bang, kak, Non duluan ya" ucapnya Pamit dengan bekal ada di genggamannya.


"Iya, hati-hati Non" balas Papa Adam


"Hati-hati sayang" mama Elisa


"Nanti ketemu dikantor non"balas Bang Adit


"Baiklah aku pergi" ucapnya berlalu.


🌮🌮🌮🌮


Cendana sudah menunggu di lobby kantor sejak pagi" Nana, maaf agak terlambat ya" ucap Cilla ngosngosan menghampirinya.


"Loh, abis marathon ya?" Cendana heran melihat Cilla.


"Ayo, entar telat, kita dibagian Acounting" jawabnya


"Hufff paling magang kita cuma disuruh buat kopi atau fotocopy saja" Cendana dengan nada tak bersemangat melangkah mengikuti Cilla.


"Ya, kamu ma belum mulai juga udah nebak aja" Cilla menekan tombol lift lantai 13 tempat mereka akan bekerja selama sebulan.


"Ting" suara lift akhirnya terbuka dan mereka sampai dilantai yang dimaksud.


Mereka berdua langsung duduk pada tempat masing-masing. Kubikel Cilla tak jauh dari kubikel Cendana. Mereka sibuk mengatur barang-barangnya. Belum ada karyawan disana selain mereka berdua.


Mereka tidak tahu jika semua karyawan akan datang lebih awal tapi menunggu sang Presdir.

__ADS_1


Suara merdu Maria Sandi menyanyikan lagu NDC terdengar dari Iphone miliknya Cilla.


"Shalom pak, ada apa ya?" tanya Cilla sopan.


"Non, bekalnya kelupaan, bapak mau masuk tadi tapi dilarang satpam, maaf non bapak tidak bisa antarkan, saya tunggu non di depan saja ya" jelas pak Sapto.


"Oh, astaga iya pak makasih sudah diingatkan, tunggu non segera turun" balasnya dan langsung pergi tanpa ijin pada Cendana.


Cilla melangkah dengan cepat hingga dirinya tak menyadari jika semua karyawan berjejer untuk memberi hormat pada Tuan muda Erick yang merupakan presdir.


Cilla hanya fokus pada tujuannya, saat seorang HRD menegurnya ketika akan sampai di pintu depan.


"Anak magang kan?" tegur HRD


"Iya, Bu saya Cilla Amore" balasnya percaya diri tanpa menyadari kesalahannya.


"Saya suka kepercayaan diri anda nona, tapi apakah anda tahu kesalahan fatal yang anda lakukan di hari pertama magang?" ucap Bu Rati selaku HRD.


Cilla bengong lalu menggelengkan kepala tidak tahu apa kesalahannya. Perasaan dirinya belum melakukan apapun.


"Ya, tamatlah riwayat nona jika Pak Erick melihat anda dengan keadaan yang tidak siap untuk menyambutnya". Balas Bu Rati


Cilla masih belum bisa mengerti maksudnya. Ia kemudian berbalik lalu menuju pintu utama untuk menemui pak Sapto mengambil bekal yang dinawahnya. Bersamaan Erick, Adit dan Regan muncul di pintu Utama.


Cilla melihat mereka tunduk menyapa dengan sopan tapi terus berlalu melewati mereka.


Para karyawan menganga melihat tingkah cilla yang dianggap sangat berani berlalu dihadapan seorang Erick Ardana dengan santainya. Tidak tahukah dirinya jika hal itu sangat bisa membuag situan muda murka ? Kesopanan dan rasa hormat harus ditanamkan bagi siapapun yang bernaung di bawa Ardana Group.


Para Karyawan lain mulai berbisik-bisik dengan sikap tenang Erick yang dilalui begitu saja oleh Cilla.


"woah anak magang itu cari masalah" celetuk karyawati yang dekat dengan si Bu Rati HRD itu.

__ADS_1


Setelah Erick dan Adit lewat Regan berhenti tepat didepan Bu Rati dan mengatahkan jika Cilla lewat suruh langsung ke ruangan Presdir.


Hal itu membuat Karywan lain menerka-nerka apakah gadis malang yang hari pertamanya magang itu akan langsung di kick dari Perusahaan itu.


__ADS_2