
Cilla sangat berat hati untuk melepaskan anaknya meski hanya beberapa hari menginap di rumah mama, papanya dan pasti tidak diragukan lagi soal bagaimana Mama Elisa menjaga cucunya itu.
"Astaga, Non... Amore nggak akan sampai sebulan dirumah kok, mama sengaja jemput Amore karena Mommy kalian akan ke Jerman, sedangkan kamu harus lebih fokus ke terapinya Suami kamu dulu" Mama Elisa sengaja mengambil ali, soal Amore karena iya mendengar dari ART bahwa akhir-akhir ini Cilla sangat kewalahan mengurus suami dan anaknya bersamaan karena dari keduanya ia rawat tanpa mau dibantu oleh Maid.
"Tapi ma, aku masih sanggup kok" ucapnya
Erick hanya merasa bersalah, melihat istrinya yang tidak rela melepas putrinya itu, jika bukan karena dirinya pasti Mama Elisa tidak akan Keukeh membawa Amore.
"Maafkan, aku ya merepotkan kalian" ujar Erick
"Sayang, kok minta maaf?" Cilla mendekatinya dan menyerahkan Amore untuk digendongnya.
"My Lovely, maafkan papi untuk saat ini papi gak bisa buat apa-apa kekalian, maafin papi yang masih merepotkan mami?" ucapnya menciumi wajah putrinya.
"Kak, Non sudah bilang gak suka dengar kalau kakak terus nyalain diri sendiri" Cilla memeluk mereka.
"Hmmm, drama nya sudah ya, Mommy mau pulang sama Daddy sekalian antarkan Al ke Omanya... Regan tinggallah disini bantu Erick, di RS ada Titan juga Erfan yang bisa tangani" akhirnya Setelah bercengkrama dengan Besen nya, penghuni ruangan itupun akhirnya keluar satu per satu, dan terakhir Erick dan Cilla juga keluar mengantar putri mereka ke parkiran.
__ADS_1
"Ma, hati-hati ya" ucap Cilla memeluk sang mama begitu juga dengan Erick menyalami mertuanya untuk berpisah.
"See you, Mami papi" ucap sang mama menirukan suara anak kecil sambil mengangkat dan menggoyangkan tangan cucunya. Amore yang diperlakukan seperti itu hanya tertawa ceria.
Setelah mobil menghilang dari pandangan mereka akhirnya mereka kembali ke ruangan.
"Kita makan sekalian ya, baru kembali ke ruangan" Cilla merasa sangat lapar
"Iya sayang, kebetulan saya sangat lapar juga" Erick menimpali. Kemudian mereka berjalan ke kantin dimana masih ada saja karyawan yang memang tak menyukai Erick maupun Cilla. Tapi toh hidup mereka tidak dipengaruhi bagaimana orang menilai kan? Erick hanya masih dalam proses menjadi lebih baik.
"Cilla dikantor memang sangat akrab dengan semua Karyawan tapi teman dekatnya hanya Cendana yang juga jadi kakak iparnya. Tapi Cendana kembali ke Perusahaan Ayahnya karena memang dia anak tunggal sehingga mau tidak mau ia harus mengemban tanggung jawab itu.
"Hei, kalian lapar juga ternyata ya" Regan dengan santainya menyapa mereka tanpa di dengar oleh karyawan.
"Kak Regan pikir kami robot? nggak butuh makan?" Cilla membalas sambil duduk diantara Kak Meice dan Suaminya.
"Kak Adit kenapa, kok mukanya ditekuk gitu?" Lirik cilla setelah menuliskan pesanannya dan erick kemudian diserahkan pada pelayan kantin.
__ADS_1
"Kakak kamu ini jahat Non, masa dia gak mau makan Spaghetti super pedas yang aku beli" Meice mengadu dengan kesal.
"Cilla, Erick dan Regan terbahak mendengar seorang Meice yang mandiri, cuek bahkan terkesan angkuh mempermasalahkan hanya soal pasta yang dipesannya gak dimakan oleh suaminya? Bahkan ia sendiri tahu jika Adit gak bisa makan makanan ekstra pedas" Dasar Bumil...
"Hebat ponakan aku, ternyata ngerjain para daddynya, bahkan sebelum lahir pun" tambah Regan
"Tunggu Ziona hamil, semoga kamu dikerjain lebih dari kita" balas Adit dan Erick bersamaan
Regan hanya cengir kuda.
"Stop debat, ayoh makan!, bang Adit harus makan, abang nggak mau kan anak kakak ileran?" timpal Cilla tak tegah melihat wajah kesal kakak iparnya
"Non, itu mitos, kirain kamu orang percaya?" protes Adit
Cilla hanya cegegesan, dia tahu betul itu hanya mitos tapi hanya pengen bantuin kakak iparnya ajah, Cilla tahu persis gimana rasanya jika keinginan bumil tidak di ikutin.
"Dasar laki - laki, egois bangat hanya bisa buat nggak bisa bertanggung jawab" omel Meice lirih tapi masih kedengaran Adit
__ADS_1
Tanpa bersuara akhirnya Adit terpaksa memakan spaghetti pesanan Istrinya, sebenarnya kasian melihat wajah cemberut sang Isteri dan Meice pun langsung senang dan mengecup singkat pipih sang suami.