
"Tiba-tiba Ziona menghentikan kegiatan menggelitik Al, akhirnya Regan pun berhenti dan Al juga diam, keduanya memandang Ziona yang seperti memikirkan sesuatu.
"Mom, there is something wrong?" tanya Al
"Sayang, ada apa?" tanya Regan kuatir.
"No, no ...i'm okay" Jawabnya kemudian turun dari ranjang menuju meja dan membuka laci mengambil sesuatu. Hal itu tidak lepas dari pandangan sang suami dan anaknya.
"Lihatlah" Zio menunjukkan kertas dari dokter kandungan tadi kepada suaminya.
Regan membacanya tapi banyak kata-kata medis yang tidak diketahuinya. Yang iya tahu ini surat dari RS karena kop nya ada Still Hope Hospital.
"Sayang, kamu sakit? Sakit apa ?" tanya Regan menarik dan memeluk sang istri. Al hanya diam tidak mengerti apa maksud Daddy-nya.
"Dad, Mom" Ucapnya berkaca-kaca pikirnya Mommynya sedang mengalami sakit berbahaya. Al sangat takut jika mommy sakit.
"Astaga, sayang-sayangku.... ini hadiah buat kalian, Mommy lagi mengandung adiknya Al" ucapnya melepas pelukan suaminya dan kemudian memeluk keduanya.
__ADS_1
"What?" ...ucap mereka bersamaan
"Yeah" ujar Ziona singkat
Al langsung melompat ke tempat tidur dan menari dengan excited dan terus bergumam "Hore Al punya Adek" tanpa henti.
Ziona bersyukur karena ternyata Al bisa menerima kehamilannya. Awalnya Ziona takut Al tidak suka jika mendengar dirinya hamil, Ziona takut Al mengira tidak disayangi jika punya adik, tapi ternyata Al sangat bahagia mendengar kabar itu.
Jika perasaan Regan tak perlu ditanya lagi karena memang dari awal pengennya Ziona hamil lagi, dia ingin merasakan menjadi suami dan Ayah sebenarnya. Karena dia baru bertemu Al setelah Al hampir lima tahun.
Setelah capek berjoget Al langsung berlari memeluk mommynya dan menghujani dengan ciuman. Regan yang sejak tadi masih memeluk istrinya dengan senyum yang terus mengembang dibibirnya, memeluk Al dan mencium Ziona dan Al bergantian dengan sangat bahagia. Sempurna sudah kebahagian Keluarga kecil Regan.
"Sayang, ayo liburan aku akan minta ke papa untuk Cuti," Erick tiba-tiba datang memeluk sang istri dengan sebuah ide ketika sang istri lagi memasak untuknya. Mereka di rumah ini memang hanya mendatangkan maid hanya untuk bersih-bersih dan beres-beres rumah sampai sore, jadi untuk masak memasak Cilla lah yang melakukannya.
Mencium parfum soft suaminya membuatnya mematikan kompor dan berbalik memeluk sang suami. "hmmm, good idea" balasnya tersenyum, Tapi malam ini kita makan dulu Non sudah lapar." Cilla melepas pelukannya dan akan menuntun suaminya yang sudah mulai berjalan lagi meski masih butuh tongkat jika berjalan agak jauh atau kursi roda.
"Biarkan seperti ini dulu, aku sudah bisa berdiri lama kok," Erick seakan tak ingin melewatkan momen kedekatannya dengan sang istri. Setelah lumpuh berbulan-bulan dan berkat usaha tiap hari dalam terapi meskipun kadang menangis yang selalu dilakukan diam-diam ketika istrinya tertidur karena kelelahan membantunya terapi.
__ADS_1
"Hmmm, jangan dipaksa kak, tiap malam juga kakak meluk aku kalau tidur" ucap sang istri menciumi tangan suaminya yang masih mendekapnya erat.
" Ahh yeah, kakak gak pernah puas meluk-meluk kamu seperti ini, pelukan adek bisa membuatku nyaman" ucapnya menciumi pucuk kepala sang istri.
"Hmm, oiya kita boleh liburan asal kakak sudah bisa jalan cepat dan berlari, karena Amore kita sebentar lagi akan bisa berjalan dan berlari dan tugasnya kakak yang akan menemaninya" Ucap Cilla antusias kemudian membalikkan tubuh kembali membalas pelukan sang suami dan sedikit menengadah karena tubuhnya memang lebih pendek dari suaminya.
"Itu pasti sayang." Erick mengecup bibirnya berkali-kali dengan gemas.
"Ish stop kak, Non lapar" ucapnya menghalangi bibirnya dengan telapak tangan ketika Erick bersiap mengecupnya lagi.
"Curang.... Aawhhh sakit" Erick tiba-tiba melepas pelukannya dan berjongkok merintih memegang kakinya.
"Kakak, kakinya kram lagi? Yang mana?" Cilla dengan paniknya memeriksa kaki sang suami.
Erick yang memperhatikan wajah panik istrinya semakin gemas saja dan tertawa iya sebenarnya hanya bercanda dan mengerjai sang istri. Kakinya sudah sangat baik-baik saja meskipun harus terus diterapi.
"Kak, ish apaan sih, jahat amat, tegahnya ngerjain non, hix ...hix ...hix..." Cilla benar-benar menangis dibuatnya.
__ADS_1
"Loh kok nangis sih, kakak cuma bercanda" Erick kelimpungan mendapati istrinya benar-benar menangis.
Cilla masih diam dan tidak membalas suaminya, iya takut jika kaki suaminya sakit lagi... Kalian mungkin pernah merasakan bagaimana jika orang yang kita kasihi atau kita cintai terluka? Kita bahkan mau bertukar posisi,bukan? Kita mau jika kita yang menanggung sakitnya dia. Begitulah yang dirasakan Cilla sekarang dia tidak ingin sang suami terus-terusan merasa sakit. "Ia sangat tahu cobaan tidak akan melampaui batas kemampuan seseorang, tapi pikiran manusianya yang membuatnya kadang menolak perkataan itu".