Amora

Amora
danu


__ADS_3

dari sejak hari itu bila ada sopi rasanya aku lupa pada yang lain bahkan pada Amora istri tercintaku dan Afnan anak kesayangan ku.


sehari sebelum aqiqah sopi,aku menghubungi ara, memberitahu kelahiran sopi dan memintanya datang ke acara aqiqah sopi, istri penurutku itupun datang dengan kedua orangtuanya dan ahmad menggunakan mobil ahmad.


ahmad adik iparku itu sudah sukses dengan bisnisnya walau masih kuliah dia baru 21 tahun beda 3 tahun dengan ara.


dia kuliah disalahkan satu universitas negeri diBandung, dengan kecerdasannya dan ketajaman naluri berbisnis toko meuble bapa mertuaku jadi berkembang pesat.


sangking sayangnya aku sama sopi aku juga yg membelikan domba untuk aqiqah, tanpa sepengetahuan ara tentunya, entahlah aku merasa tak penting memberi tahu ara tentang biaya persalinan juga biaya aqiqah yang aku keluarkan, toh ini kan uang ku, hasil kerjaku.


aku juga ga pernah jujur pada ara berapa penghasilan ku, yang ara tau adalah jatah yang kuberikan setiap aku dapet uang, ya aku bukan pegawai Kantoran yang tetap dapat uang sebulan sekali,kadang aku bisa dapet uang seminggu 2 kali atau kadang sebulan sekali.ga semua aku kasih ara aku bagi bagi untuk ara, untuk ibu untuk teh ai karna dia janda anak 2 dan sekarang bertambah lagi untuk sopi keponakan kesayanganku, tentu saja aku rahasiakan uang untuk sopi, takutnya dia berfikiran macam macam.


flasback off


kembali ke waktu sekarang saat ara dan Afnan sedang menunggu kepulangan Danu yang sedang jalan-jalan bersama santi dan sopi.


danu


hari ini setelah selesai belanja kebutuhan dapur ibu dari pasar, aku mengajak santi dan sopi pergi berenang kewisata kolam renang air panas yang ada disekitaran rumah ibu, Ga jauh jauh aku ngajak main nya karna sore aku harus udah pulang lagi keBandung, karna Afna sudah mulai sekolah tk sekarang,jadi sayang kalo Sampe dia bolos sekolah.

__ADS_1


waktu sudah menujukan jam 3 sore, aku mengajak mereka pulang,terlihat sopi masih asyik main ayunan, kami sudah selesai berenang dari jam satu setelah makan dan solat tadinya aku mau langsung pulang tapi sopi minta main dulu di arena bermain.ya di belakang cafe tempat kami makan setelah berenang ada arena bermain anak yang lumayan lengkap.


"santi, tolong bujuk sopi sudah sore, aku harus pulang ke Bandung, kasian afnan kalo pulangnya kemalaman"


mendengar perintahku santi yang tadinya sedang bahagia sambil menjaga sopi diayunan langsung menggendong sopi dengan kasar.


"kamu jangan kasar gitu sama sopi! "


hardik ku kesal


"kalo ga langsung digendong dia Ga akan mau pulang a"jawab santi ketus.


"ini buat keperluan sopi"


santi langsung tersenyum dan mengambil amplop itu


"makasih a"


"yuk kita pulang sekarang"

__ADS_1


setelah sopi dan santi naik aku pun melajukan motor ku kerumah ibu, motor metic yang ku cicil bersama ara saat ara bekerja, alhamdulillah sekarang sudah lunas.


dikediaman ibu


"Assalamualaikum"


""waalaikumsalam"


mendengar suara ayahnya Afnan langsung berlari ke pintu depan menyambut sang ayah.


tapi setelah berada 1 meter didepanku afnan bukannya berhamburan pada sang ayah malah berbalik memeluk sang mama sambil menangis


"lho afnan kenapa? "aku kaget melihat reaksi afnan yang tak biasa,bukannya memelukku malah menangis diperlukan ara.


aku mencoba meraihnya tapi dia meronta..


"cukup a, jangan dipaksa kami mau pulang sekarang"jawab Amora ketus dengan matanya menatap tajam pada santi.


bersambung...

__ADS_1


sampai ketemu di capter selanjutnya ya


__ADS_2