Amora

Amora
Amora Part 16


__ADS_3

Ia tahu kalau aku gugup?" ufhh ruangan ini seperti tak ada ujungnya


Saat memasuki Ball Room Hotel terbesar itu, banyak yang menyapa kak Erick dan aku seperti tak terlihat tapi aku bangga karena Kak Erick selalu memperkenalkan ku pada semua Kolega bisnisnya sebagai calon tunangannya. Aku bisa mendengar ocehan teman-temannya yang menyindir aku secara halus mereka pikir aku hanya wanita bayarannya Erick ka? Ahh biarkan saja.


"Hei, Bro apa kabar?" seorang datang menyapa Kak Erick dengan sangat akrab mungkin salah satu teman dekat Kak Erick.


"Hai, Vid kabar baik, oh iya ini calon tunangan ku Cilla"ucap kak Erick


memperkenalkan aku pada temannya itu dengan menggenggam tanganku seperti akan ada yang mengambilku saja.


"Hai, saya David ini teman Erick, dan ini calon saya Ruth" ucap orang itu mengulurkan tangannya


"Cilla"ucapku singkat.


"Cilla Amore Erlangga, bukan?" katanya


"Eh, iya kok tahu nama saya?" jawabku entah darimana ia tahu nama lengkapku.


"Pernah ikut Perkantas bukan?" tanya nya lagi


"hmm iya sering ikut, tapi saat ada pertemuan acara kampus itu aku sakit jadi gak ikut apalagi masa pandemi ini saya sudah ndk ikut lagi" jelasku.


"Oh iya, kita pernah ketemu saat saya mengikuti komsel yang dipimpin Joenathan Avander".


"Oh, cuma kak Joe yang saya kenal, maaf" ucapnya


"Oh, Gak apa yang penting sekarang sudah kenal saya kan" balas David tersenyum.


"Kak Joe skarang sudah gak pernah pelayanan di Perkantas ya" Lanjut Cilla


"Joe, kuliah di USA dek, makanya sudah tidak pernah pelayanan" Jelasnya


"Hmmm hmm hmmm" Erick sengaja berdehem keras agar dirinya tak dihiraukan lagi.

__ADS_1


"Kakak kenapa?" Cilla melirik Erick yang masih setia menggenggam tangannya.


"Gak, Ceritalah saya akan menemui beberapa kolega papa" Erick merasa bosan tak dihiraukan oleh teman lamanya itu dan Cilla.


"Baiklah kak, aku disini bersama kak David saja atau nanti aku akan cari Mama papa atau kakak-kakakku.


"Hati-hati, jangan percaya dia itu pandai merayu"bisik Erick tak lupa mengecup pucuk kepala cilla yang memang lebih pendek darinya.


"Issh kak malu, apaan sih" muka cilla memera karena malu diperlakukan seperti itu oleh Erick apalagi di depan kak David.


"Kolega bisnis atau Partner itu?"sindir David karena iya tahu kelakuan bejad teman lamanya itu. Mereka pernah satu komplotan tapi untungnya Joe, David dan Ogi cepat tobat.


Erick mengacuhkannya lalu meninggalkan Cilla bersama David, karena ia tahu jika sahabatnya itu sudah benar-benar tobat dan ia percaya bahwa David tidak akan mengganggu Cilla.


***


Mau ikut kesana, David menujuk ke Arah dimana disana juga ada Bang Adit dan Kak Meice calon Istrinya.


"Mmm, boleh" ucapnya senyum.


"Hai, Puji Tuhan baik" jawabnya singkat


"Bang, kak Meice ... Mama papa dimana?"


Cilla menyapa sang kakak dan Calon kakak Ipar.


"Kenal, mereka?"David balik tanya


"Iya, Bang Adit kakak pertama aku" jawabnya tersenyum.


"Oh masih adik kamu Dit?" tanya Christo


"Eh, iya dia adik perempuan kami satu-satunya"Jawab Adit.

__ADS_1


Eldrick, Adit, Christo,Nathan mereka adalah sahabat dari SMA sedangkan Tuan muda Erick,Regan,Titan,Erfan,David,Ogi,Tian dan Joe adalah junior mereka yang juga pernah satu sekolah dengan mereka yang juga bersahabat.


Kumpulan Pemuda tampan yang mengelilingi Cilla membuatnya diam.


"Syafa, kan?" sapa Cilla pada gadis yang di temani Chriato,sapa itu berusaha mengenalinya.


"Iya, benar, maaf siapa ya" Cilla kak anak IPA 3


"Oh, iya maaf kakak lupa, masih kuliah atau sudah slesai?" Syafa bertanya


"Lagi magang kak, dan sementara buat skripsi" jawabnya


Akhirnya yang perempuan pun berkumpul sendiri setelah Cendana dan Meygan menghampiri mereka.


"Kak Syafa, nenek apa kabar?"tanya Meygan (Meygan Lin adalah sepupu jauh dari Syafa).


"Baik, Lin"balas syafa pada Meygan.


Mereka sedang asik bergurau hingga Erick datang menjemput Cilla untuk naik ke panggung bersama untuk menyalami pengantin setelah memperkenalkan Cilla pada kolega bisnis Daddy nya. Ardana dan Eunike lah yang paling semangat memperkenalkan calon menantunya itu.


"Congrats, bro" Ucap Erick menyalami Rion.


"Thanks, Erick Ardana kan?" Rion mengenalinya mereka beberapa kali mengadakan kerja sama.


"Iya, benar sekali"ucapnya segan.


"Hmm, yang baru lagi?"Rion melirik gadis yang sedang memeluk istrinya.


"Dia tunangan saya Cilla, and i think she's the last"ucapnya sungguh.


"Yeah, semoga dia yang bisa membuatmu gila sampai kamu hanya bisa bernafas jika ada dia disisimu" ucapnya penuh arti membayangkan dirinya yang merasakan hal itu ketika kehilangan Lyani, dunianya seperti gelap dan hancur berantakan.


"Selamat kak Lyani, Pak Rion, semoga menjadi Rumah tangga yang takut akan Tuhan ya, bahagia selalu.GBU" ucap Cilla tulus kemudian memeluk Lyani.

__ADS_1


Lyani adalah kakak Rohaninya di persekutuan yang diikuti Cilla.


__ADS_2