Amora

Amora
Amora part 38


__ADS_3

Sehingga ketika menjalin hubungan mereka selalu serious dan kesalahan fatal dan tak bisa termaafkan atau tidak tertoleransi baru mengahiri hubungan.


Sehingga ketika mereka bertiga memilih untuk menikah merupakan hari patah hati sedunia karena mereka tidak hanya terkenal di negeri ini tapi dibeberapa negara.


Di penghujung acara semua undangan mengucapkan selamat pada kedua mempelai dan pasti ada sesi fotbar yang menambah semarak acara tersebut.


Bahkan ketika tiba waktu rekan - rekan pelayanan fotbar, merupakan moment yang sangat seruh membuat Cilla tak peduli lagi dengan Erick yang bersamanya karena terbawah suasana.


Erick sangat dongkol dengan Cilla karena nengabaikan dirinya saat bersama rekan - rekan pelayanannya yang memang anaknya pada seruh sehingga ketika berkumpul pasti hanya keseruan yang tercipta.


Erick mendekati Cilla dan membisikkan sesuatu di telinganya yang sontak membuat Cilla sadar dan segera pamit dari undur dari kebersamaan rekan - rekannya.


"Maaf, sayang keasyikan bareng mereka, habis baru ngumpul lagi" ucap Cilla


"Nggak papa, karena sebentar aku dapat hadiahnya" ucap Erick mengedipkan mata


"Ciii dasar" timpal Cilla cemberut


Erick langsung menciumnya, Karena gemas dengan sikap protes Cilla, pertama Cilla kaget dengan serangan Erick tiba - tiba tapi akhirnya tanpa malu membalas ciuman Erick karena melihat tatapan selingkuhan Erick yang sedari tadi mengawasi mereka.


Setelah melihat wanita itu pergi Cilla segera melepas ciuamannya dan mendorong Erick menjauh dan pastinya mereka disorakin oleh teman - temannya membuat Cilla malu sendiri dengan aksinya barusan.


Setelah rangkaian resepsi selasi semua keluarga istirahat di kamar hotel tempat acara berlangsung yang memang keluarga Cendana sudah siapkan, meski memakan dana tak sedikit tapi orang tua Cendana tidak keberatan karena sebagai ungkapan syukur putri semata wayang mereka telah memilih hidup yang baru.


Papa dan mama Cendana sangat berterima kasih pada keluarga Erlangga yang telah mendidik dan menjaga Cendana seperti anak mereka bahkan telah resmi menjadikan anak mantu.


#Kamar Hotel 123


Cilla membersihkan diri dari make up dan segera berganti piyama, berdoa sejenak kemudian langsung beristirahat tanpa menunggu Erick yang masih di kamar mandi.


Cilla merasa lelah seharian membantu keluarga memastikan acara berjalan lancar dan memang akhir - akhir ini Cilla sering kelelahan bahkan sering ketiduran saat kerja.


Erick keluar dari kamar mandi dan segera naik ke tempat tidur bergabung dengan Cilla. Erick memeluk erat Cilla dan menciumi puncak kepala Cilla berkali- kali tapi Cilla sama sekali tidak meresponnya.


"Sayang sudah tidur ya?" tanya Erick mengusap lembut perut Cilla

__ADS_1


"Sayang, jangan mulai deh, aku ngantuk, capek juga" protes Cilla masih terus memunggungi Erick


Erick dan Cilla sudah terbiasa dengan panggilan sayang dan memang itu kesepakatan mereka berdua untuk masalah panggilan.


"Mana hadiahnya?" tanya Erick lagi dan masih terus mengelus - elus perut Cilla


Cilla segera berbalik menghadap Erick dan segera memberikan kecupan di bibir Erick


"Ini cukup ...aku ngantuk, aku mau tidur, Please jangan nganggu" pinta Cilla membenamkan wajahnya ke dada Erick


"Nggak ...aku nggak terima" Erick protes balik


"Sayang aku ngantuk sekali" ujar Cilla malas bahkan enggan membuka mata sedikitpun


Akhirnya Erick mengalah dan kembali memeluk Cilla, beberapa menit akhirnya Erick mendegarkan hembusan nafas teratur menandahkan bahwa Cilla sudah tidur.


"Dasar bocil tuti (Tukang Tidur)" omel Erick memaksa memejamkan mata dan akhirnya menyusul Cilla menuju dunia mimpi.


Keesokan harinya, seperti kebiasaan Cilla bangun pagi tapi kali ini, sangat - sangat malas bahkan membuka mata pun enggan. Bahkan ketika Erick bangun Cilla masih malas , berkali - kali Erick memaksanya bangun tatap kembali tidur.


Setelah semua aksi Erick tak sedikitpun berhasil membangunkan Cilla akhirnya dengan terpaksa Erick mengendong Cilla ke Mobil karena Erick takut terlambat ke kantor kalau mengikuti mau Cilla.


Erick mendudukkan Cilla dikursi depan dan memasangkan seatbelt pada Cilla yang masih enggan bangun dari tidurnya mengatur kursi supaya Cilla tidur nyaman dan mengendarai mobil keluar kompleks hotel menuju ke rumah.


Erick hanya menelpon mertua dan kakak - kakak iparnya untuk pamit karena urusan kantor.


Setelah tibah ke rumah Erick mencoba membangunkan Cilla tapi masih sama Cilla tak bergeming dan terpaksa Erick lagi mengendongnya masuk ke dalam.


Erick disambut maidnya, "Tuan dan nyonya" sapa mereka, Erick hanya mengangguk sebagai respon tanpa senyum sedikitpun.


"Tuan...nyoya kenapa?" tanya seorang maid


Erick tidak menanggapi dan langsung ke kamar. Erick menidurkan Cilla pelan - pelan, kemudian ke kamar mandi untuk mandi bersiap ke kantor.


Beberapa menit kemudian Erick selesai mandi bahkan sudah berpakaian rapih tapi Cilla masih tetap terbaring di tempat tidur.

__ADS_1


Erick mendekati Cilla dan menciumnya "Sayang bangun, ayoh sarapan!" ajak Erick


Cilla langsung mendorong Erick "uweek...kakak pake parfum apa sih? Bauh bangat, buat aku mual" ujar Cilla menutup hidung menahan muntah


Erick bingung melihat reaksi Cilla karena tidak pernah ganti parfum sama sekali.


Cilla langsung bangun dan berlari ke kamar mandi dan langsung munt*h. Erick menyusulnya tapi lagi - lagi di usir Cilla. Karena parfum Erick kembali membuatnya mual.


Erick sedikit kesal dengan reaksi Cilla padanya dia segera meninggalkan kamar dan menyuruh maid mengantarkan teh hangat pada istrinya ke kamar.


Setelah munt*h Cilla memakai masker supaya tidak mual mencium bauh parfum suaminya yang masih tajam tercium oleh nya.


Tok Tok Tok maid mengetuk pintu


"Masuk!" perintah Cilla


"Non...nggak papa? tanya maid khawatir melihat Cilla sedikit pucat


"Nggak papa mbak, hanya sedikit mual masuk angin kali" jawab Cilla


"Oh... ini non teh nya masih hangat!" ujar maid menyodorkan teh pada Cilla


"Makasih mbak, tehnya" ujar Cilla tulus


"Sama - sama non, ada yang non butuhkan lagi?" tanyanya


"Nggak mbak, silahkan lanjutkan kerjaannya, aku istirahat sedikit setelah enakan baru sarapan" jelas Cilla


"Baik Non, kalau ada non butuhkan panggil aku" ujarnya segera keluar dari kamar


Cilla menghubungi Erick untuk minta izin tidak masuk kantor hari ini karena tidak enak badan, Erick khawatir dan memaksa untuk balik tapi Cilla memaksanya untuk tidak balik dan tetap ngantor dan akhirnya Erick menurut. Cilla kembali melanjutkan tidurnya setelah meminum teh hangat.


✍️✍️✍️


maaf para readers baru hadir karena sakit jadi nggak bisa up dan rencana hari ini mau kresi up walau masih tahap pemulihan terus dukung ya guys! love you

__ADS_1


__ADS_2