Amora

Amora
Amora 42


__ADS_3

Setelah puas bermain Regan kembali mengajak mereka makan siang, setelah makan siang mereka berbelanja Al meminta mainan karena mainannya belum ada tidak membawanya dari Amerika.


Dengan senang hati Regan mengikutinya, tapi Ziona meminta Al untuk memilih beberapa saja karena mereka tidak akan lama tinggal di Indonesia . Walau Regan tidak keberatan bahkan ketika satu toko pun Al minta Regan sanggup bayar, Regan menghargai aturan Ziona.


Selama belanja Al terus dalam gendongan Regan, setelah puas berbelanja Regan dan Ziona pulang. Al sudah tertidur dalam gendongan Regan karena sidah capek bermain.


Regan menawarkan diri untuk mengantar Ziona dan Al pulang, karena tidak mungkin Ziona menunggu sopir untuk menjemputnya di saat Al sudah tidur. Mereka pagi tadi memang di antar sopir.


Setelah karyawan mengantarkan belanjaan mereka dan memasukkan ke mobil. Regan meminta Ziona naik ke mobil. Ziona memilik duduk di depan karena nggak mungkin duduk dibelakang karena Regan bukan sopirnya.


Setelah masuk mobil Regan memberikan Al pada Ziona karena Regan akan nyetir nggak mungkin bisa gendong Al.


Di mobil Regan berusaha ngobrol santai dengan Ziona, Regan menanyakan seperti apa dan bagaimana pertumbuhan Al. dengan senang hati Ziona menceritakan.


Setelah sampai ke rumah Ziona, Regan kembali mengambil Al dari gendongan Ziona dan segera membawanya masuk ke dalam rumah Ziona tidak keberatan.


Regan disambut rama oleh orang tua Ziona. Mereka telah memaafkan apa yang telah terjadi di masa lalu, mereka tidak dapat menyalahkan Regan dengan semua yang telah terjadi, karena itu mereka sendiri sadar mereka pun punya andil di balik peristwa tersebut.


"Nak Regan masuk!" ujar papa Geovani Alcander (papa Ziona)merupakan jajaran 50 terkaya dunia dengan perusahaan Alcander Grup terkenal dengan AG Corps bergerak di bidang elektronik, fhasion dan cosmetik.


"Ia Pak" jawab Regan singkat, regan merasa nerves beruntungnya Al masih dalam gendongannya sehingga memeluk Al dengan kuat


"Al ketiduran ya?" tanya mama Agnes Charissa Alcander (mama Ziona) segera menyambut kedatangan mereka


"Ia ma, kelelahan terlalu banyak main" jawab Ziona


"Nak Regan, silahhkan antar Al ke kamarnya!" ujar mama Agnes lagi


Regan mengangguk sopan, "Lewat sini kak!" ujar Ziona segera menuju ke kamarnya yang memang segaja di desain untuk Al. Al sebenarnya punya kamar sendiri yang disiapkan grandpanya di lantai 2 disamping kamar Ziona tapi Ziona tidak mau karena takut Al jatuh saat naik turun tangga, Al anaknya aktif bangat.

__ADS_1


Regan masuk menyusul Ziona, Regan menyusuri kamar dengan pandangannya, kamar itu memiliki desain yang mewah dan unik dengan dominasi putih dan yang tertata rapi di sana ada dua sprintbed yang satu berbentuk mobil warna merah dan pasti sudah ketebak milik siapa. Disana juga ada rak yang berisi beberapa mainan milik Al.



Regan menidurkan Al ketempat tidur dengan hati - hati. Mengusap lembut kepala Al dan menciumnya. "Selamat beristirahat sayang besok daddy jemput lagi". Ujarnya tersenyum menyaksikan Al tidur dengan damainya.


Regan segera keluar kamar dan kembali ke ruang tamu. Keteganggan kembali menghampiri Regan untuk menemui orang tua Ziona meski hanya sekedar pamit.


"Pak, Ibu... Regan pamit ya, udah sore" ujar Regan kaku


"Buru - buru bangat sih nak?" ujar mama Agnes


"Maaf ibu, badannya udah lengket, jadi Regan pamit dulu, besok baru main kesini lagi" jawab regan kaku


Ziona mengantar Regan, ke pintu depan, "Dek saya pulang ya, bisa nggak jemput Al besok pagi?" tanya Regan sedikit ragu


"Terima kasih dek" timpal Regan


"Al kan juga anak kamu, jadi santai saja, tapi ngomong - ngomong makasih kak udah ajak jalan hari ini" ujar Ziona


✍️✍️✍️


Regan pulang kerumah, dan langsung diledek Erick.


"Humm baru pulang ya bahagianya, semangat ketemu mantan ni?" Goda Erick


"Urus tu istri loh yang ngidam, nggak usah urus urusin orang lain!" balas Regan


"Sial loh Reg" cicit Erick

__ADS_1


Regan meninggalkan Erick dan segera menuju kamarnya membersihkan diri.


Erick segera ke kamar mengantarkan buah untuk Cilla, kerena kebetulan weeken ini jadwal Erick dan Cilla berkunjung ke rumah dad Ardana dan mom Eunike.


Sementara di kamar Cilla melihat - lihat album foto masa kecil Erick. Cilla bingung karena beberapa foto Erick berfoto bersama dengan seorang anak lelaki lainnya yang sangat mirip dengan Erick. Pastinya bukan Regan karena ada juga berfoto bertiga.


Cilla terus membuka Album itu kemudian menemukan foto Erick berdua lagi dengan seseorang yang mirip dirinya. Cilla memperhatikan foto itu, dia tidak asing dengan wajah itu, tapi lupa mengenalnya di mana?


Cilla terus membolak balik foto tersebut dan terus berpikir mengingat dimana pernah ketemu dengan orang ini.


"Sayang, kenapa sih?" tanya Erick melihat ekspresi Cilla yang lagi mikir serius


"Sayang ini siapa sih?" tanya Cilla menunjuk foto Eldrick


"Oh... Itu kak Eldrick" jawab Erick singkat


"Eldrick, mungkinkah?" pikir Cilla


"Kenapa sayang Kok diam?" tanya Erick


"Nggak kok sayang, buahnya mana?" ujar Cilla mengalihkan pembicaraan


"Ini sayang" jawab Erick menyodorkan piring buah pada Cilla


"Makasih sayang, tapi suap!" pinta Cilla manja


Terpaksa Erick menurutinya.


Baru berapa potong Cilla makan langsung kenyang dan menyuruh Erick menghabisinya.

__ADS_1


__ADS_2