Amora

Amora
Amora part 10


__ADS_3

“Tasku?" Ucapnya


“Masuklah dulu!” ucapku menariknya masuk kedalam mobil.


“Ishhh apaan sih, jangan pegang-pegang, sakit” ucapnya manja.


Ini nih yang tidak kusukai jika wanita sok manja dihadapanku... menjengjelkan.


“Kak aku masih ada urusan, aku harus ke kampus Lagi” ucapnya takut menatapku langsung menarik tangannya.


“Hmm, pergilah!” ucapku lalu menyerahkan tas dan payung lusuh padanya. Aku sedikit kasian melihat wajah menyedihkannya, apa dia tak pernah mendengar suara keras.


“Makasih, Kak” ucapnya tersenyum walau aku tahu senyum yang dipaksakan.


Ia kemudian cepat-cepat ingin keluar dari mobil tapi karena tali sepatunya terbuka dan diinjak kaki satunya akhirnya ia terjungkal kedepan dan jatuh pas dipangkuanku.


“Astaga, Hati-hati” ucapku menagkapnya, tak sengaja aku menatap matanya yang Indah sangat meneduhkan Hati. Tiba-tiba aku merasakan grogi dan salah tingkah menatapnya padahal aku terbiasa berdekatan dengan seorang perempuan bahkan lebih intim lagi aku tak pernah semalu ini. Oh Astaga apakah yang terjadi?


“Maaf” ucapnya lemah mengalihkan pandangnya


“Hmm, cepatlah bangun Kau sangat merepotkan” ucapku menutupi kegugupanku.


Ia kemudian bangun dari pangkuanku, memperbaiki sepatunya lalu pergi tanpa pamit.


*** VOP end***


Cilla berlari meninggalkan Erick tanpa pamit, is merasa sangat malu.


“kamu dimana?” Isi pesan Cendana padanya.


“OTW kelas, aku sudah diparkiran” balas Cilla


“Tunggu aku ya, hari ini Kita ke Ardana Group bawa Surat Magang” Isi pesan hanya di read oleh Cilla.


**


Cendana baru saja menemui Titan, setelah Cendana menyatakan perasaanya pada Titan, Cendana di kirimi pesan teks untuk menemuinya di RS tempatya bekerja tak jauh dari kampus Cilla dan Cendana.


“Sudah lama ya? Titan mendatanginya di Cafeteria RS.


“Nggak Kok kak, baru ajah tiba” ucapnya senyum gugup.


“Maaf ya, harusnya Kakak yang temuin kamu tapi Kakak sibuk hari ini” Titan kemudian duduk di Kursi kosong yang berhadapan dengan Cendana.


“Okay, nggak papa kak...ada apa ya?" Cendana menahan kegugupannya menatap Titan.


“Hmmm, itu eh anu….” Titan dengan gugup untuk memulai bicara.

__ADS_1


“Apa sih kak, nggak jelas amat?” senyum Cendana melihat tingkah konyol Titan yang dianggapnya sangat manis dengan tampang muka memerah karena malu.


“Hmm, yang soal semalam waktu kakak antar kamu pulang” Titan berusaha menetralkan ucapannya.


“Nana, apa kamu serius dengan perasaan kamu?" Titan menatap Cendana mencari kepastian dimata hitam itu.


“Serius lah kak, Kakak bisa tanya ke Non, kalau kakak gak percaya” balasnya sungguh-sungguh.


“Baiklah, aku akan mempercayaimu mulai sekarang, tapi jangan kecewain kakak ya, ada sesuatu yang ingin kakak sampaikan, tapi tidak disini” ucap Titan.


“Ada apa sih Kak?” Cendana penasaran.


“Na, kakak mau mengenal kamu lebih dekat” Ucap Titan.


Deg…


Cendana mendengar ucapan serius Titan, ia memang menyukai Titan sudah lama tapi mendengar ucapan serius titan yang tiba-tiba itu membuatnya gugup.


“Kak, aku…”


“Na, ngak usah takut kakak nggak akan maksa, nanti kita jalani saja Oke, Kasih kakak kesempatan” Titan berucap sungguh-sungguh.


“Hmm, baik kak”


“God, perasaan apa ini?  Hufff aku senang tapi aku juga ragu” batin Cendana.


“nggak usah kak, aku diantar pak Sopir Kok” Balasnya.


“Ya udah, nanti malam aku jemput ya jam 7 ” Titan.


“Oke kak, ya udah aku sama Cilla mau ke Ardana Group antar Surat Magang” balasnya.


“Hmmm, baiklah Hati-hati ya!” Titan mengacak rambut Cendana dan hal itu mengundang Dokter dan suster melirik ke arah Dokter Titan yang baru kali ini dekat dengan seorang gadis.


“Hmmm, Tom n Jerry sudah akur nih” Erfan datang Tiba-tiba.


“kak Erfan” guman Cendana


“Nana, siapa yang sakit?" tanya Erfan


“Eh, nggak ada Kok kak” jawabnya.


“Nana kesini aku yang panggil” Jawab singkat Titan.


“Kak… kak Er, Nana pulang ya” ucap Cendana


“Hati-hati, Na… jangan ragu ya ntar aku yang jagain dia buat kamu” Erfan yang sudah akrab dengan Cendana mengerlingkan mata mencandainya.

__ADS_1


Cendana akhirnya meninggalkan mereka berdua setelah pamit.


**


“Apa kamu yakin dengan rencana awalmu?" Erfan menanyai Titan adiknya.


“Iya kak, aku tidak meragukan Cendana” ucapnya yakin.


“Tan, pernikahan bukan permainan ya kalian akan berjanji sehidup semati” Erfan mengingatkan.


“Dia mencintai aku sudah cukup kak, seiring berjalannya waktu aku pasti akan menyukainya” Ucapnya yakin.


“Tapi semua yang akan terjadi, tidak semudah yang kita ucapkan” Erfan mengingatkan.


“Baiklah, Kita serahkan dalam doa saja” Titan menepuk pundak sang Kakak kemudian meninggalkan kantin RS.


“Hufff, Baiklah semoga semua berjalan dengan baik” ucapnya mengikuti sang adik menuju ruangan masing-masing.


**


#Ardana Group


Cilla dan Cendana sudah sampai dilobi Perusahaan Ardana ia sedang menuju receptionis untuk bertanya ruangan HRD Karena mereka akan menyerahkan Surat Magang.


“Selamat pagi kak” sapa Cilla dan Cendana.


“Selamat pagi, Ada yang bisa dibantu?" Si receptionis cantik itu tersenyum ramah.


“Ruangan HRD dimana ya?” kami akan menyerahkan Surat Magang dari kampus.


“HRD di lantai 20” Jawab si receptionis.


“Baik, terima kasih” Jawab mereka bersamaan.


“Sama-sama” Jawab ramah Si receptionis.


Mereka kemudian melangkah ke lift.


**


“Mau makan siang dimana? Tanya Regan pada Erick dan Meice Kakaknya.


“Makan di kantin ajah” Meice bersuara.


“Kakak Tau kan Tuan Muda belum pernah makan dikantin Kantor” ucap Regan.


“Ya, udah kakak makan dikantin sendiri ajah” Ucap Meice dingin

__ADS_1


__ADS_2